KPKP PTMA dan dan DJPK KKP Kerja Sama dalam Melestarikan Ekosistem Pesisir
Sabtu, 06 Desember 2025 - 16:52 WIB
loading...
Penandatanganan PKS antara Konsorsium Pesisir, Kelautan dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) dengan Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Konsorsium Pesisir, Kelautan dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPK KKP).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Rakernis DJPK KKP yang bertema “Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera".
Kerja sama meliputi pengembangan usaha garam di lokasi sentra ekonomi garam rakyat (SEGAR), pengelolaan sampah laut, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir dan laut, serta pengelolaan karbon biru.
Ketua KPKP Endang Rudiatin mengharapkan kerja sama dengan DJPK dapat mempercepat agenda hilirisasi agar nelayan lebih mandiri mengelola aset pesisir dan lautnya.
"Yang paling utama, kami insya Allah berusaha agar usaha garam rakyat dapat bermunculan setiap tahun," kata Endang, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Adapun rencana aksi meliputi; mengidentifikasi potensi lahan garam serta mensertifikasi petambak garam dalam waktu 5 tahun, mendampingi kelompok UMKM pengelola sampah plastik di laut, melakukan pendampingan dalam pengelolaan karbon biru, serta pelaksanaan pembibitan dan penanaman mangrove.
"Rencana aksi tersebut ditargetkan untuk mengatasi kebutuhan garam di lokasi SEGAR, meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang sampah dan manfaatnya secara ekonomis, serta terwujudnya model pengelolaan karbon biru," tambahnya.
Perjanjian kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani pada Maret 2025.
Konsorsium merupakan perkumpulan para ahli dan fasilitator multidisipliner PTMA yang dalam pelaksanaan aksi didukung oleh PTMA-PTMA di daerah pesisir yang memiliki program studi kelautan dan perikanan serta yang memiliki kegiatan riset dan kajian pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan meliputi peningkatan SDM dan pengembangan teknologi.
Universitas Muhammadiyah Pontianak, Riau, Maluku Utara, Jakarta, Yogya, Kupang serta Tarakan menjadi penggerak utama kegiatan, disusul selanjutnya PTMA di area Pantai Utara Jawa, Bali dan Kalimantan Barat.
Sesuai dengan visi dan misinya Konsorsium mendukung agenda prioritas nasional dalam hal hilirisasi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan visi misi tersebut KPKP PTMA mengintegrasikan ekonomi biru dengan ekonomi syariah, yaitu memberdayakan masyarakat pesisir berbasis potensi sumber dayanya sambil melestarikan ekosistem pesisir dan budaya masyarakatnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Rakernis DJPK KKP yang bertema “Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera".
Kerja sama meliputi pengembangan usaha garam di lokasi sentra ekonomi garam rakyat (SEGAR), pengelolaan sampah laut, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir dan laut, serta pengelolaan karbon biru.
Ketua KPKP Endang Rudiatin mengharapkan kerja sama dengan DJPK dapat mempercepat agenda hilirisasi agar nelayan lebih mandiri mengelola aset pesisir dan lautnya.
"Yang paling utama, kami insya Allah berusaha agar usaha garam rakyat dapat bermunculan setiap tahun," kata Endang, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Adapun rencana aksi meliputi; mengidentifikasi potensi lahan garam serta mensertifikasi petambak garam dalam waktu 5 tahun, mendampingi kelompok UMKM pengelola sampah plastik di laut, melakukan pendampingan dalam pengelolaan karbon biru, serta pelaksanaan pembibitan dan penanaman mangrove.
"Rencana aksi tersebut ditargetkan untuk mengatasi kebutuhan garam di lokasi SEGAR, meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang sampah dan manfaatnya secara ekonomis, serta terwujudnya model pengelolaan karbon biru," tambahnya.
Perjanjian kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Muhammadiyah dan KKP yang ditandatangani pada Maret 2025.
Konsorsium merupakan perkumpulan para ahli dan fasilitator multidisipliner PTMA yang dalam pelaksanaan aksi didukung oleh PTMA-PTMA di daerah pesisir yang memiliki program studi kelautan dan perikanan serta yang memiliki kegiatan riset dan kajian pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan meliputi peningkatan SDM dan pengembangan teknologi.
Universitas Muhammadiyah Pontianak, Riau, Maluku Utara, Jakarta, Yogya, Kupang serta Tarakan menjadi penggerak utama kegiatan, disusul selanjutnya PTMA di area Pantai Utara Jawa, Bali dan Kalimantan Barat.
Sesuai dengan visi dan misinya Konsorsium mendukung agenda prioritas nasional dalam hal hilirisasi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dalam menjalankan visi misi tersebut KPKP PTMA mengintegrasikan ekonomi biru dengan ekonomi syariah, yaitu memberdayakan masyarakat pesisir berbasis potensi sumber dayanya sambil melestarikan ekosistem pesisir dan budaya masyarakatnya.
(nnz)
Lihat Juga :