Hadapi Era AI, Wamen Stella Soroti Tiga Peran Strategis Perguruan Tinggi
Selasa, 28 Juli 2026 - 09:01 WIB
loading...
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. Foto/Kemendiktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengajak generasi muda memandang perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara kritis sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang dibawanya.
Menurut Wamen Stella, kemajuan AI justru menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya pengetahuan dan inovasi baru.
Pesan tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat menjadi pembicara utama pada Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 bertema Learn & Lead : Rooted in Purpose, Growing for Impact .
Baca juga: Beasiswa Semen Indonesia 2026 untuk Kuliah Gratis di UISI Dibuka, Cek Persyaratannya
Dalam paparannya bertajuk "Bagaimana Keberlanjutan di Era Artificial Intelligence?", Wamen Stella mengajak peserta memahami AI tidak hanya dari sisi potensinya, tetapi juga tantangan yang menyertainya.
Dikatakan olehnya bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat kemampuan dalam menciptakan pengetahuan baru, mentransmisikan pengetahuan secara bermakna, serta mengkurasi informasi menjadi pengetahuan yang bernilai. Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi agar pendidikan tinggi tetap relevan di era AI.
Baca juga: Mahasiswa Komunikasi MNC University Raih Juara Harapan 2 Peksimida DKI Jakarta 2026
Menurut Wamen Stella, kemajuan AI justru menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya pengetahuan dan inovasi baru.
Pesan tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat menjadi pembicara utama pada Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 bertema Learn & Lead : Rooted in Purpose, Growing for Impact .
Baca juga: Beasiswa Semen Indonesia 2026 untuk Kuliah Gratis di UISI Dibuka, Cek Persyaratannya
Dalam paparannya bertajuk "Bagaimana Keberlanjutan di Era Artificial Intelligence?", Wamen Stella mengajak peserta memahami AI tidak hanya dari sisi potensinya, tetapi juga tantangan yang menyertainya.
Dikatakan olehnya bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat kemampuan dalam menciptakan pengetahuan baru, mentransmisikan pengetahuan secara bermakna, serta mengkurasi informasi menjadi pengetahuan yang bernilai. Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi agar pendidikan tinggi tetap relevan di era AI.
Baca juga: Mahasiswa Komunikasi MNC University Raih Juara Harapan 2 Peksimida DKI Jakarta 2026
Lihat Juga :