Global Youth Action Fund 2026 Resmi Dibuka, Hibah Proyek Sosial Ribuan Dolar
Senin, 12 Januari 2026 - 21:40 WIB
loading...
International Baccalaureate (IB) kembali membuka pendaftaran Global Youth Action Fund. Foto/IB.
A
A
A
JAKARTA - International Baccalaureate (IB) kembali membuka pendaftaran Global Youth Action Fund, sebuah program pendanaan yang terbuka bagi para siswa berusia 12 sampai 19 tahun yang telah mengembangkan proyek atau inisiatif yang menciptakan dampak sosial positif di komunitas.
Global Youth Action Fund terbuka bagi siswa, baik perorangan atau kelompok, dari sekolah IB maupun non-IB. Periode pengajuan hibah ini akan dibuka hingga 30 Januari 2026.
Baca juga: Mendikdasmen Terbitkan Aturan Manajemen Talenta Murid, Identifikasi Bakat dan Minat Sejak Dini
Program pendanaan ini terbuka bagi anak muda yang memiliki tujuan yang jelas serta keinginan untuk membuat perubahan. Hingga saat ini, Global Youth Action Fund telah menyalurkan hibah kepada lebih dari 290 proyek yang dipimpin oleh lebih dari 440 anak muda di seluruh dunia.
Mulai dari penanganan perubahan iklim di Jakarta, pemajuan kesetaraan gender di Nairobi, hingga pembangunan inklusi digital di Lima, setiap proyek berkontribusi pada gerakan bersama aksi anak muda dan harapan kolektif.
"Sejak didirikan pada tahun 1968, IB telah berdedikasi untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih damai," ujar Nicole Bien, Chief Community Partnerships & Development Officer IB, melalui siaran pers, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Cegah Rabies Sejak Dini, Program Edukasi Interaktif Sentuh 85 Sekolah di Bali
"Anak muda saat ini menunjukkan ketangguhan dan rasa ingin tahu yang luar biasa dalam menghadapi tantangan global, dengan memulai dari komunitas mereka sendiri dan kemudian melangkah ke luar untuk mengembangkan inisiatif yang mendorong perubahan yang bermakna. Kami dengan senang hati mendukung para pemimpin muda ini dalam upaya-upaya inspiratif yang mereka lakukan," lanjutnya.
Global Youth Action Fund merupakan bagian dari komitmen IB untuk mendukung, mengangkat, dan memberdayakan suara anak muda.
Setiap proyek yang didanai harus sejalan dengan satu atau lebih dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta ditinjau oleh panel internasional yang terdiri atas para ahli, pendidik, dan pemimpin muda. Seleksi didasarkan pada:
1. Tujuan dan visi – menjawab tantangan global atau lokal yang bermakna.
2. Inovasi dan kreativitas – menawarkan pendekatan yang berani dan orisinal untuk menciptakan perubahan.
3. Dampak dan keberlanjutan – menunjukkan potensi terukur untuk memberikan manfaat jangka panjang.
4. Kolaborasi dan kepemimpinan – melibatkan pihak lain untuk menghasilkan solusi bersama.
Siswa yang terpilih akan menerima:
Hingga USD 3.000 dalam bentuk pendanaan hibah, sesuai dengan kebutuhan proyek.
Pendanaan bergantung pada permintaan siswa serta keputusan komite IB Global Youth Action Fund.
Kesempatan pendampingan dan jejaring dengan wirausahawan sosial terkemuka serta siswa penerima hibah lainnya dari berbagai belahan dunia.
"Aspek paling bermakna dari program ini adalah memperoleh wawasan langsung dari para pakar industri," ujar Sadhika Kapoor, seorang siswa dari Vietnam yang proyek EcoPsych-nya mendorong aksi ramah lingkungan di sekolah.
“Kami merasa sungguh terhormat dengan kehadiran para individu yang berprestasi luar biasa." "Mengetahui bahwa mereka memulai perjalanan sebagai agen perubahan pada usia yang sama dengan kami menjadikan mereka teladan yang semakin menginspirasi."
Global Youth Action Fund terbuka bagi siswa, baik perorangan atau kelompok, dari sekolah IB maupun non-IB. Periode pengajuan hibah ini akan dibuka hingga 30 Januari 2026.
Baca juga: Mendikdasmen Terbitkan Aturan Manajemen Talenta Murid, Identifikasi Bakat dan Minat Sejak Dini
Program pendanaan ini terbuka bagi anak muda yang memiliki tujuan yang jelas serta keinginan untuk membuat perubahan. Hingga saat ini, Global Youth Action Fund telah menyalurkan hibah kepada lebih dari 290 proyek yang dipimpin oleh lebih dari 440 anak muda di seluruh dunia.
Mulai dari penanganan perubahan iklim di Jakarta, pemajuan kesetaraan gender di Nairobi, hingga pembangunan inklusi digital di Lima, setiap proyek berkontribusi pada gerakan bersama aksi anak muda dan harapan kolektif.
"Sejak didirikan pada tahun 1968, IB telah berdedikasi untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih damai," ujar Nicole Bien, Chief Community Partnerships & Development Officer IB, melalui siaran pers, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Cegah Rabies Sejak Dini, Program Edukasi Interaktif Sentuh 85 Sekolah di Bali
"Anak muda saat ini menunjukkan ketangguhan dan rasa ingin tahu yang luar biasa dalam menghadapi tantangan global, dengan memulai dari komunitas mereka sendiri dan kemudian melangkah ke luar untuk mengembangkan inisiatif yang mendorong perubahan yang bermakna. Kami dengan senang hati mendukung para pemimpin muda ini dalam upaya-upaya inspiratif yang mereka lakukan," lanjutnya.
Global Youth Action Fund merupakan bagian dari komitmen IB untuk mendukung, mengangkat, dan memberdayakan suara anak muda.
Setiap proyek yang didanai harus sejalan dengan satu atau lebih dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta ditinjau oleh panel internasional yang terdiri atas para ahli, pendidik, dan pemimpin muda. Seleksi didasarkan pada:
1. Tujuan dan visi – menjawab tantangan global atau lokal yang bermakna.
2. Inovasi dan kreativitas – menawarkan pendekatan yang berani dan orisinal untuk menciptakan perubahan.
3. Dampak dan keberlanjutan – menunjukkan potensi terukur untuk memberikan manfaat jangka panjang.
4. Kolaborasi dan kepemimpinan – melibatkan pihak lain untuk menghasilkan solusi bersama.
Siswa yang terpilih akan menerima:
Hingga USD 3.000 dalam bentuk pendanaan hibah, sesuai dengan kebutuhan proyek.
Pendanaan bergantung pada permintaan siswa serta keputusan komite IB Global Youth Action Fund.
Kesempatan pendampingan dan jejaring dengan wirausahawan sosial terkemuka serta siswa penerima hibah lainnya dari berbagai belahan dunia.
"Aspek paling bermakna dari program ini adalah memperoleh wawasan langsung dari para pakar industri," ujar Sadhika Kapoor, seorang siswa dari Vietnam yang proyek EcoPsych-nya mendorong aksi ramah lingkungan di sekolah.
“Kami merasa sungguh terhormat dengan kehadiran para individu yang berprestasi luar biasa." "Mengetahui bahwa mereka memulai perjalanan sebagai agen perubahan pada usia yang sama dengan kami menjadikan mereka teladan yang semakin menginspirasi."
(nnz)
Lihat Juga :