Cerita Vira dan Aimee, Angkat Isu Pendidikan dan Raih Juara di Korea Youth Summit 2026
Sabtu, 07 Maret 2026 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
ak hanya sekedar presentasi, Vira dan Aimee juga melakukan aksi nyata sebagai solusi dari isu yang diangkat. Mereka menjadi volunteer English teacher di sebuah panti asuhan di Gresik dan membangun mini library yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Inovasi yang kami lakukan adalah menjadi volunteer guru di sebuah panti asuhan di Gresik dan juga memberikan mini library. Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.” lanjut Aimee.
Korea Youth Summit adalah kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mempresentasikan ide inovatif yang berdampak bagi masyarakat global dan diikuti 26 peserta dari 8 negara, seperti Maroko, Vietnam, New Zealand, dan lain sebagainya. Di kompetisi ini, Vira dan Aimee meraih juara 2 di kategori Best Idea Innovation.
“Kami berkompetisi di Korea langsung dan juga mendapat penghargaan Best Group. Alasan kita mendapat penghargaan tersebut adalah kita berempat melakukan kerjasama saat melakukan proyek dan berkomunikasi satu sama lain. Selama beberapa bulan, kita bekerja keras untuk mengulurkan waktu buat proyek ini dan mempelajari bahwa dengan bekerja sama dan menjaga komunikasi satu sama lain, kita bisa meraih kesuksesan dan menyelesaikan proyek kita dengan aman.” kata Vira dan Aimee.
Persiapan kompetisi tentunya tak luput dari tantangan. Sama halnya yang dirasakan Vira dan Aimee yang telah mempersiapkan proyeknya dari tiga bulan sebelumnya. Mulai dari manajemen waktu, hingga hambatan yang dirasakan saat terjun ke lapangan.
“Kami mempersiapkan lomba ini dari 3 bulan sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi adalah dalam mencari waktu yang pas untuk melakukan project kami bersama dua teman kami dari sekolah yang berbeda. Selain itu, tantangan sosial yang kami hadapi adalah berkomunikasi dengan anak anak panti yang baru pertama kali bertemu dengan pelajaran bahasa inggris yang membuat kami membutuhkan lebih banyak waktu dalam mengajar.” kata Vira.
Meski begitu, kesadaran Vira dan Aimee dalam melihat kesenjangan pendidikan di Indonesia membuatnya lebih peka terhadap kebutuhan orang lain yang tumbuh di lingkungan berbeda.
“Inovasi yang kami lakukan adalah menjadi volunteer guru di sebuah panti asuhan di Gresik dan juga memberikan mini library. Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.” lanjut Aimee.
Raih Juara 2 Kategori Best Idea Innovation di Korea Youth Summit 2026
Korea Youth Summit adalah kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mempresentasikan ide inovatif yang berdampak bagi masyarakat global dan diikuti 26 peserta dari 8 negara, seperti Maroko, Vietnam, New Zealand, dan lain sebagainya. Di kompetisi ini, Vira dan Aimee meraih juara 2 di kategori Best Idea Innovation.
“Kami berkompetisi di Korea langsung dan juga mendapat penghargaan Best Group. Alasan kita mendapat penghargaan tersebut adalah kita berempat melakukan kerjasama saat melakukan proyek dan berkomunikasi satu sama lain. Selama beberapa bulan, kita bekerja keras untuk mengulurkan waktu buat proyek ini dan mempelajari bahwa dengan bekerja sama dan menjaga komunikasi satu sama lain, kita bisa meraih kesuksesan dan menyelesaikan proyek kita dengan aman.” kata Vira dan Aimee.
Tantangan Persiapan Kompetisi dan Pembuatan Proyek
Persiapan kompetisi tentunya tak luput dari tantangan. Sama halnya yang dirasakan Vira dan Aimee yang telah mempersiapkan proyeknya dari tiga bulan sebelumnya. Mulai dari manajemen waktu, hingga hambatan yang dirasakan saat terjun ke lapangan.
“Kami mempersiapkan lomba ini dari 3 bulan sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi adalah dalam mencari waktu yang pas untuk melakukan project kami bersama dua teman kami dari sekolah yang berbeda. Selain itu, tantangan sosial yang kami hadapi adalah berkomunikasi dengan anak anak panti yang baru pertama kali bertemu dengan pelajaran bahasa inggris yang membuat kami membutuhkan lebih banyak waktu dalam mengajar.” kata Vira.
Meski begitu, kesadaran Vira dan Aimee dalam melihat kesenjangan pendidikan di Indonesia membuatnya lebih peka terhadap kebutuhan orang lain yang tumbuh di lingkungan berbeda.
(nnz)
Lihat Juga :