Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun per Tahun, Fokus Swasembada Pangan-Waste to Energy
Kamis, 15 Januari 2026 - 14:27 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat kepada rektor serta pimpinan PTN dan PTS di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto/BPMI Setpres.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memutuskan menambah alokasi dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun. Tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat riset strategis guna mengejar swasembada pangan, swasembada energi, hingga mendukung industrialisasi dan hilirisasi nasional, termasuk pengembangan waste to energy.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat kepada rektor serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini yang Dibahas
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, sebelumnya dana riset perguruan tinggi hanya sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Tadi di dalam pertemuan ada beberapa hal yang kemudian juga disampaikan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan. Salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp8 triliun. Itu setara dengan 0,34% dari APBN kita,” ujar Prasetyo.
Baca juga: Dana Riset Naik 218% di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo
Dengan tambahan tersebut, total dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun. Prasetyo menegaskan, dana ini diharapkan mampu memperkuat riset di seluruh universitas, termasuk melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Oleh karena itulah, dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar 4 triliun yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan penekanan agar riset-riset yang didanai difokuskan pada beberapa sektor prioritas yakni swasembada pangan, swasembada energi, kemudian menyiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyatakan penambahan dana riset merupakan bukti nyata besarnya perhatian Presiden terhadap dunia akademik dan riset.
“Secara khusus tadi kami sampaikan bahwa bapak presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun. Itu suatu bukti dan gambaran betapa bapak presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi kepada seluruh peneliti dan guru besar untuk memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” ujar Brian.
Brian menegaskan, tambahan dana riset tersebut berlaku untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Terkait fokus penggunaan dana, Brian menjelaskan bahwa riset akan diarahkan untuk mendukung pembangunan industri strategis nasional.
“Sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan di-lokomotifi oleh Danantara mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya tadi ada 18 proyek strategis, itu diharapkan perguruan tinggi membackup dengan riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri menjadi cukup tinggi,” katanya.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat kepada rektor serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini yang Dibahas
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, sebelumnya dana riset perguruan tinggi hanya sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Tadi di dalam pertemuan ada beberapa hal yang kemudian juga disampaikan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan. Salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp8 triliun. Itu setara dengan 0,34% dari APBN kita,” ujar Prasetyo.
Baca juga: Dana Riset Naik 218% di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo
Dengan tambahan tersebut, total dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun. Prasetyo menegaskan, dana ini diharapkan mampu memperkuat riset di seluruh universitas, termasuk melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Oleh karena itulah, dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar 4 triliun yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan penekanan agar riset-riset yang didanai difokuskan pada beberapa sektor prioritas yakni swasembada pangan, swasembada energi, kemudian menyiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyatakan penambahan dana riset merupakan bukti nyata besarnya perhatian Presiden terhadap dunia akademik dan riset.
“Secara khusus tadi kami sampaikan bahwa bapak presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun. Itu suatu bukti dan gambaran betapa bapak presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi kepada seluruh peneliti dan guru besar untuk memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” ujar Brian.
Brian menegaskan, tambahan dana riset tersebut berlaku untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Terkait fokus penggunaan dana, Brian menjelaskan bahwa riset akan diarahkan untuk mendukung pembangunan industri strategis nasional.
“Sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan di-lokomotifi oleh Danantara mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya tadi ada 18 proyek strategis, itu diharapkan perguruan tinggi membackup dengan riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri menjadi cukup tinggi,” katanya.
(nnz)
Lihat Juga :