Cerita Tria Sofie Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Jadi Magister Termuda Fakultas Geografi UGM
Minggu, 25 Januari 2026 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, perjalanan akademik Sofie tidak lepas dari tantangan. Program fast track di Fakultas Geografi mensyaratkan masa studi magister selama satu setengah tahun serta kewajiban menghasilkan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus.
Tantangan terberat yang ia hadapi adalah mengatur waktu antara penyusunan skripsi S1, perkuliahan S2, penulisan tesis, hingga penyusunan manuskrip publikasi yang berlangsung hampir bersamaan.
Baca juga: Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 Resmi Dibuka? Begini Penjelasan Kepala BKN
“Rasanya seperti menumpuk. Di semester delapan S1 sudah mulai skripsi, tapi bersamaan dengan itu saya juga menjalani semester pertama S2 dengan berbagai tugas. Jadi harus benar-benar pandai mengatur waktu,” tuturnya.
Untuk mengatasi tekanan tersebut, Sofie memilih menyelesaikan target akademik secara bertahap. Ia memprioritaskan penyusunan skripsi sebagai dasar sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya. “Saya kerjakan satu per satu. Saat itu fokus utama saya selesaikan skripsi dulu karena itu menjadi langkah awal,” jelasnya.
Di balik keberhasilan akademiknya, Sofie juga mengakui adanya konsekuensi personal yang harus dijalani, salah satunya mengorbankan waktu bersama teman.
“Ada fase di mana saya hampir tidak bertemu teman sama sekali. Fokus sepenuhnya pada diri sendiri dan apa yang sedang dikerjakan. Menurut saya, memang ada hal yang harus dikorbankan,” katanya.
Tantangan terberat yang ia hadapi adalah mengatur waktu antara penyusunan skripsi S1, perkuliahan S2, penulisan tesis, hingga penyusunan manuskrip publikasi yang berlangsung hampir bersamaan.
Baca juga: Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 Resmi Dibuka? Begini Penjelasan Kepala BKN
“Rasanya seperti menumpuk. Di semester delapan S1 sudah mulai skripsi, tapi bersamaan dengan itu saya juga menjalani semester pertama S2 dengan berbagai tugas. Jadi harus benar-benar pandai mengatur waktu,” tuturnya.
Untuk mengatasi tekanan tersebut, Sofie memilih menyelesaikan target akademik secara bertahap. Ia memprioritaskan penyusunan skripsi sebagai dasar sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya. “Saya kerjakan satu per satu. Saat itu fokus utama saya selesaikan skripsi dulu karena itu menjadi langkah awal,” jelasnya.
Di balik keberhasilan akademiknya, Sofie juga mengakui adanya konsekuensi personal yang harus dijalani, salah satunya mengorbankan waktu bersama teman.
“Ada fase di mana saya hampir tidak bertemu teman sama sekali. Fokus sepenuhnya pada diri sendiri dan apa yang sedang dikerjakan. Menurut saya, memang ada hal yang harus dikorbankan,” katanya.
Lihat Juga :