Pendaftar TKA 2026 Jenjang SD dan SMP Tembus 2,8 Juta dalam 5 Hari
Jum'at, 23 Januari 2026 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bukan Sekadar Pilihan Ganda, Ini 3 Bentuk Soal TKA 2026 untuk SD dan SMP
Kemendikdasmen berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, dapat memaksimalkan partisipasi masyarakat. Menurut Yusro, kebermanfaatan TKA sangat besar bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Ada sosialisasi, komunikasi, dan dukungan dari teman-teman media agar partisipasi bisa dimaksimalkan,” katanya.
Yusro juga memaparkan tiga latar belakang utama dilaksanakannya TKA.
Pertama, urgensi memiliki data evaluasi pendidikan yang komprehensif untuk memudahkan pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu pendidikan. Praktik ini, kata dia, telah lama diterapkan di banyak negara anggota OECD.
Kedua, hasil kajian bersama lembaga mitra menunjukkan masih adanya kesenjangan hasil belajar, terutama pada aspek literasi dan numerasi, jika dibandingkan dengan standar nasional maupun internasional.
“Ini terlihat dari hasil analisis TKA kelas 12 sebelumnya, di mana rerata nilai Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris masih belum optimal,” ungkapnya.
Kemendikdasmen berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, dapat memaksimalkan partisipasi masyarakat. Menurut Yusro, kebermanfaatan TKA sangat besar bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Ada sosialisasi, komunikasi, dan dukungan dari teman-teman media agar partisipasi bisa dimaksimalkan,” katanya.
Tiga Alasan Utama Pelaksanaan TKA
Yusro juga memaparkan tiga latar belakang utama dilaksanakannya TKA.
Pertama, urgensi memiliki data evaluasi pendidikan yang komprehensif untuk memudahkan pengambilan kebijakan dan peningkatan mutu pendidikan. Praktik ini, kata dia, telah lama diterapkan di banyak negara anggota OECD.
Kedua, hasil kajian bersama lembaga mitra menunjukkan masih adanya kesenjangan hasil belajar, terutama pada aspek literasi dan numerasi, jika dibandingkan dengan standar nasional maupun internasional.
“Ini terlihat dari hasil analisis TKA kelas 12 sebelumnya, di mana rerata nilai Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris masih belum optimal,” ungkapnya.
Lihat Juga :