HUT PERTUNI ke-60, Dorong Sinergi Pendidikan dan Dunia Kerja Inklusif
Senin, 26 Januari 2026 - 20:39 WIB
loading...
Mensos Saifullah Yusuf menghadiri peringatan HUT ke-60 PERTUNI di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (25/1/2026). Foto/PERTUNI.
A
A
A
JAKARTA - Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) menggelar peringatan HUT ke-60 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (25/1/2026). Lembaga Layanan Disabilitas (LLD) Universitas Pamulang pun turut menghadiri acara ini.
Kehadiran ini menegaskan komitmen Universitas Pamulang dalam memperkuat pendidikan inklusif sekaligus mendorong sinergi nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja bagi penyandang disabilitas.
Acara tersebut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, jajaran pengurus PERTUNI, komunitas disabilitas, serta perwakilan lembaga pendidikan dan layanan disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Berita Duka, Ahli Bayi Tabung RSUD Dr Soetomo Prof Suhartono Meninggal Dunia
Peringatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan refleksi atas enam dekade perjuangan PERTUNI memperjuangkan hak-hak penyandang tunanetra.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi peran PERTUNI yang konsisten mendorong kemandirian penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan objek bantuan, melainkan subjek pembangunan yang harus memperoleh akses setara di bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.
Baca juga: Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Ini Syarat, Link Pendaftaran, dan Jadwal Lengkapnya
“Pemerintah berkomitmen memperkuat data penyandang disabilitas agar program tepat sasaran, menghapus stigma dan diskriminasi, serta memperluas peluang kerja bagi lulusan difabel melalui penguatan regulasi dan sinergi dengan dunia usaha,” ujar Saifullah Yusuf.
LLD Universitas Pamulang hadir sebagai representasi perguruan tinggi inklusif yang secara aktif mendampingi mahasiswa disabilitas. Saat ini, LLD Universitas Pamulang membina 75 mahasiswa disabilitas, terdiri dari mahasiswa disabilitas netra, rungu, dan daksa yang tersebar di berbagai program studi.
Kehadiran LLD dalam momentum nasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan komunitas dan organisasi penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang ramah dan setara.
Peringatan HUT PERTUNI ke-60 juga menghadirkan sosok inspiratif dari Universitas Pamulang, yakni Aryani Sri Ramadhani. Aryani merupakan mahasiswa disabilitas yang saat ini tengah menempuh pendidikan jenjang S2 di Universitas Pamulang.
Selain aktif di dunia akademik, Aryani juga dikenal sebagai wirausaha ayam geprek “Petukangan”. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk produktif dan mandiri secara ekonomi.
Tak hanya itu, Aryani juga berkiprah sebagai pengurus PERTUNI dengan menjabat Kepala Departemen Kewirausahaan dan Tenaga Kerja. Peran tersebut difokuskan pada penguatan ekonomi serta perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kehadirannya menjadi representasi nyata sinergi antara pendidikan inklusif, kewirausahaan, dan kepemimpinan organisasi.
Dalam sesi wawancara, perwakilan LLD Universitas Pamulang, Putri Wulandari menyampaikan keprihatinan dunia pendidikan inklusif terhadap masih terbatasnya perusahaan yang membuka peluang kerja bagi lulusan mahasiswa disabilitas.
“Kampus telah berupaya mencetak lulusan difabel yang kompeten dan siap bersaing. Namun, dukungan dunia industri masih sangat dibutuhkan agar lulusan disabilitas dapat terserap secara optimal di dunia kerja,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada pemberian akses pendidikan semata.
Pemerintah akan memperkuat regulasi ketenagakerjaan, memperluas program penempatan kerja, serta mendorong kolaborasi dengan dunia usaha guna menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan berkeadilan.
Kehadiran ini menegaskan komitmen Universitas Pamulang dalam memperkuat pendidikan inklusif sekaligus mendorong sinergi nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja bagi penyandang disabilitas.
Acara tersebut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, jajaran pengurus PERTUNI, komunitas disabilitas, serta perwakilan lembaga pendidikan dan layanan disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Berita Duka, Ahli Bayi Tabung RSUD Dr Soetomo Prof Suhartono Meninggal Dunia
Peringatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan refleksi atas enam dekade perjuangan PERTUNI memperjuangkan hak-hak penyandang tunanetra.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi peran PERTUNI yang konsisten mendorong kemandirian penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan objek bantuan, melainkan subjek pembangunan yang harus memperoleh akses setara di bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.
Baca juga: Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Ini Syarat, Link Pendaftaran, dan Jadwal Lengkapnya
“Pemerintah berkomitmen memperkuat data penyandang disabilitas agar program tepat sasaran, menghapus stigma dan diskriminasi, serta memperluas peluang kerja bagi lulusan difabel melalui penguatan regulasi dan sinergi dengan dunia usaha,” ujar Saifullah Yusuf.
Komitmen Kampus Inklusif
LLD Universitas Pamulang hadir sebagai representasi perguruan tinggi inklusif yang secara aktif mendampingi mahasiswa disabilitas. Saat ini, LLD Universitas Pamulang membina 75 mahasiswa disabilitas, terdiri dari mahasiswa disabilitas netra, rungu, dan daksa yang tersebar di berbagai program studi.
Kehadiran LLD dalam momentum nasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan komunitas dan organisasi penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang ramah dan setara.
Sosok Inspiratif Mahasiswa Difabel
Peringatan HUT PERTUNI ke-60 juga menghadirkan sosok inspiratif dari Universitas Pamulang, yakni Aryani Sri Ramadhani. Aryani merupakan mahasiswa disabilitas yang saat ini tengah menempuh pendidikan jenjang S2 di Universitas Pamulang.
Selain aktif di dunia akademik, Aryani juga dikenal sebagai wirausaha ayam geprek “Petukangan”. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk produktif dan mandiri secara ekonomi.
Tak hanya itu, Aryani juga berkiprah sebagai pengurus PERTUNI dengan menjabat Kepala Departemen Kewirausahaan dan Tenaga Kerja. Peran tersebut difokuskan pada penguatan ekonomi serta perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kehadirannya menjadi representasi nyata sinergi antara pendidikan inklusif, kewirausahaan, dan kepemimpinan organisasi.
Suara Dunia Pendidikan Inklusif
Dalam sesi wawancara, perwakilan LLD Universitas Pamulang, Putri Wulandari menyampaikan keprihatinan dunia pendidikan inklusif terhadap masih terbatasnya perusahaan yang membuka peluang kerja bagi lulusan mahasiswa disabilitas.
“Kampus telah berupaya mencetak lulusan difabel yang kompeten dan siap bersaing. Namun, dukungan dunia industri masih sangat dibutuhkan agar lulusan disabilitas dapat terserap secara optimal di dunia kerja,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada pemberian akses pendidikan semata.
Pemerintah akan memperkuat regulasi ketenagakerjaan, memperluas program penempatan kerja, serta mendorong kolaborasi dengan dunia usaha guna menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan berkeadilan.
(nnz)
Lihat Juga :