Bahaya Whip Pink: Dokter IPB Ungkap Risiko Kerusakan Saraf hingga Kematian
Senin, 02 Februari 2026 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Akibat terganggunya vitamin B12, tubuh tidak mampu menjalankan proses vital untuk melindungi saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada mielin, lapisan pelindung saraf, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi.
“Kerusakan tersebut bisa menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari kesemutan, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf akibat terganggunya aliran darah,” jelasnya, melalui siaran pers, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan sejumlah laporan ilmiah, penyalahgunaan N2O paling sering menyebabkan gangguan pada sumsum tulang belakang, khususnya bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh. Semakin sering gas ini digunakan secara tidak wajar, semakin tinggi pula risiko terjadinya kerusakan saraf permanen.
Selain berdampak pada saraf, nitrous oxide juga memengaruhi sistem pembuluh darah. dr Agil menerangkan, gas ini dapat membuat otot pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.
“Jika terjadi secara berlebihan, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis yang memicu sakit kepala hebat, pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa N2O dapat bereaksi dengan zat lain di dalam tubuh dan membentuk senyawa yang sangat reaktif serta berbahaya. Senyawa tersebut berpotensi merusak sel, memicu peradangan, hingga menyebabkan kematian sel.
“Kerusakan tersebut bisa menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari kesemutan, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf akibat terganggunya aliran darah,” jelasnya, melalui siaran pers, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan sejumlah laporan ilmiah, penyalahgunaan N2O paling sering menyebabkan gangguan pada sumsum tulang belakang, khususnya bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh. Semakin sering gas ini digunakan secara tidak wajar, semakin tinggi pula risiko terjadinya kerusakan saraf permanen.
Selain berdampak pada saraf, nitrous oxide juga memengaruhi sistem pembuluh darah. dr Agil menerangkan, gas ini dapat membuat otot pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.
“Jika terjadi secara berlebihan, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis yang memicu sakit kepala hebat, pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa N2O dapat bereaksi dengan zat lain di dalam tubuh dan membentuk senyawa yang sangat reaktif serta berbahaya. Senyawa tersebut berpotensi merusak sel, memicu peradangan, hingga menyebabkan kematian sel.
Lihat Juga :