Universitas Brawijaya Gratiskan UKT bagi Mahasiswa Korban Bencana di Sumatera
Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya melalui pembebasan UKT, Universitas Brawijaya juga telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan lainnya kepada mahasiswa terdampak. Pada Desember 2025, UB tercatat telah memberikan bantuan biaya hidup serta melakukan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir, termasuk penyediaan air bersih, layanan kesehatan, serta pendampingan sosial bagi masyarakat dan mahasiswa.
M.Khoiru Rusydi menjelaskan bahwa kebijakan pembebasan UKT akibat bencana alam bukan kali pertama diterapkan oleh Universitas Brawijaya. Sebelumnya, kebijakan serupa juga pernah dijalankan pada masa pandemi Covid-19 maupun pada bencana-bencana nasional lainnya, dengan menyesuaikan sistem administrasi dan kebijakan akademik yang berlaku saat itu.
“Prinsipnya, ketika mahasiswa terdampak secara nyata, baik dari sisi keluarga maupun ekonomi, universitas akan berupaya hadir memberikan solusi. Kami tidak ingin ada mahasiswa yang terhambat atau bahkan berhenti studi hanya karena kendala pendanaan akibat bencana,” tegasnya.
Universitas Brawijaya juga membuka kemungkinan untuk melakukan evaluasi lanjutan terhadap kebijakan ini apabila dampak bencana masih berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Evaluasi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi mahasiswa dan situasi di daerah terdampak, termasuk peluang penerapan kebijakan pembebasan atau keringanan UKT pada semester berikutnya.
Pihak universitas mengimbau mahasiswa yang terdampak bencana untuk aktif melaporkan kondisi mereka melalui BEM, Direktorat Kemahasiswaan, maupun fakultas masing-masing. Pelaporan tersebut dinilai penting agar universitas dapat memetakan kebutuhan mahasiswa secara lebih komprehensif dan memberikan bantuan yang sesuai.
M.Khoiru Rusydi menjelaskan bahwa kebijakan pembebasan UKT akibat bencana alam bukan kali pertama diterapkan oleh Universitas Brawijaya. Sebelumnya, kebijakan serupa juga pernah dijalankan pada masa pandemi Covid-19 maupun pada bencana-bencana nasional lainnya, dengan menyesuaikan sistem administrasi dan kebijakan akademik yang berlaku saat itu.
“Prinsipnya, ketika mahasiswa terdampak secara nyata, baik dari sisi keluarga maupun ekonomi, universitas akan berupaya hadir memberikan solusi. Kami tidak ingin ada mahasiswa yang terhambat atau bahkan berhenti studi hanya karena kendala pendanaan akibat bencana,” tegasnya.
Universitas Brawijaya juga membuka kemungkinan untuk melakukan evaluasi lanjutan terhadap kebijakan ini apabila dampak bencana masih berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Evaluasi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi mahasiswa dan situasi di daerah terdampak, termasuk peluang penerapan kebijakan pembebasan atau keringanan UKT pada semester berikutnya.
Pihak universitas mengimbau mahasiswa yang terdampak bencana untuk aktif melaporkan kondisi mereka melalui BEM, Direktorat Kemahasiswaan, maupun fakultas masing-masing. Pelaporan tersebut dinilai penting agar universitas dapat memetakan kebutuhan mahasiswa secara lebih komprehensif dan memberikan bantuan yang sesuai.
(nnz)
Lihat Juga :