Darunnajah Jadi Tuan Rumah Literasi Keuangan Syariah Nasional Bersama OJK
Kamis, 12 Maret 2026 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh peserta yang hadir mendapatkan pembekalan dari narasumber yang berasal dari OJK, NUBIC, serta perwakilan dari Bank Muamalat Indonesia.
Di akhir sambutannya, Hadiyanto menyatakan kesiapan Darunnajah untuk menjadi mitra strategis OJK dalam berbagai program, mulai dari edukasi dan literasi keuangan syariah bagi santri dan masyarakat pesantren, penguatan peran LAZNAS dalam ekosistem filantropi Islam yang teregulasi, pengembangan wakaf uang sebagai instrumen investasi sosial, hingga inovasi Wakaf Link Sukuk dan berbagai skema wakaf produktif lainnya.
"Jika 4 juta santri Indonesia tumbuh dengan kecerdasan seperti itu, melek keuangan syariah, dan berani berwirausaha. Maka, kita tidak hanya membangun generasi yang shaleh, tetapi generasi ulama, zu'ama, dan aghniya yang berdaulat secara ekonomi," pungkasnya.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, hadir dan menyampaikan keynote speech pada kegiatan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, yang sebelumnya dijadwalkan hadir, berhalangan menghadiri kegiatan ini dan diwakili oleh Dr. KH. Fahmy Akbar Idries selaku Ketua PBNU Bidang Ekonomi ditunjuk untuk memberikan sambutan sekaligus mengikuti prosesi peluncuran Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah bagi pesantren.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran Modul Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah yang diserahkan secara simbolis oleh pihak OJK kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah dan Ketua Umum PBNU, untuk selanjutnya diteruskan kepada jaringan lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.
Modul ini merupakan wujud nyata kolaborasi OJK, NUBIC, dan Darunnajah dalam memperluas literasi keuangan syariah hingga ke akar rumput.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan momen buka puasa bersama lebih dari 1.000 santri dan para tokoh nasional. (adm/humas)
Di akhir sambutannya, Hadiyanto menyatakan kesiapan Darunnajah untuk menjadi mitra strategis OJK dalam berbagai program, mulai dari edukasi dan literasi keuangan syariah bagi santri dan masyarakat pesantren, penguatan peran LAZNAS dalam ekosistem filantropi Islam yang teregulasi, pengembangan wakaf uang sebagai instrumen investasi sosial, hingga inovasi Wakaf Link Sukuk dan berbagai skema wakaf produktif lainnya.
"Jika 4 juta santri Indonesia tumbuh dengan kecerdasan seperti itu, melek keuangan syariah, dan berani berwirausaha. Maka, kita tidak hanya membangun generasi yang shaleh, tetapi generasi ulama, zu'ama, dan aghniya yang berdaulat secara ekonomi," pungkasnya.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, hadir dan menyampaikan keynote speech pada kegiatan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, yang sebelumnya dijadwalkan hadir, berhalangan menghadiri kegiatan ini dan diwakili oleh Dr. KH. Fahmy Akbar Idries selaku Ketua PBNU Bidang Ekonomi ditunjuk untuk memberikan sambutan sekaligus mengikuti prosesi peluncuran Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah bagi pesantren.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran Modul Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah yang diserahkan secara simbolis oleh pihak OJK kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah dan Ketua Umum PBNU, untuk selanjutnya diteruskan kepada jaringan lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.
Modul ini merupakan wujud nyata kolaborasi OJK, NUBIC, dan Darunnajah dalam memperluas literasi keuangan syariah hingga ke akar rumput.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan momen buka puasa bersama lebih dari 1.000 santri dan para tokoh nasional. (adm/humas)
(nnz)
Lihat Juga :