Kerja Sama Indonesia–Yordania Diperkuat, Ilmu Kedokteran Jadi Prioritas Strategis
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kerja sama tersebut diimplementasikan secara nyata. Untuk tahap awal, mari kita fokus pada kerja sama pada bidang ilmu kedokteran karena penguatan ilmu kedokteran menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, spesialis, serta pengembangan riset kesehatan yang kuat,” ujar Stella, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Momen Hangat Presiden Prabowo Antar Pulang Raja Yordania Abdullah II
Saat ini Yordania memiliki posisi yang strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang diakui secara internasional. Hal ini menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami, bekerjasama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah, banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan medical sciences,” tambah Wamen Stella.
Kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta pengembangan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain pendidikan dokter, kerja sama juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.
Baca juga: Momen Hangat Presiden Prabowo Antar Pulang Raja Yordania Abdullah II
Saat ini Yordania memiliki posisi yang strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang diakui secara internasional. Hal ini menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami, bekerjasama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah, banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan medical sciences,” tambah Wamen Stella.
Kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta pengembangan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain pendidikan dokter, kerja sama juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.
Lihat Juga :