Trehaus School Dorong Pembelajaran Sosial-Emosional Anak Usia Dini
Selasa, 10 Februari 2026 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
“Pembelajaran sosial-emosional (SEL) dimulai ketika pendidik menyadari bahwa alat SEL paling kuat di dalam kelas adalah diri mereka sendiri – pendidik yang hadir dalam momen-momen keseharian yang bermakna bagi anak,” ujar Elizabeth Wu, melalui siaran pers, Selasa (10/2/2026).
“Melalui workshop ini, para pendidik diajak untuk kembali pada inti dari pembelajaran sosial-emosional, yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, berkomunikasi dengan empati, serta menanggapi kebutuhan anak dengan cara yang membangun kepercayaan, ketangguhan, dan hubungan yang bermakna," lanjutnya.
Sesi ini juga memperkenalkan strategi Komunikasi Tanpa Kekerasan (Non-Violent Communication), yang membekali pendidik untuk mengenali emosi mendasar anak, menghadapi interaksi yang menantang dengan penuh perhatian, serta memperkuat rasa percaya diri dan koneksi di dalam kelas.
Shareen Ratnani menambahkan, “Di tengah dunia yang serba cepat, mindfulness mengajarkan satu keterampilan penting kepada anak yaitu bagaimana cara berhenti sejenak, bernapas, dan membuat pilihan. Ini adalah keterampilan hidup yang dimulai sejak usia dini.”
“Melalui workshop ini, para pendidik diajak untuk kembali pada inti dari pembelajaran sosial-emosional, yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, berkomunikasi dengan empati, serta menanggapi kebutuhan anak dengan cara yang membangun kepercayaan, ketangguhan, dan hubungan yang bermakna," lanjutnya.
Sesi ini juga memperkenalkan strategi Komunikasi Tanpa Kekerasan (Non-Violent Communication), yang membekali pendidik untuk mengenali emosi mendasar anak, menghadapi interaksi yang menantang dengan penuh perhatian, serta memperkuat rasa percaya diri dan koneksi di dalam kelas.
Shareen Ratnani menambahkan, “Di tengah dunia yang serba cepat, mindfulness mengajarkan satu keterampilan penting kepada anak yaitu bagaimana cara berhenti sejenak, bernapas, dan membuat pilihan. Ini adalah keterampilan hidup yang dimulai sejak usia dini.”
(nnz)
Lihat Juga :