Kisah Cynthia Fransisca, Lulusan SMK Cumlaude FEB UGM, Kini Diterima Kerja di EY

Minggu, 01 Maret 2026 - 13:10 WIB
loading...
Kisah Cynthia Fransisca,...
Mahasiswa UGM Cynthia Fransisca. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Bagi Cynthia Fransisca, mahasiswa jurusan AkuntansiFEB Universitas Gadjah Mada (UGM) wisuda periode II 2026 akan menjadi momen yang tak akan terlupakan baginya.

Pasalnya mahasiswa kelahiran Pulau Bangka ini tidak menyangka jika dirinya akan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik lulusan program sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Baca juga: Kisah Zufa Lulusan Ilmu Keperawatan UGM dengan IPK 4,00: Setiap Malam Saya Telpon Ibu

Perempuan berusia 22 tahun itu menamatkan studinya dalam waktu 3 tahun 4 bulan 12 hari dengan raihan IPK 3,97, ia lulus dengan menyandang predikat cumlaude.

Tak Pernah Berani Bermimpi Kuliah di UGM


Hidup jauh dari pusat pendidikan, Cynthia awalnya mengaku tak pernah berani bermimpi kuliah di UGM. Apalagi mengingat latar belakang kedua orang tuanya yang hanya berijazah Sekolah Dasar.

Semua itu membuatnya sempat ragu, namun seiring waktu ia semakin paham bahwa privilese tidak selalu hadir dalam bentuk kemudahan.

Baca juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93

“Privilege tidak datang kepada setiap orang dengan cara yang sama dan dalam waktu yang sama. Tidak selalu dalam bentuk kemudahan, tetapi seringkali dalam bentuk kesempatan, kesempatan untuk belajar, untuk mencoba, dan untuk bertahan,” katanya, dikutip dari laman UGM, Minggu (1/3/2026).

Lulusan SMK Tak Minder di FEB UGM


Bagi Cynthia, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan buah dari tekad, kerja keras dan ketekunan. Meski berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat memasuki awal belajar di FEB UGM, ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memulai dari garis yang sama. Iapun menanamkan dalam diri untuk tidak merasa minder.

Bahkan diawal ia merasa cukup percaya diri, khususnya pada mata kuliah pengantar akuntansi pasalnya ia pernah mendapat bekal saat duduk di bangku SMK . Hanya saja untuk beberapa mata kuliah seperti matematika ekonomi, ia mengaku harus belajar lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.



“Di satu sisi saya sempat merasa unggul di beberapa materi. Tapi di sisi lain, saya juga pernah merasa paling tidak paham. Dari situ saya belajar bahwa di perkuliahan semua akan kembali ke nol, yang membedakan hanya kemauan untuk terus belajar,” terangnya.

Untung ada kebisaan darinya sehingga selain fokus akademik, iapun sempat membagi waktu untuk aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai lomba. Ia sempat terlibat dalam Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) serta kepanitiaan di program studinya.

Bahkan di semester kedua, ia terpilih sebagai Awardee Beasiswa Tanoto Teladan 2023–2026 dari Tanoto Foundation. Melalui Tanoto Scholar Association (TSA) UGM, iapun kemudian dipercaya menjadi staf hingga manajer divisi networking yaitu memperluas jejaring sekaligus melatih kemampuan koordinasi tim.

Aktif di IMAGAMA dan Awardee Tanoto Teladan


Memasuki perkuliahan di semester lima, Cynthia mulai fokus mengikuti berbagai kompetisi. Bersama tim, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024, dan capaian ini memicunya terus bersemangat mencoba berbagai tantangan lomba lainnya.

Pernah ia meraih Gold Medal dalam International Youth Business Competition 2024 yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, dan juara 2 pada Decarbonizing Indonesia Business Case Competition 2025. Tak terhitung berapa kompetisi ia lalui hanya mencapai semifinal karena terpaksa harus mengundurkan diri karena terbentur jadwal akademik.

Meski begitu ia tetap menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga dibanding hasil akhir. “Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ucapnya.

Cynthia pun mengakui perjalanan kuliahnya tidak selalu berjalan mulus. Hampir setiap awal semester ia merasa kewalahan menghadapi perubahan jadwal dan pola belajar baru. Beberapa kali, ia mengaku mengalami burnout, dan dari situ ia belajar mengenali batas diri, menyusun jadwal lebih terstruktur dan menetapkan prioritas. Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya tentang makna keberhasilan.

Perjalanannya belajar di FEB UGM, dinilainya membentuk resiliensi, growth mindset, serta mampu mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang. Iapun mengaku merasakan nilai-nilai integritas dan disiplin selama menjalani perkuliahan.

Diterima Kerja di Ernst & Young (EY)


Lingkungan kampus yang suportif, baginya turut memperkuat jejaring dan kepercayaan diri untuk terus berkembang. Menjelang kelulusan, Cynthia mengaku telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni Ernst & Young (EY).

Baginya kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sebagai pencapaian dari konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa studi.“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tetapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya,” pungkas Cynthia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Daftar Ulang UGM Jalur...
Daftar Ulang UGM Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
UGM Terima 2.857 Mahasiswa...
UGM Terima 2.857 Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Ini Link Daftar Ulangnya
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Raih Doktor Ekonomi...
Raih Doktor Ekonomi di Universitas Trisakti, Sabar L Tobing Tawarkan Gagasan Pajak Digital
PKM di Meruya, UMB Dorong...
PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved