Terpilih Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siapkan Siswa ke Kampus Top Dunia
Kamis, 12 Februari 2026 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi, menambahkan penetapan sebagai Sekolah Garuda Transformasi dilakukan melalui proses seleksi dan verifikasi ketat. Penilaian mencakup rekam jejak prestasi lima tahun terakhir, jumlah LoA siswa di universitas terbaik dunia, sistem boarding school, program unggulan STEM, kualifikasi guru, profil lulusan, kerja sama institusi, hingga kurikulum yang diterapkan.
Selain seleksi administratif, sekolah juga menjalani proses visitasi oleh panitia sebelum akhirnya ditetapkan.
Menurut Ari, terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi merupakan sebuah berkah sekaligus tantangan. “Output yang diharapkan adalah siswa bisa menembus kampus top dunia seperti MIT, Harvard, Stanford, dan lainnya,” katanya.
CRIBS tahun ini menerima 120 siswa, meningkat dari sebelumnya 58 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan untuk beasiswa bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik luar biasa. Proses seleksi beasiswa dilakukan melalui talent scouting bekerja sama dengan dinas pendidikan.
Ke depan, CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.
Ari menjelaskan, konsep pembelajaran yang diusung adalah sekolah Islam modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. “Kami ingin mendekatkan agama dan ilmu pengetahuan agar siswa menguasai STEM tanpa meninggalkan karakter dan nilai religius,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 70 persen siswa memilih jalur STEM, sementara 20 persen memilih bidang sosial humaniora.
Selain seleksi administratif, sekolah juga menjalani proses visitasi oleh panitia sebelum akhirnya ditetapkan.
Menurut Ari, terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi merupakan sebuah berkah sekaligus tantangan. “Output yang diharapkan adalah siswa bisa menembus kampus top dunia seperti MIT, Harvard, Stanford, dan lainnya,” katanya.
CRIBS tahun ini menerima 120 siswa, meningkat dari sebelumnya 58 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan untuk beasiswa bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik luar biasa. Proses seleksi beasiswa dilakukan melalui talent scouting bekerja sama dengan dinas pendidikan.
Ke depan, CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.
Ari menjelaskan, konsep pembelajaran yang diusung adalah sekolah Islam modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. “Kami ingin mendekatkan agama dan ilmu pengetahuan agar siswa menguasai STEM tanpa meninggalkan karakter dan nilai religius,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 70 persen siswa memilih jalur STEM, sementara 20 persen memilih bidang sosial humaniora.
Lihat Juga :