Prabowo Mau Buka Kampus Kedokteran Gratis, Negara Biayai Penuh
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:03 WIB
loading...
Presiden Prabowo mengatakan akan membuka kampus kedokteran yang dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa dipungut biaya sepeser pun. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian kepada jumlah dokter di Indonesia yang minim. Prabowo menegaskan komitmennya untuk mendirikan kampus kedokteran yang dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi di Banjarbaru, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/2/2026), Prabowo menyoroti krisis tenaga medis nasional, khususnya kekurangan dokter dan dokter gigi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.
Baca juga: Unhan Buka Pendaftaran Jalur Beasiswa 2026, Kuliah Kedokteran Gratis!
Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan rakyat.
“Kita kekurangan dokter, kita kekurangan ratusan ribu dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak. Dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran,” tegas Prabowo.
Baca juga: Kisah Farras Ulinnuha, Wisudawan S1 Kedokteran UGM yang Lulus di Usia 19 Tahun
Tak berhenti pada pendidikan kedokteran , Presiden juga mengungkapkan rencana besar lain: membuka kampus-kampus teknik dan bidang strategis lainnya yang sepenuhnya dibiayai negara.
“Dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” lanjutnya.
Baca juga: 6 Kota Terbaik Dunia untuk Kuliah Kedokteran, dari London hingga Melbourne
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan. Ia ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak bangsa untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya, Saudara-saudara. Saya akan bangga melihat itu,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.
Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi kenyataan dan mengambil langkah besar demi masa depan Indonesia.
“Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani, dia menang. Berani berbuat. Sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya,” tutupnya.
Saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi di Banjarbaru, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/2/2026), Prabowo menyoroti krisis tenaga medis nasional, khususnya kekurangan dokter dan dokter gigi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.
Baca juga: Unhan Buka Pendaftaran Jalur Beasiswa 2026, Kuliah Kedokteran Gratis!
Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan rakyat.
“Kita kekurangan dokter, kita kekurangan ratusan ribu dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak. Dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran,” tegas Prabowo.
Baca juga: Kisah Farras Ulinnuha, Wisudawan S1 Kedokteran UGM yang Lulus di Usia 19 Tahun
Tak berhenti pada pendidikan kedokteran , Presiden juga mengungkapkan rencana besar lain: membuka kampus-kampus teknik dan bidang strategis lainnya yang sepenuhnya dibiayai negara.
“Dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” lanjutnya.
Baca juga: 6 Kota Terbaik Dunia untuk Kuliah Kedokteran, dari London hingga Melbourne
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan. Ia ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak bangsa untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya, Saudara-saudara. Saya akan bangga melihat itu,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.
Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi kenyataan dan mengambil langkah besar demi masa depan Indonesia.
“Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani, dia menang. Berani berbuat. Sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :