UNEJ Teliti Paku Pohon Purba di Ijen Geopark, Kekayaan Alam Bernilai Konservasi Tinggi
Jum'at, 17 April 2026 - 10:20 WIB
loading...
Suasana hutan di Erek-erek Geoforest. Foto/UNEJ.
A
A
A
JEMBER - Ijen Geopark , khususnya wilayah Erek-erek Geoforest di Banyuwangi memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Salah satunya dengan keberadaan tanaman paku pohon atau paku tiang.
Tumbuhan paku dari marga Cyathea ini tergolong tanaman zaman prasejarah karena diperkirakan sudah ada di bumi semenjak 65 juta tahun yang lalu.
Para dosen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Jember (UNEJ) yang meneliti, menemukan ada dua jenis paku pohon di wilayah Erek-erek Geoforest, yakni Cyathea contaminas dan Cyathea orientalis .
Baca juga: Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Menurut salah satu peneliti FMIPA UNEJ, Prof. Hari Sulistyowati, paku pohon tumbuh subur di Erek-erek Geoforest yang berada di ketinggian antara 1.600 hingga 1.700 Mdpl. Masuk dalam kawasan Perhutani Wilayah Barat Banyuwangi.
Bahkan timnya menemukan banyak paku pohon yang tingginya mencapai enam hingga sepuluh meter seperti pohon kelapa. Kondisi ini dimungkinkan karena lingkungan Erek-erek Geoforest yang masih alami, kelembaban tinggi, kanopi pohon yang rapat dan limpahan sumber air.
Tumbuhan paku dari marga Cyathea ini tergolong tanaman zaman prasejarah karena diperkirakan sudah ada di bumi semenjak 65 juta tahun yang lalu.
Para dosen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Jember (UNEJ) yang meneliti, menemukan ada dua jenis paku pohon di wilayah Erek-erek Geoforest, yakni Cyathea contaminas dan Cyathea orientalis .
Baca juga: Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Menurut salah satu peneliti FMIPA UNEJ, Prof. Hari Sulistyowati, paku pohon tumbuh subur di Erek-erek Geoforest yang berada di ketinggian antara 1.600 hingga 1.700 Mdpl. Masuk dalam kawasan Perhutani Wilayah Barat Banyuwangi.
Bahkan timnya menemukan banyak paku pohon yang tingginya mencapai enam hingga sepuluh meter seperti pohon kelapa. Kondisi ini dimungkinkan karena lingkungan Erek-erek Geoforest yang masih alami, kelembaban tinggi, kanopi pohon yang rapat dan limpahan sumber air.
Lihat Juga :