Unibang Perluas Akses Kuliah bagi Mahasiswa Tidak Mampu lewat KIP Kuliah dan Beasiswa
Selasa, 20 Januari 2026 - 12:00 WIB
loading...
Wisuda Angkatan II Unibang Tahun Anggaran 2024/2025 di Tangerang. Foto/Unibang.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Bhakti Asih Tangerang (Unibang) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa kurang mampu melalui dukungan Kartu Indonesia Pintar Kuliah ( KIP Kuliah ) dari pemerintah serta beasiswa bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disediakan oleh yayasan.
Rektor Unibang, Paristiyanti Nurwardani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada Unibang sebagai perguruan tinggi yang baru berusia dua tahun.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Tahun lalu kami hanya mendapatkan kuota KIP Kuliah untuk 5 mahasiswa. Tahun ini meningkat luar biasa menjadi 105 penerima. Kenaikannya sangat signifikan,” ujar Paristiyanti usai Wisuda Angkatan ke-2 Unibang Tahun Akademik 2024/2025 di Tangerang, dikutip Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, peningkatan kuota tersebut merupakan bentuk kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kepada Unibang.
Baca juga: UKT ITS Jalur SNBP dan SNBT 2026 Lengkap Semua Prodi, Mulai Rp500 Ribu hingga Rp30 Juta
“Ini adalah kepercayaan luar biasa dari Pak Menteri Prof. Brian. Universitas yang baru berumur dua tahun diberikan kuota KIP Kuliah sebanyak 105 mahasiswa,” katanya.
Tak hanya dari pemerintah, dukungan besar juga datang dari Yayasan Bhakti Asih. Paristiyanti menegaskan peran penting Pembina Yayasan Dedeh Nurhayati dan Ketua Yayasan Dr. Sulaiman Ratman yang terus memberikan dukungan nyata.
“Bu Hajah Dede dan Pak Dokter Sulaiman tidak pernah berhenti memberikan support. Tahun ini, yayasan memberikan beasiswa bebas UKT kepada 400 mahasiswa. Ini luar biasa dan sangat inspiratif,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi yayasan lain yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan agar turut berkontribusi mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.
Pada Dies Natalis ke-2 Unibang, kampus tersebut juga mencatat pertumbuhan signifikan. Tahun ini, Unibang mewisuda 92 mahasiswa, meningkat dari 62 lulusan pada tahun sebelumnya. Jumlah mahasiswa pun melonjak tajam.
“Tahun lalu total mahasiswa kami hanya 196 orang. Tahun ini, mahasiswa baru mencapai 938 orang. Ini pertumbuhan yang sangat signifikan,” jelas Paristiyanti.
Dalam pengembangan kualitas akademik, Unibang juga berkomitmen meningkatkan kualifikasi dosen. Sebanyak 14 dosen akan melanjutkan studi doktoral di Malaysia dan Indonesia, dengan target 40 persen dosen bergelar doktor dalam kurun waktu 2–4 tahun.
“Kami berkomitmen menyekolahkan 40 persen dosen untuk meraih doktor. Ini bagian dari langkah besar kami menuju Unibang unggul,” katanya.
Dari sisi mutu akademik, Unibang mencatat capaian positif dengan dua program studi langsung naik akreditasi menjadi Baik, yakni S1 Keperawatan dan Diploma 3 Kebidanan, meski usia kampus masih sangat muda.
Selain pendidikan, Unibang juga mendukung program 3G Pemerintah Kota Tangerang: Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako. Dalam hal “Gampang Sekolah”, Unibang mendukung penuh melalui 400 beasiswa bebas UKT.
Sementara untuk “Gampang Kerja”, Unibang membuka peluang magang dan kerja ke Jepang bagi mahasiswa sejak semester 5.
“Mahasiswa kami difasilitasi magang ke Jepang selama 2–4 semester dengan gaji minimal Rp18 juta per bulan. Bahkan pelatihan Bahasa Jepang N4 dan Bahasa Inggris diberikan gratis,” ungkap Paristiyanti.
Program tersebut mencakup mahasiswa S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, Profesi Ners, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, serta Administrasi Rumah Sakit, dengan dukungan mitra internasional dan jaringan industri.
Ke depan, Unibang menargetkan pencapaian besar, yakni menjadi perguruan tinggi unggul pada 2028, mempercepat penguatan SDM dosen, serta menyiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran dalam 2–4 tahun ke depan.
“Kami ingin Unibang menjadi lokomotif inovasi pendidikan, dicintai mahasiswa, alumni, masyarakat, Kota Tangerang, hingga Provinsi Banten,” pungkasnya.
Rektor Unibang, Paristiyanti Nurwardani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada Unibang sebagai perguruan tinggi yang baru berusia dua tahun.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Tahun lalu kami hanya mendapatkan kuota KIP Kuliah untuk 5 mahasiswa. Tahun ini meningkat luar biasa menjadi 105 penerima. Kenaikannya sangat signifikan,” ujar Paristiyanti usai Wisuda Angkatan ke-2 Unibang Tahun Akademik 2024/2025 di Tangerang, dikutip Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, peningkatan kuota tersebut merupakan bentuk kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kepada Unibang.
Baca juga: UKT ITS Jalur SNBP dan SNBT 2026 Lengkap Semua Prodi, Mulai Rp500 Ribu hingga Rp30 Juta
“Ini adalah kepercayaan luar biasa dari Pak Menteri Prof. Brian. Universitas yang baru berumur dua tahun diberikan kuota KIP Kuliah sebanyak 105 mahasiswa,” katanya.
Tak hanya dari pemerintah, dukungan besar juga datang dari Yayasan Bhakti Asih. Paristiyanti menegaskan peran penting Pembina Yayasan Dedeh Nurhayati dan Ketua Yayasan Dr. Sulaiman Ratman yang terus memberikan dukungan nyata.
“Bu Hajah Dede dan Pak Dokter Sulaiman tidak pernah berhenti memberikan support. Tahun ini, yayasan memberikan beasiswa bebas UKT kepada 400 mahasiswa. Ini luar biasa dan sangat inspiratif,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi yayasan lain yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan agar turut berkontribusi mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.
Pada Dies Natalis ke-2 Unibang, kampus tersebut juga mencatat pertumbuhan signifikan. Tahun ini, Unibang mewisuda 92 mahasiswa, meningkat dari 62 lulusan pada tahun sebelumnya. Jumlah mahasiswa pun melonjak tajam.
“Tahun lalu total mahasiswa kami hanya 196 orang. Tahun ini, mahasiswa baru mencapai 938 orang. Ini pertumbuhan yang sangat signifikan,” jelas Paristiyanti.
Dalam pengembangan kualitas akademik, Unibang juga berkomitmen meningkatkan kualifikasi dosen. Sebanyak 14 dosen akan melanjutkan studi doktoral di Malaysia dan Indonesia, dengan target 40 persen dosen bergelar doktor dalam kurun waktu 2–4 tahun.
“Kami berkomitmen menyekolahkan 40 persen dosen untuk meraih doktor. Ini bagian dari langkah besar kami menuju Unibang unggul,” katanya.
Dari sisi mutu akademik, Unibang mencatat capaian positif dengan dua program studi langsung naik akreditasi menjadi Baik, yakni S1 Keperawatan dan Diploma 3 Kebidanan, meski usia kampus masih sangat muda.
Selain pendidikan, Unibang juga mendukung program 3G Pemerintah Kota Tangerang: Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako. Dalam hal “Gampang Sekolah”, Unibang mendukung penuh melalui 400 beasiswa bebas UKT.
Sementara untuk “Gampang Kerja”, Unibang membuka peluang magang dan kerja ke Jepang bagi mahasiswa sejak semester 5.
“Mahasiswa kami difasilitasi magang ke Jepang selama 2–4 semester dengan gaji minimal Rp18 juta per bulan. Bahkan pelatihan Bahasa Jepang N4 dan Bahasa Inggris diberikan gratis,” ungkap Paristiyanti.
Program tersebut mencakup mahasiswa S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, Profesi Ners, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, serta Administrasi Rumah Sakit, dengan dukungan mitra internasional dan jaringan industri.
Ke depan, Unibang menargetkan pencapaian besar, yakni menjadi perguruan tinggi unggul pada 2028, mempercepat penguatan SDM dosen, serta menyiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran dalam 2–4 tahun ke depan.
“Kami ingin Unibang menjadi lokomotif inovasi pendidikan, dicintai mahasiswa, alumni, masyarakat, Kota Tangerang, hingga Provinsi Banten,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :