Dugaan Kecurangan Massal, Kampus Ini Batalkan Nilai Ujian Akhir Online Mahasiswa

Senin, 22 Desember 2025 - 14:36 WIB
loading...
Dugaan Kecurangan Massal,...
Seoul National University (SNU) membatalkan nilai ujian akhir semester sebuah mata kuliah sarjana yang digelar secara daring setelah ditemukan indikasi dugaan kecurangan massal. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Seoul National University (SNU) membatalkan nilai ujian akhir semester sebuah mata kuliah sarjana yang digelar secara daring setelah ditemukan indikasi dugaan kecurangan massal oleh mahasiswa yang sedang menjalani wajib militer.

Mengutip laporan Korea JoongAng Daily, Senin (22/12/2025), hampir separuh dari total 36 mahasiswa peserta ujian menunjukkan tanda-tanda pelanggaran akademik. Dugaan tersebut muncul setelah sistem ujian mendeteksi aktivitas mencurigakan selama pelaksanaan tes online.

Baca juga: Kisah Haru Dua Santri Aceh Tembus Banjir dan Longsor Demi Kuliah di Al Azhar Mesir

Mata kuliah yang bersangkutan merupakan mata kuliah pendidikan umum di bawah College of Natural Sciences SNU. Kelas ini termasuk dalam program pembelajaran jarak jauh yang ditujukan bagi mahasiswa yang mengambil cuti akademik untuk menjalani wajib militer, yang diwajibkan bagi seluruh pria Korea Selatan yang memenuhi syarat.

Untuk mencegah kecurangan, platform ujian online SNU dilengkapi sistem pencatatan otomatis yang merekam setiap kali mahasiswa membuka tab atau jendela lain saat ujian berlangsung. Dari hasil peninjauan asisten dosen, sekitar setengah peserta ujian tercatat membuka beberapa tab atau jendela selama tes.

Baca juga: Kemendiktisaintek Beri 572 Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025

Meski demikian, sistem tersebut tidak dapat merekam isi dari tab atau layar tambahan yang dibuka mahasiswa. Kondisi ini membuat pihak pengajar tidak dapat memastikan secara mutlak apakah tindakan tersebut benar-benar merupakan kecurangan.

Atas dasar itu, profesor pengampu mata kuliah memutuskan tidak menjatuhkan sanksi individual, melainkan membatalkan seluruh nilai ujian dan mewajibkan semua mahasiswa mengerjakan tugas pengganti.

Baca juga: Mahasiswa Periklanan Polimedia Angkat Isu Air Bersih hingga Kesehatan Mental Anak Muda di ADVICE 2025

Menanggapi insiden tersebut, SNU kini tengah menyiapkan langkah-langkah kebijakan di tingkat universitas untuk menangani pelanggaran akademik, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran daring. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyusunan pedoman penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam tugas perkuliahan.

Dalam kebijakan baru tersebut, dosen akan diminta mencantumkan secara jelas aturan penggunaan AI di silabus mata kuliah masing-masing. Selain itu, SNU juga mempertimbangkan alternatif metode evaluasi, seperti ujian open-book atau penilaian berbasis tugas, terutama untuk mata kuliah yang harus diselenggarakan secara online.

Seorang juru bicara SNU mengatakan kepada Yonhap bahwa pengurangan kelas daring bukanlah solusi yang sejalan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan universitas saat ini sedang mengeksplorasi metode evaluasi baru yang lebih adaptif dan adil.

Kasus ini menambah daftar skandal kecurangan akademik yang melibatkan penggunaan AI di sejumlah universitas papan atas Korea Selatan, termasuk Korea University dan Yonsei University.

Sebelumnya, beberapa mata kuliah di kampus-kampus tersebut juga membatalkan nilai ujian atau beralih ke ujian tatap muka setelah praktik kecurangan terungkap.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dana KJMU Sudah Cair,...
Dana KJMU Sudah Cair, 15.825 Mahasiswa Jakarta Terima Bantuan Rp9 Juta per Semester
GoStudy International-British...
GoStudy International-British Council Buka Peluang Wujudkan Mimpi Kuliah di UK
Momen Anang Hermansyah...
Momen Anang Hermansyah Kuliah S2 Viral, Asyik Nongkrong Bareng Mahasiswa
SGU Lepas 34 Mahasiswa...
SGU Lepas 34 Mahasiswa Program Double Degree ke Jerman, Raih Dua Gelar Sarjana
UICI Perkuat Posisi...
UICI Perkuat Posisi Kampus Digital, Jangkau 2.028 Mahasiswa di 18 Negara
Perkuat Literasi dan...
Perkuat Literasi dan Teknologi Imersif, UBM Resmikan 3 Fasilitas Pembelajaran Terpadu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Menjelajahi Pesona Korea:...
Menjelajahi Pesona Korea: Perpaduan Memukau Tradisi dan Modernitas di Seoul dan Incheon
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Rekomendasi
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved