Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Kamis, 14 Mei 2026 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Kebijakan Publik Pijar Foundation, Anthony Marwan Dermawan, menekankan bahwa inklusi disabilitas dalam pendidikan tinggi tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan perubahan cara institusi mendengarkan, merancang layanan, dan mengambil keputusan.
“Kampus inklusif bukan hanya tentang akses fisik, tetapi tentang bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas dapat belajar, berpartisipasi, dan menjadi bagian utuh dari kehidupan akademik di pendidikan tinggi. Melalui forum ini, kami mendorong pendidikan tinggi sebagai hak serta penguatan Unit Layanan Disabilitas sebagai sistem penting dalam perwujudan hak tersebut,” ujar Anthony.
Selain diskusi panel interaktif, peserta juga mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali tantangan dan peluang dalam mendorong inklusi disabilitas di pendidikan tinggi.
Forum ini diharapkan mampu mendokumentasikan refleksi mahasiswa penyandang disabilitas, memperkuat hubungan antara mahasiswa, universitas, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan, sekaligus menjadi langkah awal menuju pendidikan tinggi inklusif yang lebih nyata dan berkelanjutan.
Ke depan, Pijar Foundation berharap program Townhall Muda University dapat hadir di lebih banyak kampus di Indonesia sebagai ruang dialog kebijakan berbasis pengalaman mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu mempertemukan suara anak muda, institusi pendidikan tinggi, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu strategis pendidikan, inklusi, talenta masa depan, hingga pembangunan Indonesia 2045.
“Kampus inklusif bukan hanya tentang akses fisik, tetapi tentang bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas dapat belajar, berpartisipasi, dan menjadi bagian utuh dari kehidupan akademik di pendidikan tinggi. Melalui forum ini, kami mendorong pendidikan tinggi sebagai hak serta penguatan Unit Layanan Disabilitas sebagai sistem penting dalam perwujudan hak tersebut,” ujar Anthony.
Selain diskusi panel interaktif, peserta juga mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali tantangan dan peluang dalam mendorong inklusi disabilitas di pendidikan tinggi.
Forum ini diharapkan mampu mendokumentasikan refleksi mahasiswa penyandang disabilitas, memperkuat hubungan antara mahasiswa, universitas, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan, sekaligus menjadi langkah awal menuju pendidikan tinggi inklusif yang lebih nyata dan berkelanjutan.
Ke depan, Pijar Foundation berharap program Townhall Muda University dapat hadir di lebih banyak kampus di Indonesia sebagai ruang dialog kebijakan berbasis pengalaman mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu mempertemukan suara anak muda, institusi pendidikan tinggi, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu strategis pendidikan, inklusi, talenta masa depan, hingga pembangunan Indonesia 2045.
(nnz)
Lihat Juga :