Perkuat Reputasi Global, LAMDIK Terima Pengakuan Internasional INQAAHE
Jum'at, 06 Februari 2026 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Seiring capaian tersebut, LAMDIK saat ini tengah mengajukan permohonan kepada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek untuk memperoleh pengakuan sebagai Lembaga Akreditasi Internasional (LAI). Apabila pengajuan ini disetujui, sertifikat akreditasi yang diterbitkan LAMDIK akan berlaku sebagai akreditasi internasional.
Menurut Muchlas Samani, ke depan pihaknya akan membuka peluang penerapan skema dobel akreditasi. “Program studi kependidikan di seluruh Indonesia dapat mengajukan akreditasi nasional sekaligus akreditasi internasional untuk memperoleh pengakuan yang lebih luas, khususnya dalam konteks mobilitas akademik dan daya saing global,” jelas Muchlas.
LAMDIK yang dalam konteks internasional menggunakan nama The Accreditation Council for Education (ACE), telah melakukan akreditasi lintas negara. Hingga saat ini, LAMDIK telah mengakreditasi tiga program studi di dua negara, yakni Uzbekistan State World Languages University di Uzbekistan, serta Institute Superior Cristal dan Instituto Católico para Formação de Professores di Timor Leste. Selain itu, LAMDIK juga menerima permintaan akreditasi dari Andijan State Institute of Foreign Languages di Uzbekistan dan Kesmonds International University di Kamerun.
Pengakuan internasional LAMDIK, dinilai Tjan Basaruddin, pakar penjaminan mutu bereputasi internasional, sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi global.
“Pengakuan dari INQAAHE ini membuka peluang peningkatan reputasi dan daya saing program studi kependidikan di Indonesia naik di tingkat internasional,” jelasnya.
Menurut Muchlas Samani, ke depan pihaknya akan membuka peluang penerapan skema dobel akreditasi. “Program studi kependidikan di seluruh Indonesia dapat mengajukan akreditasi nasional sekaligus akreditasi internasional untuk memperoleh pengakuan yang lebih luas, khususnya dalam konteks mobilitas akademik dan daya saing global,” jelas Muchlas.
LAMDIK yang dalam konteks internasional menggunakan nama The Accreditation Council for Education (ACE), telah melakukan akreditasi lintas negara. Hingga saat ini, LAMDIK telah mengakreditasi tiga program studi di dua negara, yakni Uzbekistan State World Languages University di Uzbekistan, serta Institute Superior Cristal dan Instituto Católico para Formação de Professores di Timor Leste. Selain itu, LAMDIK juga menerima permintaan akreditasi dari Andijan State Institute of Foreign Languages di Uzbekistan dan Kesmonds International University di Kamerun.
Pengakuan internasional LAMDIK, dinilai Tjan Basaruddin, pakar penjaminan mutu bereputasi internasional, sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi global.
“Pengakuan dari INQAAHE ini membuka peluang peningkatan reputasi dan daya saing program studi kependidikan di Indonesia naik di tingkat internasional,” jelasnya.
(nnz)
Lihat Juga :