Beasiswa LPDP untuk Kader Ulama Masjid Istiqlal 2026 Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Jum'at, 23 Januari 2026 - 15:30 WIB
loading...
Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) mengumumkan pembukaan Program Beasiswa LPDP–PKUMI 2026. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) mengumumkan pembukaan Program Beasiswa LPDP –PKUMI 2026. Program ini merupakan bagian dari ikhtiar strategis Masjid Istiqlal untuk mencetak kader ulama yang moderat, inklusif, dan berilmu serta berkaliber nasional dan internasional.
Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyatakan bahwa program ini sangat penting untuk memperkuat peran Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. “Melalui PKUMI, kita memperkokoh posisi Islam Indonesia sebagai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 1 2026 Resmi Dibuka, Cek Skema dan Jadwal Lengkapnya
Program beasiswa penuh LPDP ini mencakup tiga program studi pascasarjana: S2 Pendidikan Kader Ulama, S2 Pendidikan Kader Ulama Perempuan, dan S3 Pendidikan Kader Ulama. Program pendidikan kader ulama bergelar dengan kurikulum terintergrasi, yang terdiri dari kurikulum master dan doktor yang dilaksanakan di Universitas PTIQ, kurikulum keulamaan yg dilaksanakan di Masjid Istiqlal dan asrama mahasiswa, dan short course di luar negeri.
Sebagai program yang bernaung di bawah Masjid Istiqlal, PKUMI menanamkan paradigma Islam moderat (wasathiyah) melalui pendekatan akademik yang kuat. Kurikulum setiap program mengombinasikan ilmu keislaman klasik dan kontemporer sehingga lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin umat yang kuat secara spiritual sekaligus luas wawasannya.
Baca juga: Beasiswa LPDP untuk STEM Industri Strategis 2026 Resmi Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Selama masa studi mahasiswa belajar langsung di lingkungan Masjid Istiqlal dan diasuh oleh para ulama kaliber nasional dan internasional, menginternalisasi nilai-nilai keislaman inklusif dan kebangsaan sejak dini.
Untuk jadwal pendaftaran online dibuka 15–29 Januari 2026 melalui Official website PKUMI. Skema beasiswa LPDP menjamin pendanaan penuh biaya kuliah dan biaya hidup peserta, sehingga lulusan dapat fokus menuntut ilmu tanpa beban finansial. Sebagai kemudahan tambahan, LPDP membebaskan peserta yang telah memperoleh LoA PKUMI dari kewajiban mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP, mempercepat proses pengajuan beasiswa.
PKUMI menegaskan komitmen pengabdian dan moderasi dalam Islam. Nur Rofiah, Manajer Akademik PKUMI, menyatakan bahwa PKUMI bukan sekadar tempat kuliah, tetapi “pembinaan intensif untuk melahirkan ulama kaliber nasional dan internasional yang benar-benar siap menjadi rujukan umat”. Setiap pendaftar wajib menandatangani komitmen tidak mendaftar CPNS selama masa studi dan siap tinggal di asrama, sebagai wujud keseriusan pengabdian kepada umat. Nilai-nilai inklusif dan rahmatan lil ‘alamin menjadi landasan setiap kegiatan pembelajaran di kampus.
Bagi calon ulama yang berkomitmen mengabdi kepada umat dan bangsa, PKUMI adalah pilihan ideal. Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak lulusan berkapasitas tinggi. “Program ini dirancang untuk melahirkan ulama kaliber nasional dan internasionala yang menguasai ilmu Islam klasik dan kontemporer, berakhlak mulia, serta menjadi rujukan umat di tingkat lokal, nasional, hingga global,” pungkasnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyatakan bahwa program ini sangat penting untuk memperkuat peran Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. “Melalui PKUMI, kita memperkokoh posisi Islam Indonesia sebagai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 1 2026 Resmi Dibuka, Cek Skema dan Jadwal Lengkapnya
Program beasiswa penuh LPDP ini mencakup tiga program studi pascasarjana: S2 Pendidikan Kader Ulama, S2 Pendidikan Kader Ulama Perempuan, dan S3 Pendidikan Kader Ulama. Program pendidikan kader ulama bergelar dengan kurikulum terintergrasi, yang terdiri dari kurikulum master dan doktor yang dilaksanakan di Universitas PTIQ, kurikulum keulamaan yg dilaksanakan di Masjid Istiqlal dan asrama mahasiswa, dan short course di luar negeri.
Sebagai program yang bernaung di bawah Masjid Istiqlal, PKUMI menanamkan paradigma Islam moderat (wasathiyah) melalui pendekatan akademik yang kuat. Kurikulum setiap program mengombinasikan ilmu keislaman klasik dan kontemporer sehingga lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin umat yang kuat secara spiritual sekaligus luas wawasannya.
Baca juga: Beasiswa LPDP untuk STEM Industri Strategis 2026 Resmi Dibuka, Cek Info Lengkapnya
Selama masa studi mahasiswa belajar langsung di lingkungan Masjid Istiqlal dan diasuh oleh para ulama kaliber nasional dan internasional, menginternalisasi nilai-nilai keislaman inklusif dan kebangsaan sejak dini.
Untuk jadwal pendaftaran online dibuka 15–29 Januari 2026 melalui Official website PKUMI. Skema beasiswa LPDP menjamin pendanaan penuh biaya kuliah dan biaya hidup peserta, sehingga lulusan dapat fokus menuntut ilmu tanpa beban finansial. Sebagai kemudahan tambahan, LPDP membebaskan peserta yang telah memperoleh LoA PKUMI dari kewajiban mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP, mempercepat proses pengajuan beasiswa.
PKUMI menegaskan komitmen pengabdian dan moderasi dalam Islam. Nur Rofiah, Manajer Akademik PKUMI, menyatakan bahwa PKUMI bukan sekadar tempat kuliah, tetapi “pembinaan intensif untuk melahirkan ulama kaliber nasional dan internasional yang benar-benar siap menjadi rujukan umat”. Setiap pendaftar wajib menandatangani komitmen tidak mendaftar CPNS selama masa studi dan siap tinggal di asrama, sebagai wujud keseriusan pengabdian kepada umat. Nilai-nilai inklusif dan rahmatan lil ‘alamin menjadi landasan setiap kegiatan pembelajaran di kampus.
Bagi calon ulama yang berkomitmen mengabdi kepada umat dan bangsa, PKUMI adalah pilihan ideal. Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak lulusan berkapasitas tinggi. “Program ini dirancang untuk melahirkan ulama kaliber nasional dan internasionala yang menguasai ilmu Islam klasik dan kontemporer, berakhlak mulia, serta menjadi rujukan umat di tingkat lokal, nasional, hingga global,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :