Marlyn Ivana Trigita Jadi Lulusan Tercepat Psikologi UGM, Kuliah Tuntas 3 Tahun 2 Bulan

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:41 WIB
loading...
Marlyn Ivana Trigita...
Mahasiswa program studi Psikologi UGM Marlyn Ivana Trigita. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Mahasiswa program studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Marlyn Ivana Trigita dinobatkan sebagai lulusan tercepat dengan menuntaskan studi dalam waktu 3 tahun 2 bulan 1 hari. Padahal masa studi rata-rata untuk 1.201 wisudawan Program Sarjana adalah 4 tahun 2 bulan.

Berhasil menjadi lulusan dengan masa studi tercepat, Marlyn mengaku capai tersebut berkat dari hasil ketekunan dan strategi belajar yang tepat dapat mempercepat proses akademik tanpa mengurangi kualitas. Bagi Marlyn, kelulusan memiliki makna personal yang mendalam untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah ia mulai sebelumnya.

Baca juga: Kisah Cynthia Fransisca, Lulusan SMK Cumlaude FEB UGM, Kini Diterima Kerja di EY

“Aku memulai studi di UGM, jadi aku harus menyelesaikannya, ya wisuda ini,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (10/3/2026).

Marlyn menilai sistem perkuliahan di Psikologi yang telah terstruktur per semester sangat membantu dirinya dan mahasiswa lainnya untuk memiliki alur pembelajaran yang relatif seragam. Dinamika perbedaan baru terasa ketika memasuki semester 6 dan 7, terutama saat mulai mempersiapkan skripsi.

“Kalau di psikologi, kita dipaketin per semester itu berapa SKS, jadi per orang rata-rata akan punya rundown yang sama. Mungkin, dinamikanya itu bakalan terlihat ketika masuk di semester 6 atau 7,” tuturnya.

Baca juga: Kisah Tiara, Sukses Raih Gelar Sarjana Kedokteran Gigi UGM di Usia 20 Tahun

Menurut Maryln, kunci utama percepatan studinya adalah fokus. Ia memilih menggunakan data sekunder yang telah dipublikasikan dan divalidasi, sehingga dapat menghemat waktu pengumpulan data tanpa mengurangi kualitas penelitian. “Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Di skripsi ini, data yang digunakan adalah sekunder atau data yang dipublikasikan dan sudah divalidasi juga karena diambil dari perusahaan yang sudah meriset itu,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi peran dosen pembimbing yang responsif, cekatan, dan kritis dalam memberikan masukan. Dukungan tersebut membuat proses penyusunan skripsinya berjalan efektif. Selain itu, fleksibilitas dosen pembimbing, bantuan akademik yang menjelaskan alur administrasi secara rinci, serta dukungan teman-teman yang menjadi ruang aman selama proses pengerjaan skripsi turut menjadi faktor penting keberhasilannya.



“Dosen pembimbing cukup fleksibel, sangat kritis, dan cepat dalam merespon bimbingan sehingga itu sangat membantu. Akademik psikologi juga sangat membantu dalam penjelasan alur skripsi sampai kelulusan dengan rinci. Lalu, terima kasih juga kepada teman-teman karena selalu mendukung dan menjadi tempat aman di masa pembuatan skripsi,” kata Marlyn.

Di balik kelancaran tersebut, Maryln mengakui ada tantangan yang tidak sederhana. Salah satu proses paling rumit adalah data cleaning saat penulisan skripsinya. Data yang ia gunakan berjumlah ribuan dengan banyak variabel, sehingga proses memilah dan menentukan variabel yang relevan membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang. “Data cleaning adalah salah satu proses paling rumit yang ada di masa pembuatan skripsi. Itu karena data yang diambil juga jumlahnya ribuan dan variabelnya banyak, jadi untuk milah yang mau dipakai itu cukup memakan waktu,” jelasnya.

Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia”, Marlyn mengangkat isu yang relevan dengan konteks sosial Indonesia. Penelitian ini terinspirasi dari pemikiran Michel Foucault tentang relasi kuasa, khususnya gagasan mengenai pembagian kekuasaan yang tidak selalu berjalan seimbang dalam praktik sosial. Dalam konteks masyarakat yang masih cenderung patriarkal, pembagian kekuasaan dalam keluarga kerap tidak setara, terutama terhadap perempuan.

Di sisi lain, dalam psikologi terdapat teori self-determination yang menekankan bahwa otonomi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kesehatan mental. Marlyn ingin mengetahui apakah pola yang ditemukan dalam penelitian luar negeri, bahwa rendahnya otonomi perempuan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi, juga terjadi di Indonesia.

“Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya,” ungkapnya.

Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang dikumpulkan oleh beberapa perusahaan. Melalui data berskala besar tersebut, ia menganalisis hubungan antara tingkat otonomi pengambilan keputusan perempuan menikah dan peluang terjadinya depresi.

Ia juga menyoroti fenomena shadowed autonomy, yakni kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan, tetapi keputusan tersebut bukan sepenuhnya didasarkan pada kehendak pribadi. Pengalaman dan pengamatan terhadap dinamika keluarga di sekitarnya turut menguatkan ketertarikannya pada topik ini.

Bagi Marlyn, skripsi adalah proyek panjang yang harus diselesaikan dalam waktu relatif singkat, terlebih bagi mahasiswa yang menjadikannya sebagai pengalaman penelitian pertama. Karena itu, ia menekankan pentingnya memahami topik dan metode penelitian secara mendalam sejak awal. “Pelajari topik dan metode yang akan kamu pakai itu sebaik mungkin. Tapi nggak perlu jadi yang tercepat. Just do it as good as possible,” pesannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Rekomendasi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Berita Terkini
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved