Olimpiade Bahasa ke-6 dan IYLF Batch 3 Sukses Digelar di Poliwangi
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 16:38 WIB
loading...
Ratusan pelajar dari berbagai provinsi mengikuti Language Olympiad Festival (LOF) ke-6 dan Indonesian Youth Literacy Festival (IYLF) Batch 3 di Auditorium Abdullah Azwar Anas, Poliwangi. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANYUWANGI - Ratusan pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di Auditorium Abdullah Azwar Anas, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Jawa Timur. Mereka mengikuti Language Olympiad Festival (LOF) ke-6 dan Indonesian Youth Literacy Festival (IYLF) Batch 3.
Event ini digelar pada 18 Oktober 2025 oleh Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) bekerja sama dengan Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi. Ini dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Nasional 2025.
Ajang bergengsi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi pelajar SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan di bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin. Tak hanya itu, tiga sub-lomba literasi — Pidato, Cerita Rakyat , dan Puisi — turut menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Baca juga: SMA Labschool Jakarta Unjuk Karya Literasi di Festival Jakarta Panen Buku 2025
Acara dibuka dengan penampilan seni budaya khas Banyuwangi, menghadirkan tarian tradisional yang menampilkan harmoni antara kearifan lokal dan semangat muda. Suasana semarak dan penuh kebanggaan menjadi awal yang mengesankan bagi seluruh peserta.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan memiliki kemampuan literasi yang kuat di era global,” katanya.
Pembina Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi, Siska Aprilia Hardiyanti bangga atas sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penggerak literasi nasional. “Poliwangi berkomitmen menjadi rumah bagi kegiatan positif yang menumbuhkan semangat belajar, literasi, dan budaya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RnD GYPEM, Dana Yudha Setiawan menegaskan ajang LOF dan IYLF tidak hanya sekadar kompetisi. Event ini juga wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kolaborasi antarpelajar dari berbagai daerah. “Kami ingin menciptakan ekosistem positif di mana pelajar Indonesia dapat belajar bersama, berinovasi, dan saling menghargai perbedaan,” jelasnya.
Setelah melalui serangkaian babak seleksi yang ketat, acara puncak ditutup dengan penyerahan seluruh penghargaan kepada para pemenang. Piala GYPEM diraih oleh Achmad Wildan Ega Nada dari MA Unggulan Al-Azhar Muncar dan Zaahirah Oktaviani Syafitri dari MTsN 8 Banyuwangi.
Piala Direktur diberikan kepada SMP DDI Mangkoso dan SMAN 1 Rogojampi. Sementara Piala Bupati Banyuwangi juga berhasil diraih oleh kedua sekolah tersebut. Penyerahan piala dilakukan langsung oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, jajaran Poliwangi, serta tim GYPEM Indonesia. Sorak tepuk tangan dan rasa bangga mengiringi momen tersebut, menutup kegiatan dengan penuh haru dan kebersamaan. Baca juga: 10 Contoh Legenda Nusantara, dari Kisah Sangkuriang hingga Cerita Empat Raja Papua
Usai acara, CEO Digital Edu Indonesia sekaligus Founder GYPEM, Ahmad Qomaruddin menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan nasional ini. "Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa semangat literasi masih kuat di kalangan pelajar Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan agar semakin banyak sekolah dan daerah dapat berpartisipasi,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya LOF #6 dan IYLF Batch 3 di Banyuwangi, semangat literasi, budaya, dan kolaborasi anak muda Indonesia semakin menguat. Menjadikan Banyuwangi bukan hanya dikenal sebagai Kota Festival, tetapi juga kota inspiratif bagi kemajuan pendidikan dan literasi nasional.
Event ini digelar pada 18 Oktober 2025 oleh Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) bekerja sama dengan Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi. Ini dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Nasional 2025.
Ajang bergengsi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi pelajar SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan di bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin. Tak hanya itu, tiga sub-lomba literasi — Pidato, Cerita Rakyat , dan Puisi — turut menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Baca juga: SMA Labschool Jakarta Unjuk Karya Literasi di Festival Jakarta Panen Buku 2025
Acara dibuka dengan penampilan seni budaya khas Banyuwangi, menghadirkan tarian tradisional yang menampilkan harmoni antara kearifan lokal dan semangat muda. Suasana semarak dan penuh kebanggaan menjadi awal yang mengesankan bagi seluruh peserta.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan memiliki kemampuan literasi yang kuat di era global,” katanya.
Pembina Riset, Pengabdian, dan Bahasa (RPB) Poliwangi, Siska Aprilia Hardiyanti bangga atas sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penggerak literasi nasional. “Poliwangi berkomitmen menjadi rumah bagi kegiatan positif yang menumbuhkan semangat belajar, literasi, dan budaya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RnD GYPEM, Dana Yudha Setiawan menegaskan ajang LOF dan IYLF tidak hanya sekadar kompetisi. Event ini juga wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kolaborasi antarpelajar dari berbagai daerah. “Kami ingin menciptakan ekosistem positif di mana pelajar Indonesia dapat belajar bersama, berinovasi, dan saling menghargai perbedaan,” jelasnya.
Setelah melalui serangkaian babak seleksi yang ketat, acara puncak ditutup dengan penyerahan seluruh penghargaan kepada para pemenang. Piala GYPEM diraih oleh Achmad Wildan Ega Nada dari MA Unggulan Al-Azhar Muncar dan Zaahirah Oktaviani Syafitri dari MTsN 8 Banyuwangi.
Piala Direktur diberikan kepada SMP DDI Mangkoso dan SMAN 1 Rogojampi. Sementara Piala Bupati Banyuwangi juga berhasil diraih oleh kedua sekolah tersebut. Penyerahan piala dilakukan langsung oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, jajaran Poliwangi, serta tim GYPEM Indonesia. Sorak tepuk tangan dan rasa bangga mengiringi momen tersebut, menutup kegiatan dengan penuh haru dan kebersamaan. Baca juga: 10 Contoh Legenda Nusantara, dari Kisah Sangkuriang hingga Cerita Empat Raja Papua
Usai acara, CEO Digital Edu Indonesia sekaligus Founder GYPEM, Ahmad Qomaruddin menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan nasional ini. "Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa semangat literasi masih kuat di kalangan pelajar Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan agar semakin banyak sekolah dan daerah dapat berpartisipasi,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya LOF #6 dan IYLF Batch 3 di Banyuwangi, semangat literasi, budaya, dan kolaborasi anak muda Indonesia semakin menguat. Menjadikan Banyuwangi bukan hanya dikenal sebagai Kota Festival, tetapi juga kota inspiratif bagi kemajuan pendidikan dan literasi nasional.
(poe)
Lihat Juga :