SINDOnews.com Raih Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai Media Daring Terbaik
Jum'at, 19 Desember 2025 - 19:21 WIB
loading...
SINDOnews.com meraih penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai Media Daring Terbaik dalam kategori Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - SINDOnews.com meraih penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai Media Daring Terbaik dalam kategori Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bentuk apresiasi atas peran media dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia.
Pemberian anugerah diserahkan langsung oleh Mendiktisiantek Brian Yuliarto kepada para penerima penghargaan. Sementara SINDOnews.com diwakili oleh Wakil Pemimpin Redaksi Andry Susanto untuk menerima plakat penghargaan.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Anugerah Diktisaintek merupakan momen apresiasi pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi nyata dalam memajukan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Baca juga: 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
"Kerja sama para pimpinan perguruan tinggi mulai rector, wakil rektor, dekan, kepala program studi, dosen, peneliti, tendik, mitra industri, dan rekan-rekan media dengan cara masing-masing semua memiliki kontribusi sigfinikan untuk memajukan pendidikan tinggi sains dan teknologi di Indonesia," katanya saat membuka Anugerah Diktisaintek 2025 di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
![SINDOnews.com Raih Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai Media Daring Terbaik]()
Wakil Pemimpin Redaksi SINDOnews.com Andry Susanto saat mewakili SINDOnews.com menerima Award Diktisaintek 2025. Foto/Neneng Zubaidah.
Ia menegaskan bahwa kemajuan tersebut tidak terlepas dari kerja sama para pimpinan perguruan tinggi, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mitra industri, hingga rekan-rekan media yang berkontribusi dengan perannya masing-masing.
Baca juga: Mahasiswa Periklanan Polimedia Angkat Isu Air Bersih hingga Kesehatan Mental Anak Muda di ADVICE 2025
Menurut Brian, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan penanda meningkatnya kepercayaan pemerintah kepada seluruh mitra strategis yang terlibat. Ia juga menyebut sivitas akademika di perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai garda terdepan kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Tanah Air.
Brian mengapresiasi kerja keras insan perguruan tinggi yang menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari memimpin institusi, melakukan penelitian, hingga membina mahasiswa. Ia menyebut seluruh dedikasi tersebut sebagai bentuk kepahlawanan di dunia pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyinggung peran perguruan tinggi dalam merespons bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengapresiasi langkah cepat kampus-kampus di daerah terdampak serta solidaritas perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bergotong royong membantu pemulihan tanpa menunggu arahan maupun pendanaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berjarak dari realitas sosial. Transformasi bangsa, menurutnya, hanya dapat terjadi ketika ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat, terutama saat masyarakat sedang membutuhkan.
Brian juga mencontohkan berbagai aksi nyata sivitas akademika di lapangan, seperti relawan dari Universitas Teuku Umar, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, hingga Universitas Syiah Kuala yang terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana, termasuk layanan kesehatan dan penjangkauan warga terisolasi.
Ia menekankan bahwa nilai ilmu pengetahuan tidak diukur dari seberapa tinggi pujian yang diterima, melainkan dari sejauh mana manfaatnya menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Kepada para penerima Anugerah Diktisaintek 2025, Brian berpesan agar tidak pernah merasa puas dan terus menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk berkontribusi lebih besar demi kemajuan bangsa serta kesejahteraan kemanusiaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M Simatupang menjelaskan bahwa Anugerah Diktisaintek telah diselenggarakan lebih dari sembilan tahun. Ajang ini berawal dari Anugerah Humas sebagai bentuk apresiasi kinerja kehumasan perguruan tinggi dan LLDikti, yang kemudian berkembang mencakup anugerah jurnalis, media, dan kerja sama.
Pada 2025, Anugerah Diktisaintek kembali digelar sebagai agenda tahunan dan menjadi penyelenggaraan kelima sejak kolaborasi seluruh unit pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dimulai pada 2021.
Tahun ini, Kemendiktisaintek memberikan 15 subkategori penghargaan, mulai dari Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek, bidang pengawasan, pendidikan tinggi, sains dan teknologi, hingga anugerah jurnalis dan media. Total sebanyak 547 penghargaan diberikan melalui proses seleksi komprehensif yang melibatkan dewan juri dan penilaian data kinerja para penerima.
Pemberian anugerah diserahkan langsung oleh Mendiktisiantek Brian Yuliarto kepada para penerima penghargaan. Sementara SINDOnews.com diwakili oleh Wakil Pemimpin Redaksi Andry Susanto untuk menerima plakat penghargaan.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Anugerah Diktisaintek merupakan momen apresiasi pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi nyata dalam memajukan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Baca juga: 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
"Kerja sama para pimpinan perguruan tinggi mulai rector, wakil rektor, dekan, kepala program studi, dosen, peneliti, tendik, mitra industri, dan rekan-rekan media dengan cara masing-masing semua memiliki kontribusi sigfinikan untuk memajukan pendidikan tinggi sains dan teknologi di Indonesia," katanya saat membuka Anugerah Diktisaintek 2025 di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Wakil Pemimpin Redaksi SINDOnews.com Andry Susanto saat mewakili SINDOnews.com menerima Award Diktisaintek 2025. Foto/Neneng Zubaidah.
Ia menegaskan bahwa kemajuan tersebut tidak terlepas dari kerja sama para pimpinan perguruan tinggi, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mitra industri, hingga rekan-rekan media yang berkontribusi dengan perannya masing-masing.
Baca juga: Mahasiswa Periklanan Polimedia Angkat Isu Air Bersih hingga Kesehatan Mental Anak Muda di ADVICE 2025
Menurut Brian, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan penanda meningkatnya kepercayaan pemerintah kepada seluruh mitra strategis yang terlibat. Ia juga menyebut sivitas akademika di perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai garda terdepan kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Tanah Air.
Brian mengapresiasi kerja keras insan perguruan tinggi yang menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari memimpin institusi, melakukan penelitian, hingga membina mahasiswa. Ia menyebut seluruh dedikasi tersebut sebagai bentuk kepahlawanan di dunia pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyinggung peran perguruan tinggi dalam merespons bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengapresiasi langkah cepat kampus-kampus di daerah terdampak serta solidaritas perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bergotong royong membantu pemulihan tanpa menunggu arahan maupun pendanaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berjarak dari realitas sosial. Transformasi bangsa, menurutnya, hanya dapat terjadi ketika ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat, terutama saat masyarakat sedang membutuhkan.
Brian juga mencontohkan berbagai aksi nyata sivitas akademika di lapangan, seperti relawan dari Universitas Teuku Umar, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, hingga Universitas Syiah Kuala yang terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana, termasuk layanan kesehatan dan penjangkauan warga terisolasi.
Ia menekankan bahwa nilai ilmu pengetahuan tidak diukur dari seberapa tinggi pujian yang diterima, melainkan dari sejauh mana manfaatnya menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Kepada para penerima Anugerah Diktisaintek 2025, Brian berpesan agar tidak pernah merasa puas dan terus menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk berkontribusi lebih besar demi kemajuan bangsa serta kesejahteraan kemanusiaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M Simatupang menjelaskan bahwa Anugerah Diktisaintek telah diselenggarakan lebih dari sembilan tahun. Ajang ini berawal dari Anugerah Humas sebagai bentuk apresiasi kinerja kehumasan perguruan tinggi dan LLDikti, yang kemudian berkembang mencakup anugerah jurnalis, media, dan kerja sama.
Pada 2025, Anugerah Diktisaintek kembali digelar sebagai agenda tahunan dan menjadi penyelenggaraan kelima sejak kolaborasi seluruh unit pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dimulai pada 2021.
Tahun ini, Kemendiktisaintek memberikan 15 subkategori penghargaan, mulai dari Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek, bidang pengawasan, pendidikan tinggi, sains dan teknologi, hingga anugerah jurnalis dan media. Total sebanyak 547 penghargaan diberikan melalui proses seleksi komprehensif yang melibatkan dewan juri dan penilaian data kinerja para penerima.
(nnz)
Lihat Juga :