Didik J. Rachbini: Diskriminasi PTS Bikin Kampus Swasta Mati Bergelimpangan

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
Didik J. Rachbini: Diskriminasi...
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini. Foto/Universitas Paramadina.
A A A
JAKARTA - Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini menilai negara masih melakukan diskriminasi terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Padahal perguruan tinggi negeri (PTN) yang selama ini dibiayai negara pun masih gagal masuk kampus elit Asia.

"PTN yang dibiayai dana rakyat lebih setengah abad gagal bersaing dengan negara tetangga, Singapura, dan
Malaysia. Sekarang dan selama ini mempraktekkan sistem tidak adil karena negara absen menjadi wasit yang adil," katanya, melalui siaran pers, dikutip Kamis (18/12/2025).

Baca juga: Profil Pendidikan Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia yang Dipecat PSSI

Didik memberikan tanggapan ini merespons pernyataan Wamendiktisaintek Prof Stella Christie yang menanggapi mengenai kritik kepada PTN yang membuka kuota terlalu banyak bagi mahasiswa baru.

Stella mengatakan, kuota ini seharusnya tidak terlalu dipermasalahkan namun harus ada peluang yang lebih banyak dan bagus kepada seluruh masyarakat untuk bisa kuliah di perguruan tinggi.

Didik menjelaskan, jika PTN dibebaskan mengambil lebih banyak dana dari masyarakat melalui jumlah mahasiswa sebanyak-banyakya, padahal sudah menerima dana besar dari negara maka akan menyingkuirkan peran masyarakat dalam Pendidikan tinggi.

Baca juga: Mendikti Tetapkan Anggaran Honor Peneliti hingga 25 Persen, Berlaku 2026

Selain menerima anggaran negara, tambahnya, masyarakat sekarang membayar dan mendukung anggaran PTN, bahkan sampai 70 persen.

"Lambat laun birokrasi PTN menjadi besar sekali tidak efisien sehingga harus mengeruk dana ganda dari negara (pajak rakyat) dan masyarakat, mengambil mahasiswa sebanyak-banyaknya," imbuhnya.

Cara seperti ini, katanya, dimana PTN menyedot dana dana dari negara sekaligus dari masyarakat merupakan praktek kebijakan yang tidak adil. Ini adalah sistem pendidikan tinggi yang dibiarkan bersaing potong leher (cutthroat competition) antara PTN dan PTS.

Baca juga: Biaya Kuliah Jalur Penerimaan SSU ITB 2026, Paling Mahal Rp14,5 Juta

"Akibatnya banyak PTS mati bergelimpangan, peran masyarakat dalam pendidikan tinggi dibunuh pelan-pelan.Sistem tidak adil seperti ini menekan dan menggerus peran ormas besar, seperti NU, Muhammadiyah, dan banyak yayasan-yayasan di daerah," ujarnya.

Oleh karena itu demi memotong rantai diskriminasi PTN tersebut, ia mengusulkan, anggaran negara di masing-masing PTN sebaiknya dipotong 50 persen. Kemudian total hasilnya dibagi secara proporsional kepada PTS. Dengan ini, tambahnya, PTN bisa bebas mengambil mahasiswa dan menarik dana dari masyarakat.

Usulan kedua, DPR dalam rapat pengesahan APBN-P pada pertengahan 2026 mendatang bisa memutuskan bagi PTN yang sudah mengambil 70-80 persen dana masyarakat, maka pemotongan ini ringan karena hanya berkurang
10-15 persen.

"Jadi negara bersikap adil karena mempraktekkan asas kesamaan hak dan kewajiban dalam rangka tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti ada dalam Pembukaan UUD 1945," tegasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Rekomendasi
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Berita Terkini
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved