Peresmian 76 Revitalisasi Sekolah Bawa Harapan Baru bagi Siswa di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah
Jum'at, 30 Januari 2026 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Mendikdasmen mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah-sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.
Abdul Mu’ti bakal terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.
Dampak revitalisasi tersebut dirasakan sangat berarti bagi satuan pendidikan. Seperti yang diungkapkan SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah.
Menurut pengakuan keduanya, sebelum ada program revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang berdampak langsung pada proses pembelajaran. Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Hal ini diakui keduanya membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar lebih nyaman.
Yusbida menuturkan sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung. “Saya berharap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” katanya.
Sementara, Marhamah mengungkapkan kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ujarnya.
Abdul Mu’ti bakal terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.
Dampak revitalisasi tersebut dirasakan sangat berarti bagi satuan pendidikan. Seperti yang diungkapkan SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah.
Menurut pengakuan keduanya, sebelum ada program revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang berdampak langsung pada proses pembelajaran. Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Hal ini diakui keduanya membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar lebih nyaman.
Yusbida menuturkan sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung. “Saya berharap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” katanya.
Sementara, Marhamah mengungkapkan kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :