Profil Pendidikan Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia yang Dipecat PSSI
Rabu, 17 Desember 2025 - 21:52 WIB
loading...
PSSI resmi mencopot Indra Sjafri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22. Foto/IG Indra Sjafri.
A
A
A
JAKARTA - PSSI resmi mencopot Indra Sjafri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22. Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah hasil kurang memuaskan Garuda Muda di SEA Games 2025.
Langkah Timnas Indonesia U-22 harus terhenti lebih cepat setelah gagal melaju ke babak selanjutnya. Garuda Muda hanya mampu finis sebagai runner-up Grup C dengan raihan 3 poin dari fase penyisihan grup.
Baca juga: Indra Sjafri Resmi Didepak PSSI usai Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025
Posisi tersebut belum cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya. Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia dalam perebutan status runner-up terbaik, lantaran kalah dalam selisih produktivitas gol.
Perwakilan PSSI, Sumardji, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa PSSI dan Indra Sjafri sepakat untuk berpisah secara baik-baik.
“Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama dan akan mengikuti seluruh kesepakatan yang tertuang dalam kontrak kerja,” ujar Sumardji.
Baca juga: Bukan Cuma Indra Sjafri, Akmal Marhali Minta Tanggung Jawab Zainuddin Amali atas Kegagalan Emas
Keputusan ini menambah catatan perjalanan panjang Indra Sjafri bersama Timnas Indonesia, yang diwarnai prestasi sekaligus dinamika pemecatan dan pengangkatan kembali.
Indra Sjafri lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 2 Februari 1963. Bakat sepak bolanya mulai terlihat sejak ia duduk di kelas 2 SMA Negeri 2 Padang, hingga akhirnya direkrut oleh PSP Padang Junior.
Usai lulus SMA, Indra tetap memperkuat PSP Padang Junior sambil menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas (Unand), jurusan Ekonomi. Dalam satu periode, ia menjalani tiga peran sekaligus: mahasiswa, pemain sepak bola, dan karyawan PT Pos Indonesia sejak tahun 1985.
Kariernya di PT Pos Indonesia terbilang gemilang. Pada 1993, Indra dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Bandara Padang.
Setelah gantung sepatu, Indra Sjafri menekuni dunia kepelatihan secara serius. Ia mengikuti berbagai kursus dan mengantongi Lisensi C AFC pada 1997, naik ke Lisensi B AFC setahun kemudian, hingga meraih Lisensi A AFC pada 1999.
Pada 2007, Indra memutuskan pensiun dari PT Pos Indonesia dan kembali ke dunia sepak bola sebagai instruktur kepelatihan PSSI. Dua tahun berselang, ia juga ditugaskan sebagai pencari bakat Timnas Indonesia, dikenal dengan metode blusukan ke berbagai daerah di Tanah Air.
Namanya mulai mencuat setelah diangkat sebagai pelatih timnas junior Indonesia pada 2011, lalu menangani Timnas Indonesia U-19. Puncaknya, Indra sukses membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013.
Indra juga pernah berhasil membawa Garuda Muda menjadi juara Piala AFF U-23 2019, sekaligus mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis tim usia muda.
Sebelum dikenal luas publik nasional, Indra Sjafri juga pernah menorehkan prestasi internasional dengan membawa timnas junior Indonesia menjuarai turnamen di Asia, seperti HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hong Kong.
Langkah Timnas Indonesia U-22 harus terhenti lebih cepat setelah gagal melaju ke babak selanjutnya. Garuda Muda hanya mampu finis sebagai runner-up Grup C dengan raihan 3 poin dari fase penyisihan grup.
Baca juga: Indra Sjafri Resmi Didepak PSSI usai Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025
Posisi tersebut belum cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya. Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia dalam perebutan status runner-up terbaik, lantaran kalah dalam selisih produktivitas gol.
Perwakilan PSSI, Sumardji, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa PSSI dan Indra Sjafri sepakat untuk berpisah secara baik-baik.
“Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama dan akan mengikuti seluruh kesepakatan yang tertuang dalam kontrak kerja,” ujar Sumardji.
Baca juga: Bukan Cuma Indra Sjafri, Akmal Marhali Minta Tanggung Jawab Zainuddin Amali atas Kegagalan Emas
Keputusan ini menambah catatan perjalanan panjang Indra Sjafri bersama Timnas Indonesia, yang diwarnai prestasi sekaligus dinamika pemecatan dan pengangkatan kembali.
Profil Pendidikan dan Perjalanan Karier Indra Sjafri
Indra Sjafri lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 2 Februari 1963. Bakat sepak bolanya mulai terlihat sejak ia duduk di kelas 2 SMA Negeri 2 Padang, hingga akhirnya direkrut oleh PSP Padang Junior.
Usai lulus SMA, Indra tetap memperkuat PSP Padang Junior sambil menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas (Unand), jurusan Ekonomi. Dalam satu periode, ia menjalani tiga peran sekaligus: mahasiswa, pemain sepak bola, dan karyawan PT Pos Indonesia sejak tahun 1985.
Kariernya di PT Pos Indonesia terbilang gemilang. Pada 1993, Indra dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Bandara Padang.
Setelah gantung sepatu, Indra Sjafri menekuni dunia kepelatihan secara serius. Ia mengikuti berbagai kursus dan mengantongi Lisensi C AFC pada 1997, naik ke Lisensi B AFC setahun kemudian, hingga meraih Lisensi A AFC pada 1999.
Pada 2007, Indra memutuskan pensiun dari PT Pos Indonesia dan kembali ke dunia sepak bola sebagai instruktur kepelatihan PSSI. Dua tahun berselang, ia juga ditugaskan sebagai pencari bakat Timnas Indonesia, dikenal dengan metode blusukan ke berbagai daerah di Tanah Air.
Namanya mulai mencuat setelah diangkat sebagai pelatih timnas junior Indonesia pada 2011, lalu menangani Timnas Indonesia U-19. Puncaknya, Indra sukses membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013.
Indra juga pernah berhasil membawa Garuda Muda menjadi juara Piala AFF U-23 2019, sekaligus mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis tim usia muda.
Sebelum dikenal luas publik nasional, Indra Sjafri juga pernah menorehkan prestasi internasional dengan membawa timnas junior Indonesia menjuarai turnamen di Asia, seperti HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hong Kong.
(nnz)
Lihat Juga :