Tim Mahasiswa UI Raih Global Ambassador Samsung lewat Inovasi Kacamata Pintar

Jum'at, 13 Maret 2026 - 13:45 WIB
loading...
Tim Mahasiswa UI Raih...
Tim mahasiswa Fasilkom Universitas Indonesia (UI). Foto/UI.
A A A
JAKARTA - Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Komputer ( Fasilkom ) berhasil menjadi Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow Global. Prestasi ini diraih berkat inovasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama RunSight.

Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil Tirtana, dan Ariq Maulana Malki Ibrahim dengan dosen pembimbing Vektor Dewanto.

Baca juga: Viral Video Demo 27 Februari 2026, UI Pastikan Pelaku Bukan Mahasiswanya

Pengakuan ini menempatkan RunSight sebagai salah satu solusi terpilih dunia pada kategori Sport & Tech, sekaligus menjadikan tim ini perwakilan Indonesia pertama yang mencapai posisi Global Ambassador dalam program tersebut. Selain pengakuan global, tim juga memperoleh dukungan pendanaan dan program mentoring eksklusif selama dua tahun penuh dari Samsung.

Ariq mengaku ini menjadi pembuktian bahwa karya anak bangsa bisa bersaing di panggung dunia. “Rasanya bangga yang luar biasa. Semua proses panjang, riset, dan diskusi tak kenal lelah akhirnya terbayar,” katanya dengan bangga, dikutip dari laman Fasilkom UI, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Mahasiswa UI Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Forum Internasional Amsterdam

RunSight lahir dari observasi langsung tim terhadap tantangan yang dihadapi penyandang gangguan penglihatan, khususnya saat berlari. Anthony menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari dua temuan di lapangan yang saling menguatkan. Timnya melihat penyandang disabilitas visual ingin tetap aktif berlari, tapi selalu terhenti karena ketidakpastian, takut keluar lintasan atau menabrak orang.

“Mereka akhirnya harus menunggu guide runner. Di sisi lain, alat bantu yang ada seperti tongkat atau GPS tidak cukup aman untuk lari,” jelas Anthony.

Menurutnya, masalah utama bukan pada kemauan berolahraga, melainkan pada risiko dan rasa tidak aman. Di sinilah teknologi berperan. Anthony mengatakan, computer vision dan edge AI memungkinkan sistem membaca garis lintasan dan hambatan secara real time, lalu memberi arahan yang konsisten. “Itu yang mendorong lahirnya RunSight,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa Fasilkom UI, tim ini merasakan langsung relevansi kurikulum dengan pengembangan produk. Kaindra Rizq Sachio menyoroti peran krusial mata kuliah Computer Vision untuk pengembangan inovasi ini.

“RunSight menggunakan tiga model AI berbasis citra, yakni object detection, semantic segmentation, dan depth estimation. Mata kuliah Computer Vision memberi fondasi konsep dan metode untuk mengembangkan model-model ini secara end-to-end,” kata Kaindra.

Keberhasilan tim juga ditopang pembagian peran yang solid. Fazil menjelaskan struktur kerja internal mereka. Ia sendiri fokus sebagai software engineer untuk aplikasi mobile dan backend.

“Anthony berperan sebagai product engineer yang mengoordinasikan pengembangan produk dan strategi bisnis. Kaindra menangani pengembangan AI, sementara Ariq merancang prototipe hardware dan integrasi IoT RunSight,” tutur Fazil.

Tantangan bagi tim


Bukan tanpa kendala, Anthony mengungkapkan tantangan terbesar justru muncul saat membawa inovasi ini ke kondisi di lapangan. Ia menceritakan bahwa tim harus menjaga keseimbangan antara akurasi dan keselamatan.

“AI harus stabil di kondisi lari dengan pencahayaan berubah, lintasan pudar, dan keramaian. Salah deteksi bisa berbahaya, Jadi kami perlu desain sistem yang safety-first, dengan output yang stabil dan tidak memberi instruksi mendadak,” tutur Anthony.

Tantangan non-teknis pun tim temui. Ia mengatakan tim harus berani memangkas fitur yang terlihat menarik tapi tidak membantu pengguna, selain mereka harus sambil tetap berkuliah dan menyiapkan presentasi kompetisi dengan waktu terbatas.

RunSight pun telah diuji langsung pengguna dengan gangguan penglihatan. Dari sesi uji coba tersebut, tim mendapatkan tiga insight utama. Anthony mengatakan penyandang disabilitas visual tidak mencari “bantuan”, tapi kontrol dan rasa aman.

“Selain itu, arahan berbasis posisi terhadap lintasan jauh lebih berguna dibanding sekadar peringatan objek. Dan yang terpenting, pengalaman harus sangat sederhana, yakni audio cue singkat, konsisten, dan blind-friendly,” ungkap Anthony.

Anthony menjelaskan, masukan ini membentuk desain akhir RunSight, mulai dari sistem voice guidance hingga kenyamanan perangkat.

Bagi Fazil, pencapaian yang diraih timnya ini bukan sekadar prestasi. Menurutnya, tim ini membawa nama Indonesia dan Universitas Indonesia sebagai representasi potensi inovator muda.

“Ini tanggung jawab besar sekaligus motivasi agar inovasi dari Indonesia semakin percaya diri tampil dan diakui secara global,” tutur Fazil.

Ke depan dengan dukungan pendanaan dan mentoring, fokus tim kini diarahkan pada pematangan produk. Kaindara mengatakan tim ini akan meningkatkan akurasi AI di berbagai kondisi lapangan dan menyesuaikan fitur agar lebih sesuai kebutuhan pasar.

Untuk mendukung inovasi lainnya di jurusannya, Ariq menilai ekosistem Fasilkom UI yang sudah kuat secara teknis, perlu memperbanyak ruang mentoring dan simulasi kompetisi. Sementara itu, Kaindra menyampaikan pesan sederhana bagi mahasiswa lainnya yang masih ragu melangkah.

“Mulai aja dulu. Jangan takut gagal. Gagal itu bagian dari perjalanan, dan selalu ada pelajaran untuk jadi lebih baik.”

Dengan RunSight, mahasiswa Fasilkom UI tak hanya membuktikan keunggulan teknis, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi mampu membawa nama Indonesia bersinar di tingkat global.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
Lolos SNBT UI 2026?...
Lolos SNBT UI 2026? Ini Tahapan Daftar Ulang, Pra Registrasi hingga Pengajuan UKT
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Berita Terkini
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Infografis
Potensi Politisi Raih...
Potensi Politisi Raih Simpati Publik Lewat Habib Rizieq
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved