UICI dan Kemendukbangga Sosialisasikan Beasiswa S1 untuk 100 Pengasuh TPA/TAMASYA

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:55 WIB
loading...
UICI dan Kemendukbangga...
Sosialisasi program beasiswa S1 bagi pengasuh TPA (Tempat Penitipan Anak) dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Foto/UICI.
A A A
JAKARTA - Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menggelar sosialisasi program beasiswa S1 bagi pengasuh TPA (Tempat Penitipan Anak) dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) pada Senin (23/02/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti kurang lebih 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Polemik Alumni LPDP Hina Negara, Mahfud MD: Jangan Pernah Lelah Mencintai Negeri Ini

Program ini ditujukan bagi para pengasuh TPA/TAMASYA yang belum memiliki kualifikasi sarjana (S1), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme layanan pengasuhan anak usia dini.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti dalam sambutannya menegaskan bahwa anak usia dini merupakan fondasi utama pembangunan SDM Indonesia.

Menurutnya, pada periode emas (golden age), kualitas pengasuhan sangat menentukan tumbuh kembang anak, mulai dari aspek kesehatan, gizi, stimulasi, pembentukan karakter hingga kesiapan belajar.

Ia menjelaskan bahwa hingga Januari 2026 terdapat 3.330 TPA/TAMASYA dengan 11.602 pengasuh di seluruh Indonesia. Karena itu, peningkatan kompetensi pengasuh menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa.

“Pengasuh bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi pendidik pertama di luar rumah yang membentuk dasar karakter anak. Program beasiswa S1 ini membuka akses pendidikan tinggi untuk memperkuat profesionalisme mereka,” ujarnya.

Rektor UICI Prof. Asep Saefuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kami sepakat bahwa Indonesia ke depan harus dibangun oleh SDM yang kokoh. Masa depan harus dipersiapkan dari hari ini,” kata Prof. Asep.

Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang sehat dan kuat sebagai basis kemajuan bangsa.

Sebagai bentuk komitmen, UICI menyediakan 100 beasiswa S1 bagi pengasuh TPA/TAMASYA yang belum menempuh pendidikan sarjana.

Prof. Asep menegaskan bahwa UICI sebagai universitas digital dengan semangat reaching the unreachable memungkinkan para pengasuh tetap bekerja sambil kuliah secara fleksibel.

“Teman-teman tetap bekerja, tetapi belajar bisa fleksibel. Kuliah di mana saja, kapan saja bisa dilakukan,” ujarnya.

Sosialisasi teknis program disampaikan oleh Kepala Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru UICI, Okky Irmanita, yang menjelaskan bahwa penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan biaya UKT hingga lulus dengan persyaratan rekomendasi dari BKKBN Provinsi atau Dinas KB Kabupaten/Kota.

Melalui kolaborasi ini, UICI dan Kemendukbangga/BKKBN berharap kualitas layanan pengasuhan anak usia dini semakin meningkat dan akses pendidikan tinggi bagi para pengasuh semakin terbuka luas.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Berita Terkini
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved