OPERASI SMA Labschool Ciracas Tempa Mental dan Karakter Siswa Bersama Kopassus
Minggu, 14 Desember 2025 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, para orang tua memiliki harapan besar agar pendidikan di lingkungan militer mampu membantu meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan serta ketangguhan siswa dalam mengambil keputusan, baik dalam konteks akademik maupun sosial.
“Pendidikan di lingkungan militer juga diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa, sekaligus membentuk mental yang siap menghadapi tantangan dan tekanan di masa depan,” ujar Trianto.
Ia menambahkan, dari sisi penguatan karakter, kegiatan OPERASI memberikan dampak positif dalam membangun nilai-nilai dasar seperti kerja sama, ketahanan fisik, serta kesehatan jasmani. Pengalaman ini dinilai mampu melatih daya tahan, ketangguhan, dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Kepala SMA Labschool Ciracas, Risang Danardana L., menegaskan bahwa kerja sama dengan Kopassus bukan semata menghadirkan latihan fisik, melainkan menghadirkan nilai kehormatan sebagai fondasi pendidikan karakter.
“Kopassus bekerja dengan prinsip, kehormatan sebagai dasar pengabdian. Nilai inilah yang kami ingin coba tanamkan kepada para siswa. Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab sosial,” ujar Risang.
Menurutnya, kegiatan OPERASI 2025 menjadi ruang pembelajaran sosial yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. “Melalui OPERASI, siswa belajar tentang kepemimpinan dari pengalaman nyata, tentang mengendalikan diri, menghormati orang lain, bekerja sama, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan,” ujarnya.
“Ini adalah proses pendidikan karakter yang menyentuh sisi mental dan sosiologis peserta didik, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, beretika, dan berdaya guna bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi para siswa. “Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membentuk cara berpikir dan bersikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial,” pungkasnya.
Ketua Pelaksana OPERASI 2025, M. Fikri Robbani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons pendidikan terhadap tantangan zaman. “Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tidak lagi cukup hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga harus menumbuhkan karakter, mentalitas, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Atas dasar itulah Labschool Ciracas menyelenggarakan Kegiatan Orientasi Jiwa Keperwiraan Siswa (OPERASI) 2025 dengan tema ‘Lead the Way, Shape the Day’.”
“Pendidikan di lingkungan militer juga diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa, sekaligus membentuk mental yang siap menghadapi tantangan dan tekanan di masa depan,” ujar Trianto.
Ia menambahkan, dari sisi penguatan karakter, kegiatan OPERASI memberikan dampak positif dalam membangun nilai-nilai dasar seperti kerja sama, ketahanan fisik, serta kesehatan jasmani. Pengalaman ini dinilai mampu melatih daya tahan, ketangguhan, dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Kepala SMA Labschool Ciracas, Risang Danardana L., menegaskan bahwa kerja sama dengan Kopassus bukan semata menghadirkan latihan fisik, melainkan menghadirkan nilai kehormatan sebagai fondasi pendidikan karakter.
“Kopassus bekerja dengan prinsip, kehormatan sebagai dasar pengabdian. Nilai inilah yang kami ingin coba tanamkan kepada para siswa. Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab sosial,” ujar Risang.
Menurutnya, kegiatan OPERASI 2025 menjadi ruang pembelajaran sosial yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. “Melalui OPERASI, siswa belajar tentang kepemimpinan dari pengalaman nyata, tentang mengendalikan diri, menghormati orang lain, bekerja sama, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan,” ujarnya.
“Ini adalah proses pendidikan karakter yang menyentuh sisi mental dan sosiologis peserta didik, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, beretika, dan berdaya guna bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi para siswa. “Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membentuk cara berpikir dan bersikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial,” pungkasnya.
Ketua Pelaksana OPERASI 2025, M. Fikri Robbani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons pendidikan terhadap tantangan zaman. “Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tidak lagi cukup hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga harus menumbuhkan karakter, mentalitas, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Atas dasar itulah Labschool Ciracas menyelenggarakan Kegiatan Orientasi Jiwa Keperwiraan Siswa (OPERASI) 2025 dengan tema ‘Lead the Way, Shape the Day’.”
Lihat Juga :