BGN Bersiap Buka Seleksi PPPK Tahap 3 dan 4, Ini Formasi dan Jadwalnya
Senin, 26 Januari 2026 - 18:28 WIB
loading...
Kepala BGN Dadan Hindayana. Foto/Jonathan Simanjuntak.
A
A
A
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali bersiap membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 3 dan 4. Jadwal rekrutmennya pun dinanti oleh masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pada seleksi PPPK 2026 mendatang, BGN akan membuka masing-masing 32.460 formasi pada tahap 3 dan tahap 4.
Baca juga: Seleksi PPPK Kemenham 2026 Dibuka Hari Ini, Daftar di Portal SSCASN
Pernyataan itu disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pekan lalu, dikutip dari YouTube DPR RI, Senin (26/1/2026). Meski begitu, dalam forum tersebut Dadan belum merinci jadwal pasti pelaksanaan rekrutmen PPPK tahap lanjutan tersebut.
Kendati jadwal belum diumumkan, Dadan memastikan proses persiapan sudah berjalan. BGN, kata dia, telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) terkait rencana seleksi PPPK tahap 3 dan 4.
Baca juga: Berapa Gaji PPPK 2025 Lulusan S1 dan D3 di BGN? Segini Kisarannya
Terkait dengan jumlah formasi, Dadan menjelaskan, kuota formasi seleksi PPPK Tahap 3 dan 4 akan dibuka dengan jumlah formasi masing-masing 32.460 orang.
Seleksi lanjutan ini dibutuhkan seiring dengan penambahan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) yang ditargetkan mencapai 358 KPPG di berbagai daerah. Penambahan unit layanan tersebut otomatis menuntut penguatan sumber daya manusia di lapangan.
Baca juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Guru Sebesar Rp18 Ribu per Jam? Ini Penjelasannya
Saat ini, jumlah SDM yang terlibat langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat sudah mencapai 73.207 orang. Angka itu terdiri dari berbagai latar belakang dan peran strategis.
Rinciannya, terdapat 32.712 orang dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang meliputi 20.937 kepala SPPG dan 11.755 peserta magang. Selain itu, BGN juga melibatkan 20.310 akuntan serta 20.185 tenaga ahli gizi.
Tak hanya tenaga formal, BGN juga menggandeng relawan dalam jumlah besar. Hingga kini, tercatat 825.936 relawan telah terlibat di seluruh Indonesia dan bekerja di SPPG. Mereka mengisi berbagai peran penting, mulai dari kepala juru masak, pemorsian, persiapan makanan, pencuci food tray, pengemudi, kepala lapangan, petugas keamanan, hingga kebersihan.
Menariknya, mayoritas relawan tersebut merupakan warga lokal di sekitar SPPG, dan sebagian besar adalah kaum perempuan, yang menjadi tulang punggung operasional pelayanan gizi di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menjelaskan perkembangan status kepegawaian di lingkungan Badan Gizi Nasional , yang terbagi dalam tiga komponen pegawai di setiap SPPG.
Untuk PPPK tahap 1, BGN telah merekrut dan menguji 2.080 orang, yang resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) terhitung sejak 1 Juli 2025.
Sementara itu, pada tahap 2, BGN melakukan seleksi terhadap 32.000 peserta. Dari jumlah tersebut, 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang berasal dari lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Adapun 750 formasi lainnya dibuka untuk umum, yang kemudian diisi oleh 375 akuntan dan 375 tenaga ahli gizi.
Seluruh peserta tahap 2 telah melalui proses pendaftaran dan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Saat ini, mereka tengah memasuki tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) serta pengusulan Nomor Induk PPPK.
Mereka akan mulai resmi menjadi PPPK per 1 Februari 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pada seleksi PPPK 2026 mendatang, BGN akan membuka masing-masing 32.460 formasi pada tahap 3 dan tahap 4.
Baca juga: Seleksi PPPK Kemenham 2026 Dibuka Hari Ini, Daftar di Portal SSCASN
Pernyataan itu disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pekan lalu, dikutip dari YouTube DPR RI, Senin (26/1/2026). Meski begitu, dalam forum tersebut Dadan belum merinci jadwal pasti pelaksanaan rekrutmen PPPK tahap lanjutan tersebut.
Kendati jadwal belum diumumkan, Dadan memastikan proses persiapan sudah berjalan. BGN, kata dia, telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) terkait rencana seleksi PPPK tahap 3 dan 4.
Baca juga: Berapa Gaji PPPK 2025 Lulusan S1 dan D3 di BGN? Segini Kisarannya
Terkait dengan jumlah formasi, Dadan menjelaskan, kuota formasi seleksi PPPK Tahap 3 dan 4 akan dibuka dengan jumlah formasi masing-masing 32.460 orang.
Seleksi lanjutan ini dibutuhkan seiring dengan penambahan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) yang ditargetkan mencapai 358 KPPG di berbagai daerah. Penambahan unit layanan tersebut otomatis menuntut penguatan sumber daya manusia di lapangan.
Baca juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Guru Sebesar Rp18 Ribu per Jam? Ini Penjelasannya
Saat ini, jumlah SDM yang terlibat langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat sudah mencapai 73.207 orang. Angka itu terdiri dari berbagai latar belakang dan peran strategis.
Rinciannya, terdapat 32.712 orang dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang meliputi 20.937 kepala SPPG dan 11.755 peserta magang. Selain itu, BGN juga melibatkan 20.310 akuntan serta 20.185 tenaga ahli gizi.
Tak hanya tenaga formal, BGN juga menggandeng relawan dalam jumlah besar. Hingga kini, tercatat 825.936 relawan telah terlibat di seluruh Indonesia dan bekerja di SPPG. Mereka mengisi berbagai peran penting, mulai dari kepala juru masak, pemorsian, persiapan makanan, pencuci food tray, pengemudi, kepala lapangan, petugas keamanan, hingga kebersihan.
Menariknya, mayoritas relawan tersebut merupakan warga lokal di sekitar SPPG, dan sebagian besar adalah kaum perempuan, yang menjadi tulang punggung operasional pelayanan gizi di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menjelaskan perkembangan status kepegawaian di lingkungan Badan Gizi Nasional , yang terbagi dalam tiga komponen pegawai di setiap SPPG.
Untuk PPPK tahap 1, BGN telah merekrut dan menguji 2.080 orang, yang resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) terhitung sejak 1 Juli 2025.
Sementara itu, pada tahap 2, BGN melakukan seleksi terhadap 32.000 peserta. Dari jumlah tersebut, 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang berasal dari lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Adapun 750 formasi lainnya dibuka untuk umum, yang kemudian diisi oleh 375 akuntan dan 375 tenaga ahli gizi.
Seluruh peserta tahap 2 telah melalui proses pendaftaran dan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Saat ini, mereka tengah memasuki tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) serta pengusulan Nomor Induk PPPK.
Mereka akan mulai resmi menjadi PPPK per 1 Februari 2026.
(nnz)
Lihat Juga :