7 Universitas Islam Negeri Terbaik yang Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:10 WIB
loading...
Berikut 7 PTKIN yang masuk daftar 100 terbaik nasional di Webometrics 2026. Foto/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
A
A
A
JAKARTA - Dari total 3.695 perguruan tinggi di Indonesia yang dinilai, terdapat 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri ( PTKIN ) yang berhasil menembus Top 100 Nasional Webometrics edisi Januari 2026
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) terus berkembang secara kompetitif dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum lainnya, terutama dalam aspek riset, publikasi ilmiah, serta visibilitas digital.
Baca juga: 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan transformasi PTKIN dalam memperkuat ekosistem akademik, tata kelola institusi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan reputasi global.
Dikutip dari Instagram Kemenag, berikut ini 7 PTKIN yang masuk daftar 100 terbaik nasional di Webometrics 2026.
1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Peringkat 27)
2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Peringkat 33)
3. UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Peringkat 38)
4. UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Peringkat 47)
5. UIN Sunan Ampel Surabaya (Peringkat 72)
6. UIN Mataram (Peringkat 78)
7. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Peringkat 100)
Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, UI Teratas
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat daya saing PTKIN, khususnya pada sektor riset dan publikasi jurnal ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas riset, kolaborasi akademik global, serta penguatan publikasi bereputasi menjadi kunci agar PTKIN semakin diperhitungkan dalam pemeringkatan dunia.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
Webometrics merupakan platform pemeringkatan perguruan tinggi global yang menilai kinerja institusi secara multidimensi. Penilaian tidak hanya berfokus pada jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga mencakup keterbukaan akademik, pengaruh keilmuan, dan visibilitas digital kampus di tingkat global.
Pemeringkatan ini dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juli, dengan cakupan lebih dari 32.000 institusi pendidikan tinggi dari lebih 200 negara. Webometrics bersifat independen, berbasis riset, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan akses pengetahuan.
Dalam pemeringkatan Januari 2026, Webometrics menggunakan tiga indikator utama:
Visibility (Impact) dengan bobot 50 persen, mengukur dampak institusi berdasarkan jumlah domain eksternal yang merujuk ke laman resmi kampus, menggunakan data dari Ahrefs.
Transparency (Openness) sebesar 10 persen, menilai jumlah sitasi dari 310 peneliti teratas institusi melalui Google Scholar, dengan mengecualikan 20 peneliti dengan sitasi sangat tinggi agar hasil penilaian tetap proporsional.
Excellence berbobot 40 persen, mengukur kualitas publikasi ilmiah melalui jumlah artikel yang masuk 10 persen teratas paling banyak disitasi pada periode 2019–2023, berdasarkan data Scopus dan Scimago.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Islam Negeri (UIN) terus berkembang secara kompetitif dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum lainnya, terutama dalam aspek riset, publikasi ilmiah, serta visibilitas digital.
Baca juga: 8 PTN dengan Lulusan Cepat Kerja Versi QS WUR 2026, Pilihan untuk SNPMB 2026
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan transformasi PTKIN dalam memperkuat ekosistem akademik, tata kelola institusi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan reputasi global.
7 Universitas Islam Negeri Top 100 Nasional Webometrics 2026
Dikutip dari Instagram Kemenag, berikut ini 7 PTKIN yang masuk daftar 100 terbaik nasional di Webometrics 2026.
1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Peringkat 27)
2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Peringkat 33)
3. UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Peringkat 38)
4. UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Peringkat 47)
5. UIN Sunan Ampel Surabaya (Peringkat 72)
6. UIN Mataram (Peringkat 78)
7. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Peringkat 100)
Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, UI Teratas
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat daya saing PTKIN, khususnya pada sektor riset dan publikasi jurnal ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas riset, kolaborasi akademik global, serta penguatan publikasi bereputasi menjadi kunci agar PTKIN semakin diperhitungkan dalam pemeringkatan dunia.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
Tentang Webometrics
Webometrics merupakan platform pemeringkatan perguruan tinggi global yang menilai kinerja institusi secara multidimensi. Penilaian tidak hanya berfokus pada jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga mencakup keterbukaan akademik, pengaruh keilmuan, dan visibilitas digital kampus di tingkat global.
Pemeringkatan ini dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juli, dengan cakupan lebih dari 32.000 institusi pendidikan tinggi dari lebih 200 negara. Webometrics bersifat independen, berbasis riset, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan akses pengetahuan.
Indikator Penilaian Webometrics
Dalam pemeringkatan Januari 2026, Webometrics menggunakan tiga indikator utama:
Visibility (Impact) dengan bobot 50 persen, mengukur dampak institusi berdasarkan jumlah domain eksternal yang merujuk ke laman resmi kampus, menggunakan data dari Ahrefs.
Transparency (Openness) sebesar 10 persen, menilai jumlah sitasi dari 310 peneliti teratas institusi melalui Google Scholar, dengan mengecualikan 20 peneliti dengan sitasi sangat tinggi agar hasil penilaian tetap proporsional.
Excellence berbobot 40 persen, mengukur kualitas publikasi ilmiah melalui jumlah artikel yang masuk 10 persen teratas paling banyak disitasi pada periode 2019–2023, berdasarkan data Scopus dan Scimago.
(nnz)
Lihat Juga :