Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Kamis, 14 Mei 2026 - 19:24 WIB
loading...
Dialog bertajuk Inklusi Disabilitas dalam Pendidikan Tinggi: Dari Pengalaman Kampus ke Dialog Kebijakan di Universitas Andalas, Padang. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan tinggi menjadi jembatan penting bagi setiap anak muda untuk meraih masa depan yang lebih baik, termasuk bagi penyandang disabilitas . Namun, akses menuju bangku perkuliahan hingga kini masih menjadi tantangan besar akibat sistem pendidikan yang belum sepenuhnya inklusif.
Keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan fasilitas pendukung di perguruan tinggi Indonesia masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan akses bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang ingin berkembang dan memperoleh pendidikan tinggi secara setara.
Baca juga: Melawan Jeruji Korporasi: Lika-Liku Yusof Ferdinand Raih Gelar Doktor Hukum
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pijar Foundation bersama Universitas Andalas dengan dukungan The Nippon Foundation dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar dialog bertajuk “Inklusi Disabilitas dalam Pendidikan Tinggi: Dari Pengalaman Kampus ke Dialog Kebijakan” di Universitas Andalas, Padang.
Forum ini menjadi ruang dialog berbasis kampus yang mempertemukan mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, pemimpin muda, pembuat kebijakan, institusi pendidikan tinggi, hingga mitra pembangunan dalam percakapan yang terbuka, setara, dan kolaboratif.
Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, yang diwakili Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra menegaskan bahwa inklusi disabilitas merupakan bagian dari keadilan yang harus diwujudkan bersama.
Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan fasilitas pendukung di perguruan tinggi Indonesia masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan akses bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang ingin berkembang dan memperoleh pendidikan tinggi secara setara.
Baca juga: Melawan Jeruji Korporasi: Lika-Liku Yusof Ferdinand Raih Gelar Doktor Hukum
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pijar Foundation bersama Universitas Andalas dengan dukungan The Nippon Foundation dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar dialog bertajuk “Inklusi Disabilitas dalam Pendidikan Tinggi: Dari Pengalaman Kampus ke Dialog Kebijakan” di Universitas Andalas, Padang.
Forum ini menjadi ruang dialog berbasis kampus yang mempertemukan mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, pemimpin muda, pembuat kebijakan, institusi pendidikan tinggi, hingga mitra pembangunan dalam percakapan yang terbuka, setara, dan kolaboratif.
Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, yang diwakili Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra menegaskan bahwa inklusi disabilitas merupakan bagian dari keadilan yang harus diwujudkan bersama.
Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Lihat Juga :