Selain LPDP, Ini Daftar Beasiswa Luar Negeri yang Wajib Kembali ke Negara Asal
Jum'at, 27 Februari 2026 - 15:46 WIB
loading...
Selain LPDP, berikut daftar beasiswa S1, S2, dan S3 yang memiliki kewajiban kembali ke negara asal. Foto/Freepik.
A
A
A
JAKARTA - Polemik alumni beasiswa LPDP yang viral membuka mata publik bahwa para penerimanya harus kembali ke Indonesia usai masa studi untuk melakukan pengabdian.
Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada mahasiswa yang ingin kuliah S2/S3 di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Baca juga: Gaduh Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Sampaikan Permohonan Maaf
Salah satu syarat wajib bagi penerima beasiswa LPDP adalah kewajiban untuk kembali dan menjalankan pengabdian di Indonesia dengan skema 2N+1.
Namun tak hanya beasiswa LPDP yang wajib balik ke Indonesia, sejumlah program beasiswa internasional mewajibkan awardee untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Baca juga: Cara Mendapatkan Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Link Pendaftaran hingga Tips n Trik
Selain LPDP, berikut daftar beasiswa S1, S2, dan S3 yang memiliki kewajiban kembali ke negara asal (home country requirement) dan patut dipertimbangkan calon pelamar, dikutip dari Instagram Kobi Education, Jumat (27/2/2026).
Beasiswa dari Pemerintah Australia ini terbuka untuk jenjang S2 dan S3. Program ini bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia di negara mitra, termasuk Indonesia.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: Dibuka hingga 30 April 2026
Tanpa syarat LoA saat mendaftar
Tanpa batas maksimum usia
Banyak pilihan jurusan dan universitas
Penerima beasiswa diwajibkan kembali ke negara asal setelah studi selesai sesuai ketentuan visa dan kontrak beasiswa.
Baca juga: Berapa Duit Dana Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Suami Dwi Sasetyaningtyas?
Beasiswa Pemerintah Selandia Baru ini juga menjadi salah satu program yang mensyaratkan penerima kembali dan berkontribusi di negara asal.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: 1–31 Maret 2026
Tanpa syarat LoA
Tanpa syarat surat rekomendasi
Terbuka untuk berbagai bidang studi
Program ini menekankan pengembangan kepemimpinan dan dampak pembangunan di negara asal awardee.
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program unggulan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penerima kembali dan mengabdi di Tanah Air.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran Tahap 1: 22 Januari–23 Februari 2026 (sudah ditutup)
Tahap 2 diperkirakan dibuka Juni–Juli 2026
Memprioritaskan bidang STEM
Terbuka bagi WNI dari berbagai latar belakang
Penerima LPDP terikat kontrak untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Program beasiswa dari Pemerintah Inggris ini mendanai studi S2 (dan dalam beberapa skema kerja sama bisa hingga S3). Chevening juga menerapkan kewajiban kembali ke negara asal selama minimal dua tahun setelah studi.
Informasi penting:
Jenjang: S2 (utama) dan beberapa skema lanjutan
Pendaftaran: Sekitar Agustus–Oktober
Tanpa batasan usia
Banyak pilihan jurusan dan universitas
Fokus Chevening adalah mencetak pemimpin masa depan dengan jejaring global yang kuat.
Program beasiswa prestisius dari Pemerintah Amerika Serikat ini memberikan kesempatan studi S2 dan S3 di berbagai universitas ternama.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: Sekitar Oktober–Februari
Tanpa batasan usia
Banyak pilihan jurusan dan kampus
Sebagian besar skema Fulbright menerapkan aturan dua tahun kembali ke negara asal sebelum dapat mengajukan visa kerja tertentu di AS.
Program ICP (International Course Programme) dari VLIR-UOS di Belgia menawarkan beasiswa untuk jenjang S1 dan S2 di berbagai bidang.
Informasi penting:
Jenjang: S1 dan S2
Pendaftaran: Umumnya Oktober (tergantung jurusan)
Boleh mengulang S2 di bidang berbeda
Terbuka untuk banyak jurusan
Program ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan mengharuskan penerima kembali untuk berkontribusi di negara asal.
Kewajiban kembali ke negara asal bukan sekadar aturan administratif. Skema ini dirancang agar ilmu, jaringan internasional, dan pengalaman global yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan di negara masing-masing.
Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang disalurkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada mahasiswa yang ingin kuliah S2/S3 di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Baca juga: Gaduh Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Sampaikan Permohonan Maaf
Salah satu syarat wajib bagi penerima beasiswa LPDP adalah kewajiban untuk kembali dan menjalankan pengabdian di Indonesia dengan skema 2N+1.
Namun tak hanya beasiswa LPDP yang wajib balik ke Indonesia, sejumlah program beasiswa internasional mewajibkan awardee untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Baca juga: Cara Mendapatkan Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Link Pendaftaran hingga Tips n Trik
Selain LPDP, berikut daftar beasiswa S1, S2, dan S3 yang memiliki kewajiban kembali ke negara asal (home country requirement) dan patut dipertimbangkan calon pelamar, dikutip dari Instagram Kobi Education, Jumat (27/2/2026).
6 Beasiswa Luar Negeri yang Wajib Kembali ke Negara Asal
1. Australia Awards Scholarship
Beasiswa dari Pemerintah Australia ini terbuka untuk jenjang S2 dan S3. Program ini bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia di negara mitra, termasuk Indonesia.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: Dibuka hingga 30 April 2026
Tanpa syarat LoA saat mendaftar
Tanpa batas maksimum usia
Banyak pilihan jurusan dan universitas
Penerima beasiswa diwajibkan kembali ke negara asal setelah studi selesai sesuai ketentuan visa dan kontrak beasiswa.
Baca juga: Berapa Duit Dana Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Suami Dwi Sasetyaningtyas?
2. Manaaki New Zealand Scholarship
Beasiswa Pemerintah Selandia Baru ini juga menjadi salah satu program yang mensyaratkan penerima kembali dan berkontribusi di negara asal.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: 1–31 Maret 2026
Tanpa syarat LoA
Tanpa syarat surat rekomendasi
Terbuka untuk berbagai bidang studi
Program ini menekankan pengembangan kepemimpinan dan dampak pembangunan di negara asal awardee.
3. LPDP
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program unggulan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penerima kembali dan mengabdi di Tanah Air.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran Tahap 1: 22 Januari–23 Februari 2026 (sudah ditutup)
Tahap 2 diperkirakan dibuka Juni–Juli 2026
Memprioritaskan bidang STEM
Terbuka bagi WNI dari berbagai latar belakang
Penerima LPDP terikat kontrak untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
4. Chevening
Program beasiswa dari Pemerintah Inggris ini mendanai studi S2 (dan dalam beberapa skema kerja sama bisa hingga S3). Chevening juga menerapkan kewajiban kembali ke negara asal selama minimal dua tahun setelah studi.
Informasi penting:
Jenjang: S2 (utama) dan beberapa skema lanjutan
Pendaftaran: Sekitar Agustus–Oktober
Tanpa batasan usia
Banyak pilihan jurusan dan universitas
Fokus Chevening adalah mencetak pemimpin masa depan dengan jejaring global yang kuat.
5. Fulbright
Program beasiswa prestisius dari Pemerintah Amerika Serikat ini memberikan kesempatan studi S2 dan S3 di berbagai universitas ternama.
Informasi penting:
Jenjang: S2 dan S3
Pendaftaran: Sekitar Oktober–Februari
Tanpa batasan usia
Banyak pilihan jurusan dan kampus
Sebagian besar skema Fulbright menerapkan aturan dua tahun kembali ke negara asal sebelum dapat mengajukan visa kerja tertentu di AS.
6. VLIR-UOS (ICP)
Program ICP (International Course Programme) dari VLIR-UOS di Belgia menawarkan beasiswa untuk jenjang S1 dan S2 di berbagai bidang.
Informasi penting:
Jenjang: S1 dan S2
Pendaftaran: Umumnya Oktober (tergantung jurusan)
Boleh mengulang S2 di bidang berbeda
Terbuka untuk banyak jurusan
Program ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan mengharuskan penerima kembali untuk berkontribusi di negara asal.
Kewajiban kembali ke negara asal bukan sekadar aturan administratif. Skema ini dirancang agar ilmu, jaringan internasional, dan pengalaman global yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan di negara masing-masing.
(nnz)
Lihat Juga :