ITS Kembangkan Teknologi Deteksi TBC Berbasis Suara Batuk dan IoT
Jum'at, 02 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Alat ini dirancang agar dapat terhubung dengan basis data rumah sakit, sehingga proses pengiriman dan pengelolaan data medis dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
“Perangkat ini memiliki kemampuan pra-skrining TB portable yang mudah dioperasikan oleh kader kesehatan di berbagai daerah,” tuturnya.
Inovasi yang dikembangkan oleh TBCare ini telah melalui uji validasi medis yang menghasilkan tingkat klasifikasi batuk tuberkulosis dengan sensitivitas sebesar 76 persen.
Mahasiswa program studi Teknologi Kedokteran ITS ini menambahkan, sistem yang dikembangkan juga menggunakan data primer dari tujuh belas pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dengan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 6.
Capaian gemilang tersebut membawa tim Program Kreativitas Mahasiswa kategori Karsa Cipta (PKM-KC) ITS ini meraih medali emas dalam Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) 2025 lalu.
Karya ini juga mendukung pencapaian tujuan ke-3, ke-9 dan ke-10 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni kehidupan yang sehat dan mengurangi ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan melalui inovasi yang ada. Nathania berharap agar inovasinya dapat mendukung eliminasi penyakit TBC pada tahun 2030
“Perangkat ini memiliki kemampuan pra-skrining TB portable yang mudah dioperasikan oleh kader kesehatan di berbagai daerah,” tuturnya.
Inovasi yang dikembangkan oleh TBCare ini telah melalui uji validasi medis yang menghasilkan tingkat klasifikasi batuk tuberkulosis dengan sensitivitas sebesar 76 persen.
Mahasiswa program studi Teknologi Kedokteran ITS ini menambahkan, sistem yang dikembangkan juga menggunakan data primer dari tujuh belas pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dengan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 6.
Capaian gemilang tersebut membawa tim Program Kreativitas Mahasiswa kategori Karsa Cipta (PKM-KC) ITS ini meraih medali emas dalam Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) 2025 lalu.
Karya ini juga mendukung pencapaian tujuan ke-3, ke-9 dan ke-10 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni kehidupan yang sehat dan mengurangi ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan melalui inovasi yang ada. Nathania berharap agar inovasinya dapat mendukung eliminasi penyakit TBC pada tahun 2030
(nnz)
Lihat Juga :