Profil Pendidikan dan Karier Denada yang Diterpa Polemik Pengakuan Anak Kandung
Selasa, 03 Februari 2026 - 10:49 WIB
loading...
Penyanyi Denada saat ini sedang menjadi sorotan karena terseret kasus penelantaran anak kandung dengan Ressa Rizky Rossano. Foto/IG Denada.
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Denada saat ini sedang menjadi sorotan karena terseret kasus penelantaran anak kandung dengan Ressa Rizky Rossano. Perkembangan terakhir Denada membuat pengakuan dan permintaan maaf kepada Ressa.
Denada akhirnya mengakui secara langsung bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya melalui unggahan video di Instagram pribadinya, Senin (3/2/2026). Pengakuannya ini dilakukannya setelah 24 tahun Ressa hidup tanpa mengetahui siapa ibu kandungnya.
Baca juga: Terungkap, Alasan Denada Tinggalkan Ressa Rizky Rossano Sejak Bayi
Hal inilah yang menyebabkan Ressa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai mencapai Rp7 miliar karena merasa tidak diakui sebagai anak kandung.
"Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Resa Rosano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi," demikian pengakuan dan permintaan maaf Denada untuk Ressa.
Baca juga: Pihak Ressa Rizky Sebut Denada Tak Tulus Akui Dirinya Sebagai Anak
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau Denada Tambunan lahir pada 19 Desember 1978. Ia adalah putri sulung dari pasangangan penyanyi dan politikus Emilia Contessa dan Rio Tambunan, seorang PNS di Pemda DKI Jakarta.
Dikutip dari berbagai sumber, Denada bersekolah di SMA Negeri 3 Jakarta. Setelah lulus dari salah satu sekolah favorit di Setiabudi Timur, Jakarta Selatan ia kemudian kuliah di Universitas Trisakti Jurusan Arsitektur.
Denada awalnya dikenal sebagai penyanyi rap pada awal 1990-an. Ia meninggalkan karier sebagai penyanyi rap untuk melanjutkan pendidikan di Australia.
Sekembalinya dari Negeri Kangguru, Denada mencoba kembali ke dunia musik, tetapi berpindah jalur ke aliran dangdut.
Lagu-lagu dangdutnya sukses dan Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.
Hingga saat ini Denada telah memiliki 9 album yaitu Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997), Awal Baru (2000), Call Me Dena (2010), Matahari, Dangdut Gaul, Mae, ST, dan One Stop Dangdut (2007).
Sejumlah single yang juga telah meramaikan dunia musik Indonesia seperti Bisa Gila, Kamu Memang Gila (2012), No Way (2016), Mercusuar, bersama j Flow (2016), Mutha Futha (2018), Lagu Batak bersama J Flow (2021), Pitik Gemoy (2023), dan Cuan (2024).,
Denada juga merambah ke dunia akting seperti di film Kau & Aku Cinta Indonesia, Bulan di Atas Kuburan, lalu beberapa serial televisi seperti Jumirah ke Hollywood, Hari Hari Mau, Nyari Bini, Rahasia Ilahi, dan Cahaya Surga.
Denada akhirnya mengakui secara langsung bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya melalui unggahan video di Instagram pribadinya, Senin (3/2/2026). Pengakuannya ini dilakukannya setelah 24 tahun Ressa hidup tanpa mengetahui siapa ibu kandungnya.
Baca juga: Terungkap, Alasan Denada Tinggalkan Ressa Rizky Rossano Sejak Bayi
Hal inilah yang menyebabkan Ressa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai mencapai Rp7 miliar karena merasa tidak diakui sebagai anak kandung.
"Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Resa Rosano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi," demikian pengakuan dan permintaan maaf Denada untuk Ressa.
Baca juga: Pihak Ressa Rizky Sebut Denada Tak Tulus Akui Dirinya Sebagai Anak
Profil Pendidikan dan Karier Denada Tambunan
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atau Denada Tambunan lahir pada 19 Desember 1978. Ia adalah putri sulung dari pasangangan penyanyi dan politikus Emilia Contessa dan Rio Tambunan, seorang PNS di Pemda DKI Jakarta.
Dikutip dari berbagai sumber, Denada bersekolah di SMA Negeri 3 Jakarta. Setelah lulus dari salah satu sekolah favorit di Setiabudi Timur, Jakarta Selatan ia kemudian kuliah di Universitas Trisakti Jurusan Arsitektur.
Denada awalnya dikenal sebagai penyanyi rap pada awal 1990-an. Ia meninggalkan karier sebagai penyanyi rap untuk melanjutkan pendidikan di Australia.
Sekembalinya dari Negeri Kangguru, Denada mencoba kembali ke dunia musik, tetapi berpindah jalur ke aliran dangdut.
Lagu-lagu dangdutnya sukses dan Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.
Hingga saat ini Denada telah memiliki 9 album yaitu Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997), Awal Baru (2000), Call Me Dena (2010), Matahari, Dangdut Gaul, Mae, ST, dan One Stop Dangdut (2007).
Sejumlah single yang juga telah meramaikan dunia musik Indonesia seperti Bisa Gila, Kamu Memang Gila (2012), No Way (2016), Mercusuar, bersama j Flow (2016), Mutha Futha (2018), Lagu Batak bersama J Flow (2021), Pitik Gemoy (2023), dan Cuan (2024).,
Denada juga merambah ke dunia akting seperti di film Kau & Aku Cinta Indonesia, Bulan di Atas Kuburan, lalu beberapa serial televisi seperti Jumirah ke Hollywood, Hari Hari Mau, Nyari Bini, Rahasia Ilahi, dan Cahaya Surga.
(nnz)
Lihat Juga :