Mendikdasmen Resmikan 100 Sekolah Hasil Revitalisasi di Tangerang Raya
Rabu, 14 Januari 2026 - 19:14 WIB
loading...
Upaya menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif terus diperkuat pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Foto/BKHM.
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Upaya menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif terus diperkuat pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan meresmikan 100 sekolah di wilayah Tangerang Raya di SD Islam Ruhama Lab School Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (14/1/2026).
Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melaksanakan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Banten menjangkau 323 sekolah yang terdiri atas 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp380 miliar.
Baca juga: Revitalisasi Sekolah di SMKN 1 Cibogo Subang Dongkrak Fasilitas dan Semangat Belajar
Khusus di wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, tercatat 96 sekolah penerima Revitalisasi yang terdiri atas 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp105 miliar.
Di Kota Tangerang Selatan, Revitalisasi dilakukan pada 22 sekolah yang terdiri atas 1 PAUD, 8 SD, 2 SMP, 5 SMA, 5 SMK, dan 1 SLB, dengan total nilai bantuan Rp24 miliar. Di Kota Tangerang, terdapat 16 sekolah penerima revitalisasi yang meliputi 2 SD, 1 SMP, 6 SMA, dan 7 SMK, dengan total nilai bantuan Rp26,2 miliar.
Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, Revitalisasi menjangkau 58 sekolah yang terdiri atas 2 PAUD, 13 SD, 10 SMP, 19 SMA, 9 SMK, 1 SLB, dan 4 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp55,6 miliar.
Baca juga: Prabowo: Perbaikan Sekolah dan Sarana Desa di Aceh Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Revitalisasi sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan satuan pendidikan menjadi ruang belajar yang layak dan bermartabat. “Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan sekolah-sekolah kita menjadi tempat belajar yang layak, aman, dan mendukung pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Mu’ti..
Revitalisasi mencakup perbaikan dan pembangunan ruang kelas, fasilitas sanitasi, ruang praktik, perpustakaan, laboratorium, serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi tempat belajar yang aman, ramah anak, dan mendukung pembelajaran yang menyenangkan. “Revitalisasi tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi ruang kelas, tetapi juga penambahan toilet, perpustakaan, laboratorium, dan berbagai sarana fisik lainnya agar sekolah benar-benar mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas,” kata Mu’ti.
Selain Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan revitalisasi vokasi dan pendidikan khusus serta pendidikan layanan khusus (PKPLK). Total nilai bantuan vokasi PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp131,73 miliar. Khusus di wilayah Tangerang Raya, nilai bantuan mencapai Rp54,75 miliar, dengan rincian Kota Tangerang Selatan sebesar Rp11,20 miliar, Kota Tangerang Rp19,42 miliar, dan Kabupaten Tangerang Rp24,13 miliar. Sebanyak 100 sekolah di wilayah Tangerang Raya diresmikan pada kegiatan ini.
Rangkaian kegiatan peresmian diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara serentak oleh 100 sekolah di Tangerang Raya sebagai upaya menumbuhkan karakter positif peserta didik.
Menutup sambutannya, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat revitalisasi sekolah secara berkelanjutan. “Sebagaimana arahan Presiden, kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak. Sekolah harus menjadi tempat yang memuliakan anak,” pungkasnya.
Selain peresmian revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga turut meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, spiritual, dan digital.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 serta menutup kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melaksanakan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Banten menjangkau 323 sekolah yang terdiri atas 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp380 miliar.
Baca juga: Revitalisasi Sekolah di SMKN 1 Cibogo Subang Dongkrak Fasilitas dan Semangat Belajar
Khusus di wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, tercatat 96 sekolah penerima Revitalisasi yang terdiri atas 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp105 miliar.
Di Kota Tangerang Selatan, Revitalisasi dilakukan pada 22 sekolah yang terdiri atas 1 PAUD, 8 SD, 2 SMP, 5 SMA, 5 SMK, dan 1 SLB, dengan total nilai bantuan Rp24 miliar. Di Kota Tangerang, terdapat 16 sekolah penerima revitalisasi yang meliputi 2 SD, 1 SMP, 6 SMA, dan 7 SMK, dengan total nilai bantuan Rp26,2 miliar.
Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, Revitalisasi menjangkau 58 sekolah yang terdiri atas 2 PAUD, 13 SD, 10 SMP, 19 SMA, 9 SMK, 1 SLB, dan 4 PKBM, dengan total nilai bantuan sebesar Rp55,6 miliar.
Baca juga: Prabowo: Perbaikan Sekolah dan Sarana Desa di Aceh Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Revitalisasi sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan satuan pendidikan menjadi ruang belajar yang layak dan bermartabat. “Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan sekolah-sekolah kita menjadi tempat belajar yang layak, aman, dan mendukung pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Mu’ti..
Revitalisasi mencakup perbaikan dan pembangunan ruang kelas, fasilitas sanitasi, ruang praktik, perpustakaan, laboratorium, serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi tempat belajar yang aman, ramah anak, dan mendukung pembelajaran yang menyenangkan. “Revitalisasi tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi ruang kelas, tetapi juga penambahan toilet, perpustakaan, laboratorium, dan berbagai sarana fisik lainnya agar sekolah benar-benar mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas,” kata Mu’ti.
Selain Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan revitalisasi vokasi dan pendidikan khusus serta pendidikan layanan khusus (PKPLK). Total nilai bantuan vokasi PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp131,73 miliar. Khusus di wilayah Tangerang Raya, nilai bantuan mencapai Rp54,75 miliar, dengan rincian Kota Tangerang Selatan sebesar Rp11,20 miliar, Kota Tangerang Rp19,42 miliar, dan Kabupaten Tangerang Rp24,13 miliar. Sebanyak 100 sekolah di wilayah Tangerang Raya diresmikan pada kegiatan ini.
Rangkaian kegiatan peresmian diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara serentak oleh 100 sekolah di Tangerang Raya sebagai upaya menumbuhkan karakter positif peserta didik.
Menutup sambutannya, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat revitalisasi sekolah secara berkelanjutan. “Sebagaimana arahan Presiden, kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak. Sekolah harus menjadi tempat yang memuliakan anak,” pungkasnya.
Selain peresmian revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga turut meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, spiritual, dan digital.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 serta menutup kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :