IPB University Resmikan Fakultas Kedokteran dan Gizi, Cek Prodi Barunya!
Senin, 02 Februari 2026 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Melalui integrasi ini, IPB University menargetkan pengembangan ilmu kedokteran dan gizi yang berbasis biosains tropika serta berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr Ivan Rizal Sini, menjelaskan bahwa pembentukan FKGiz dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ia menyoroti berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, seperti stunting, malnutrisi, penyakit metabolik, kesehatan ibu dan anak, hingga beban ganda penyakit menular dan tidak menular.
Baca juga: Bahaya Whip Pink: Dokter IPB Ungkap Risiko Kerusakan Saraf hingga Kematian
“Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis. Integrasi antara kedokteran dan gizi menjadi kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujarnya.
Dr Ivan menambahkan, IPB University memiliki modal akademik yang kuat untuk mengembangkan pendekatan kesehatan terintegrasi tersebut, mengingat keunggulan historis kampus di bidang pertanian, pangan, dan gizi. Melalui FKGiz, pendidikan kedokteran diposisikan dalam kerangka kesehatan dari hulu ke hilir.
Dalam konsep ini, faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan bagian integral dalam memahami penyakit serta upaya pencegahannya. IPB University menargetkan lulusan FKGiz mampu melihat persoalan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga tata laksana klinis.
Latar Belakang Pendirian FKGiz
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr Ivan Rizal Sini, menjelaskan bahwa pembentukan FKGiz dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ia menyoroti berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, seperti stunting, malnutrisi, penyakit metabolik, kesehatan ibu dan anak, hingga beban ganda penyakit menular dan tidak menular.
Baca juga: Bahaya Whip Pink: Dokter IPB Ungkap Risiko Kerusakan Saraf hingga Kematian
“Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis. Integrasi antara kedokteran dan gizi menjadi kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujarnya.
Dr Ivan menambahkan, IPB University memiliki modal akademik yang kuat untuk mengembangkan pendekatan kesehatan terintegrasi tersebut, mengingat keunggulan historis kampus di bidang pertanian, pangan, dan gizi. Melalui FKGiz, pendidikan kedokteran diposisikan dalam kerangka kesehatan dari hulu ke hilir.
Dalam konsep ini, faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan bagian integral dalam memahami penyakit serta upaya pencegahannya. IPB University menargetkan lulusan FKGiz mampu melihat persoalan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga tata laksana klinis.
Lihat Juga :