Kisah Adhiguna Kuncoro, Peneliti Indonesia di Google DeepMind London dan Kecanggihan Gemini
Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:48 WIB
loading...
Senior Research Scientist di Google DeepMind London Adhiguna Kuncoro. Foto/YouTube Rinaldi Munir.
A
A
A
JAKARTA - Ternyata dibalik kecanggihan Google Gemini ada peneliti asal Indonesia yang terlibat di dalamnya. Ia adalah Adhiguna Kuncoro yang menjadi salah satu sosok penting dalam perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global.
Ilmuwan asal Indonesia ini berkarier sebagai Senior Research Scientist di Google DeepMind London sejak 2017 dan menjadi salah satu otak di balik pengembangan Gemini.
Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia
Dikutip dari Instagram dosen ITB Imam Santoso @santosoim, Jumat (27/2/2026), Afdhiguna adalah lulusan S1 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2009.
Ketertarikannya pada AI bermula dari kamar kosnya di kawasan Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia memutuskan menulis skripsi tentang kecerdasan buatan, meski menganggap AI masih terasa jauh dan belum nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Riset Bioflok Antarkan Peneliti IPB Julie Ekasari ke Daftar 2% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025
Rasa penasarannya tentang bagaimana komputer dapat “mengerti” bahasa manusia membawanya mendalami Natural Language Processing (NLP). Bidang inilah yang menjadi pintu masuk Adhiguna ke dunia AI yang lebih luas, khususnya pengembangan model bahasa dan pemrosesan teks berbasis deep learning.
Ilmuwan asal Indonesia ini berkarier sebagai Senior Research Scientist di Google DeepMind London sejak 2017 dan menjadi salah satu otak di balik pengembangan Gemini.
Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia
Dikutip dari Instagram dosen ITB Imam Santoso @santosoim, Jumat (27/2/2026), Afdhiguna adalah lulusan S1 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2009.
Ketertarikannya pada AI bermula dari kamar kosnya di kawasan Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia memutuskan menulis skripsi tentang kecerdasan buatan, meski menganggap AI masih terasa jauh dan belum nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Riset Bioflok Antarkan Peneliti IPB Julie Ekasari ke Daftar 2% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025
Rasa penasarannya tentang bagaimana komputer dapat “mengerti” bahasa manusia membawanya mendalami Natural Language Processing (NLP). Bidang inilah yang menjadi pintu masuk Adhiguna ke dunia AI yang lebih luas, khususnya pengembangan model bahasa dan pemrosesan teks berbasis deep learning.
Lihat Juga :