Jangan Takut Biaya Kuliah, IPB University Jamin Mahasiswa Tidak DO karena Ekonomi
Kamis, 29 Januari 2026 - 18:21 WIB
loading...
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet. Foto/IPB University.
A
A
A
JAKARTA - IPB University menegaskan komitmen bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang putus kuliah hanya karena kendala ekonomi. Pesan ini disampaikan langsung Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, sebagai bentuk jaminan nyata pemerataan akses pendidikan bagi semua.
“IPB University menjamin bahwa tidak pernah ada kejadian drop out (DO) yang disebabkan oleh masalah keuangan, karena pintu beasiswa terbuka lebar dengan prioritas utama pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Peneliti IPB Ungkap Kekayaan Alam Indonesia Ini 95 Persen Masih Menjadi Misteri
Secara tegas menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat agar tetap optimistis menatap masa depan pendidikan.
"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa semua bisa kuliah di IPB University. Jangan takut akan biaya, karena tersedia banyak beasiswa yang siap menopang kebutuhan studi mahasiswa. IPB University memiliki prinsip kuat bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena alasan biaya," ujarnya.
Baca juga: Dosen IPB University Tegaskan Superflu Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya
Komitmen tersebut bukan sekadar janji, melainkan didukung oleh data realisasi penyaluran beasiswa yang masif. Berdasarkan data rekapitulasi beasiswa tahun 2025, total dana yang disalurkan mencapai Rp141,72 miliar.
Rektor menjelaskan bahwa sebaran beasiswa IPB University berdasarkan kriteria menunjukkan keberpihakan yang nyata pada golongan ekonomi lemah. Mayoritas penerima beasiswa tahun 2025 adalah mahasiswa tidak mampu yang mencapai persentase 71,74%. Angka ini setara dengan 7.820 mahasiswa yang menerima bantuan dengan total dana sebesar Rp98,69 miliar.
Sementara itu, porsi beasiswa untuk kategori prestasi dan tidak mampu tercatat sebesar 11,47% (1.250 mahasiswa) dengan dana Rp11,01 miliar, dan kategori murni prestasi sebesar 16,80% (1.831 mahasiswa) dengan serapan dana Rp31,81 miliar.
Alim menambahkan, peluang untuk memperluas beasiswa berbasis prestasi dan tidak mampu melalui peningkatan kerja sama dengan donatur non-pemerintah masih sangat terbuka.
Alim juga menyebut, bahwa IPB University memberikan afirmasi akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami telah menyiapkan skema jalur khusus dan beasiswa untuk masyarakat terdampak bencana di tiga wilayah tersebut,“ jelas Rektor. Lebih lanjut Rektor menjelaskan, “Kami mengelola program deposito wakaf. Imbal hasil deposito wakaf jilid 1 dan 2 telah disalurkan," pungkasnya.
“IPB University menjamin bahwa tidak pernah ada kejadian drop out (DO) yang disebabkan oleh masalah keuangan, karena pintu beasiswa terbuka lebar dengan prioritas utama pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Peneliti IPB Ungkap Kekayaan Alam Indonesia Ini 95 Persen Masih Menjadi Misteri
Secara tegas menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat agar tetap optimistis menatap masa depan pendidikan.
"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa semua bisa kuliah di IPB University. Jangan takut akan biaya, karena tersedia banyak beasiswa yang siap menopang kebutuhan studi mahasiswa. IPB University memiliki prinsip kuat bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena alasan biaya," ujarnya.
Baca juga: Dosen IPB University Tegaskan Superflu Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya
Komitmen tersebut bukan sekadar janji, melainkan didukung oleh data realisasi penyaluran beasiswa yang masif. Berdasarkan data rekapitulasi beasiswa tahun 2025, total dana yang disalurkan mencapai Rp141,72 miliar.
Rektor menjelaskan bahwa sebaran beasiswa IPB University berdasarkan kriteria menunjukkan keberpihakan yang nyata pada golongan ekonomi lemah. Mayoritas penerima beasiswa tahun 2025 adalah mahasiswa tidak mampu yang mencapai persentase 71,74%. Angka ini setara dengan 7.820 mahasiswa yang menerima bantuan dengan total dana sebesar Rp98,69 miliar.
Sementara itu, porsi beasiswa untuk kategori prestasi dan tidak mampu tercatat sebesar 11,47% (1.250 mahasiswa) dengan dana Rp11,01 miliar, dan kategori murni prestasi sebesar 16,80% (1.831 mahasiswa) dengan serapan dana Rp31,81 miliar.
Alim menambahkan, peluang untuk memperluas beasiswa berbasis prestasi dan tidak mampu melalui peningkatan kerja sama dengan donatur non-pemerintah masih sangat terbuka.
Alim juga menyebut, bahwa IPB University memberikan afirmasi akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami telah menyiapkan skema jalur khusus dan beasiswa untuk masyarakat terdampak bencana di tiga wilayah tersebut,“ jelas Rektor. Lebih lanjut Rektor menjelaskan, “Kami mengelola program deposito wakaf. Imbal hasil deposito wakaf jilid 1 dan 2 telah disalurkan," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :