Unpad Buka Prodi S1 Rekayasa Kosmetik, Siap Terima Mahasiswa Baru
Kamis, 22 Januari 2026 - 07:57 WIB
loading...
Unpad resmi membuka program studi baru jenjang Sarjana (S1), yakni Rekayasa Kosmetik. Foto/Unpad.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka program studi baru jenjang Sarjana (S1), yakni Rekayasa Kosmetik, yang berada di bawah naungan Fakultas Farmasi Unpad. Program studi ini akan mulai menerima mahasiswa baru pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
Pembukaan Prodi S1 Rekayasa Kosmetik Unpad dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan industri kosmetik yang terus berkembang pesat di Indonesia.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyatakan bahwa kehadiran program studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri kosmetika nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: UI Resmikan Prodi Sarjana Artificial Intelligence, Mulai Terima Mahasiswa di 2026
“Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, Unpad membuka program studi baru jenjang Sarjana Rekayasa Kosmetik. Dengan pengalaman Fakultas Farmasi yang telah teruji, kami optimistis prodi ini dapat diterima masyarakat serta memberikan dampak positif bagi industri dan ekonomi Indonesia,”katanya, dikutip dari laman Unpad, Kamis (22/1/2026)
Baca juga: Dukung Industri Kreatif dan Pariwisata, BINUS University Luncurkan 2 Prodi Baru
Menurut Prof. Auliya, Fakultas Farmasi Unpad memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang kosmetik, didukung sarana prasarana serta laboratorium yang memadai sebagai pusat riset dan pembelajaran mahasiswa.
“Fakultas Farmasi Unpad siap menyelenggarakan Prodi Rekayasa Kosmetik dengan SDM yang mumpuni, fasilitas yang lengkap, serta laboratorium yang menunjang kegiatan penelitian mahasiswa,” jelasnya.
Prof. Auliya menambahkan, prodi ini memiliki kekhasan dibandingkan Program Studi Farmasi. Rekayasa Kosmetik secara khusus berfokus pada pengembangan produk kosmetik, mulai dari perumusan sediaan, formulasi, proses produksi, hingga strategi pemasaran.
“Mahasiswa akan mempelajari bagaimana memformulasikan produk kosmetik yang baik, aspek regulasi, quality control, hingga pemasaran. Tidak hanya produksi, tetapi seluruh aspek kefarmasian akan menjadi kekuatan utama prodi ini,” terangnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional, Fakultas Farmasi Unpad juga telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PT Paragon, BPOM, serta Kementerian Kesehatan RI. Kurikulum Prodi Rekayasa Kosmetik disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan industri sebagai calon pengguna lulusan.
“Lulusan Rekayasa Kosmetik memiliki peluang besar, baik sebagai formulator di industri kosmetik, regulator, maupun menjadi entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal keilmuan yang kuat,” pungkas Prof. Auliya.
Pembukaan Prodi S1 Rekayasa Kosmetik Unpad dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan industri kosmetik yang terus berkembang pesat di Indonesia.
Jawab Kebutuhan Industri
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyatakan bahwa kehadiran program studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri kosmetika nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: UI Resmikan Prodi Sarjana Artificial Intelligence, Mulai Terima Mahasiswa di 2026
“Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, Unpad membuka program studi baru jenjang Sarjana Rekayasa Kosmetik. Dengan pengalaman Fakultas Farmasi yang telah teruji, kami optimistis prodi ini dapat diterima masyarakat serta memberikan dampak positif bagi industri dan ekonomi Indonesia,”katanya, dikutip dari laman Unpad, Kamis (22/1/2026)
Lolos Akreditasi BAN-PT
Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang rekayasa kosmetik semakin meningkat seiring pertumbuhan industri kecantikan. Prodi Rekayasa Kosmetik Unpad pun telah dinyatakan lolos akreditasi pertama dari BAN-PT.Baca juga: Dukung Industri Kreatif dan Pariwisata, BINUS University Luncurkan 2 Prodi Baru
Menurut Prof. Auliya, Fakultas Farmasi Unpad memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang kosmetik, didukung sarana prasarana serta laboratorium yang memadai sebagai pusat riset dan pembelajaran mahasiswa.
“Fakultas Farmasi Unpad siap menyelenggarakan Prodi Rekayasa Kosmetik dengan SDM yang mumpuni, fasilitas yang lengkap, serta laboratorium yang menunjang kegiatan penelitian mahasiswa,” jelasnya.
Kuota dan Jalur Penerimaan
Pada tahap awal, daya tampung Prodi S1 Rekayasa Kosmetik Unpad sebanyak 80 mahasiswa, yang akan diseleksi melalui tiga jalur penerimaan, yakni SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.Prof. Auliya menambahkan, prodi ini memiliki kekhasan dibandingkan Program Studi Farmasi. Rekayasa Kosmetik secara khusus berfokus pada pengembangan produk kosmetik, mulai dari perumusan sediaan, formulasi, proses produksi, hingga strategi pemasaran.
“Mahasiswa akan mempelajari bagaimana memformulasikan produk kosmetik yang baik, aspek regulasi, quality control, hingga pemasaran. Tidak hanya produksi, tetapi seluruh aspek kefarmasian akan menjadi kekuatan utama prodi ini,” terangnya.
Peluang Karier
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia membuka peluang karier yang sangat luas bagi lulusan Rekayasa Kosmetik. Lulusan diharapkan tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam inovasi dan pengembangan produk kosmetik.Sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional, Fakultas Farmasi Unpad juga telah menginisiasi kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PT Paragon, BPOM, serta Kementerian Kesehatan RI. Kurikulum Prodi Rekayasa Kosmetik disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan industri sebagai calon pengguna lulusan.
“Lulusan Rekayasa Kosmetik memiliki peluang besar, baik sebagai formulator di industri kosmetik, regulator, maupun menjadi entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal keilmuan yang kuat,” pungkas Prof. Auliya.
(nnz)
Lihat Juga :