Tim Mahasiswa UI Raih Global Ambassador Samsung lewat Inovasi Kacamata Pintar
Jum'at, 13 Maret 2026 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, masalah utama bukan pada kemauan berolahraga, melainkan pada risiko dan rasa tidak aman. Di sinilah teknologi berperan. Anthony mengatakan, computer vision dan edge AI memungkinkan sistem membaca garis lintasan dan hambatan secara real time, lalu memberi arahan yang konsisten. “Itu yang mendorong lahirnya RunSight,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa Fasilkom UI, tim ini merasakan langsung relevansi kurikulum dengan pengembangan produk. Kaindra Rizq Sachio menyoroti peran krusial mata kuliah Computer Vision untuk pengembangan inovasi ini.
“RunSight menggunakan tiga model AI berbasis citra, yakni object detection, semantic segmentation, dan depth estimation. Mata kuliah Computer Vision memberi fondasi konsep dan metode untuk mengembangkan model-model ini secara end-to-end,” kata Kaindra.
Keberhasilan tim juga ditopang pembagian peran yang solid. Fazil menjelaskan struktur kerja internal mereka. Ia sendiri fokus sebagai software engineer untuk aplikasi mobile dan backend.
“Anthony berperan sebagai product engineer yang mengoordinasikan pengembangan produk dan strategi bisnis. Kaindra menangani pengembangan AI, sementara Ariq merancang prototipe hardware dan integrasi IoT RunSight,” tutur Fazil.
Bukan tanpa kendala, Anthony mengungkapkan tantangan terbesar justru muncul saat membawa inovasi ini ke kondisi di lapangan. Ia menceritakan bahwa tim harus menjaga keseimbangan antara akurasi dan keselamatan.
“AI harus stabil di kondisi lari dengan pencahayaan berubah, lintasan pudar, dan keramaian. Salah deteksi bisa berbahaya, Jadi kami perlu desain sistem yang safety-first, dengan output yang stabil dan tidak memberi instruksi mendadak,” tutur Anthony.
Tantangan non-teknis pun tim temui. Ia mengatakan tim harus berani memangkas fitur yang terlihat menarik tapi tidak membantu pengguna, selain mereka harus sambil tetap berkuliah dan menyiapkan presentasi kompetisi dengan waktu terbatas.
RunSight pun telah diuji langsung pengguna dengan gangguan penglihatan. Dari sesi uji coba tersebut, tim mendapatkan tiga insight utama. Anthony mengatakan penyandang disabilitas visual tidak mencari “bantuan”, tapi kontrol dan rasa aman.
Sebagai mahasiswa Fasilkom UI, tim ini merasakan langsung relevansi kurikulum dengan pengembangan produk. Kaindra Rizq Sachio menyoroti peran krusial mata kuliah Computer Vision untuk pengembangan inovasi ini.
“RunSight menggunakan tiga model AI berbasis citra, yakni object detection, semantic segmentation, dan depth estimation. Mata kuliah Computer Vision memberi fondasi konsep dan metode untuk mengembangkan model-model ini secara end-to-end,” kata Kaindra.
Keberhasilan tim juga ditopang pembagian peran yang solid. Fazil menjelaskan struktur kerja internal mereka. Ia sendiri fokus sebagai software engineer untuk aplikasi mobile dan backend.
“Anthony berperan sebagai product engineer yang mengoordinasikan pengembangan produk dan strategi bisnis. Kaindra menangani pengembangan AI, sementara Ariq merancang prototipe hardware dan integrasi IoT RunSight,” tutur Fazil.
Tantangan bagi tim
Bukan tanpa kendala, Anthony mengungkapkan tantangan terbesar justru muncul saat membawa inovasi ini ke kondisi di lapangan. Ia menceritakan bahwa tim harus menjaga keseimbangan antara akurasi dan keselamatan.
“AI harus stabil di kondisi lari dengan pencahayaan berubah, lintasan pudar, dan keramaian. Salah deteksi bisa berbahaya, Jadi kami perlu desain sistem yang safety-first, dengan output yang stabil dan tidak memberi instruksi mendadak,” tutur Anthony.
Tantangan non-teknis pun tim temui. Ia mengatakan tim harus berani memangkas fitur yang terlihat menarik tapi tidak membantu pengguna, selain mereka harus sambil tetap berkuliah dan menyiapkan presentasi kompetisi dengan waktu terbatas.
RunSight pun telah diuji langsung pengguna dengan gangguan penglihatan. Dari sesi uji coba tersebut, tim mendapatkan tiga insight utama. Anthony mengatakan penyandang disabilitas visual tidak mencari “bantuan”, tapi kontrol dan rasa aman.
Lihat Juga :