Kerja Sama Indonesia–Yordania Diperkuat, Ilmu Kedokteran Jadi Prioritas Strategis
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:58 WIB
loading...
Kemendiktisaintek menjalin kerja sama internasional dengan Kerajaaan Yordania Hasyimiah. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Kemendiktisaintek menjalin kerja sama internasional dengan Kerajaaan Yordania Hasyimiah. Hubungan bilateral Indonesia dan Yordania sendiri telah terjalin sejak 1950.
Komitmen kerja sama diperkuat dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dengan Duta Besar (Dubes) Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1/2025).
Baca juga: Danantara Resmi Teken Kerja Sama dengan Yordania, Jajaki Peluang Investasi ke Luar Negeri
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan harus diimplementasikan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan. Fokus awal kerja sama diarahkan pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, mengingat urgensi penguatan sistem kesehatan nasional Indonesia.
Wamen Stella menegaskan bahwa implementasi menjadi kunci utama keberhasilan kerja sama.
“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kerja sama tersebut diimplementasikan secara nyata. Untuk tahap awal, mari kita fokus pada kerja sama pada bidang ilmu kedokteran karena penguatan ilmu kedokteran menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, spesialis, serta pengembangan riset kesehatan yang kuat,” ujar Stella, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Momen Hangat Presiden Prabowo Antar Pulang Raja Yordania Abdullah II
Saat ini Yordania memiliki posisi yang strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang diakui secara internasional. Hal ini menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami, bekerjasama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah, banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan medical sciences,” tambah Wamen Stella.
Kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta pengembangan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain pendidikan dokter, kerja sama juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.
Sebagai langkah tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk gugus tugas (task force) yang bertugas menyusun peta jalan kerja sama, mengidentifikasi program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Gugus tugas ini juga akan didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) guna memperluas jangkauan dan manfaat kerja sama.
Dubes Yordania untuk Indonesia menyambut positif penguatan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia.
Yordania juga membuka peluang berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset terapan, serta keterkaitan antara universitas, layanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.
Komitmen kerja sama diperkuat dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dengan Duta Besar (Dubes) Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1/2025).
Baca juga: Danantara Resmi Teken Kerja Sama dengan Yordania, Jajaki Peluang Investasi ke Luar Negeri
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan harus diimplementasikan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan. Fokus awal kerja sama diarahkan pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, mengingat urgensi penguatan sistem kesehatan nasional Indonesia.
Wamen Stella menegaskan bahwa implementasi menjadi kunci utama keberhasilan kerja sama.
“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kerja sama tersebut diimplementasikan secara nyata. Untuk tahap awal, mari kita fokus pada kerja sama pada bidang ilmu kedokteran karena penguatan ilmu kedokteran menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, spesialis, serta pengembangan riset kesehatan yang kuat,” ujar Stella, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Momen Hangat Presiden Prabowo Antar Pulang Raja Yordania Abdullah II
Saat ini Yordania memiliki posisi yang strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang diakui secara internasional. Hal ini menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami, bekerjasama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah, banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan medical sciences,” tambah Wamen Stella.
Kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta pengembangan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain pendidikan dokter, kerja sama juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.
Sebagai langkah tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk gugus tugas (task force) yang bertugas menyusun peta jalan kerja sama, mengidentifikasi program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Gugus tugas ini juga akan didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) guna memperluas jangkauan dan manfaat kerja sama.
Dubes Yordania untuk Indonesia menyambut positif penguatan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia.
Yordania juga membuka peluang berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset terapan, serta keterkaitan antara universitas, layanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :