Perkuat Inklusivitas, Mendikdasmen Luncurkan Program PijatMu dan Mudik Asyik untuk Difabel
Minggu, 15 Maret 2026 - 11:41 WIB
loading...
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti. Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu'ti meluncurkan dua program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, yakni PijatMu dan Mudik Asyik, dalam kegiatan buka puasa bersama komunitas difabel di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh Direktorat Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan diikuti sekitar 1.800 peserta dari berbagai komunitas difabel. Acara berlangsung di Masjid Baitut Tholibin yang berada di area kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca juga: Relaksasi Dana BOSP 2026, Kemendikdasmen Izinkan Sekolah Bayar Honor Guru Non ASN
Buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 1.000 penyandang disabilitas ini diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitut Tholibin bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PP Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, antara lain Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Badan Pengelola Keuangan Haji, serta Bank Syariah Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian penyandang disabilitas.
"Alhamdulillah, dalam kegiatan tadi juga diberikan santunan sekaligus dukungan agar para penyandang disabilitas dapat mudik ke kampung halaman," katanya.
Ia menjelaskan bahwa program Mudik Asyik bagi penyandang disabilitas sejalan dengan arahan Presiden agar pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat untuk dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat Hari Raya.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya digelar di lingkungan Kemendikdasmen dengan partisipasi besar dari komunitas difabel.
"Pesertanya sangat banyak, sekitar 1.800 orang lebih. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagi kita untuk berbagi sekaligus membangun masyarakat yang inklusif," ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan masyarakat inklusif harus menghapus sekat antara penyandang disabilitas dan masyarakat lainnya sehingga semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain meluncurkan program sosial, Kemendikdasmen juga menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan inklusif di Indonesia mulai tahun 2026. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah sejumlah unit Sekolah Luar Biasa (SLB) di beberapa provinsi, termasuk di wilayah Jawa Tengah.
Namun demikian, Mendikdasmen menjelaskan bahwa jumlah pasti SLB yang akan dibangun masih dalam proses kajian dan kurasi pemerintah.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu pelatihan yang akan dikembangkan adalah pijat refleksi serta berbagai pelatihan keterampilan lainnya untuk mendukung kemandirian mereka.
Menurut Abdul Mu’ti, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Kami meyakini bahwa semua anak Indonesia memiliki potensi memiliki kemampuan untuk menjadi anak-anak Indonesia yang hebat apabila mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas," kata Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meresmikan komunitas PijatMu serta program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang merupakan hasil kerja sama dengan Muhammadiyah dan sejumlah mitra.
"Ini merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan juga dengan mitra-mitra, dengan BPKH, dengan BSI dan juga beberapa lembaga yang lainnya," jelas Abdul Mu'ti.
Kegiatan tersebut digelar oleh Direktorat Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan diikuti sekitar 1.800 peserta dari berbagai komunitas difabel. Acara berlangsung di Masjid Baitut Tholibin yang berada di area kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca juga: Relaksasi Dana BOSP 2026, Kemendikdasmen Izinkan Sekolah Bayar Honor Guru Non ASN
Buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 1.000 penyandang disabilitas ini diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitut Tholibin bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PP Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, antara lain Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Badan Pengelola Keuangan Haji, serta Bank Syariah Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian penyandang disabilitas.
"Alhamdulillah, dalam kegiatan tadi juga diberikan santunan sekaligus dukungan agar para penyandang disabilitas dapat mudik ke kampung halaman," katanya.
Ia menjelaskan bahwa program Mudik Asyik bagi penyandang disabilitas sejalan dengan arahan Presiden agar pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat untuk dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat Hari Raya.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya digelar di lingkungan Kemendikdasmen dengan partisipasi besar dari komunitas difabel.
"Pesertanya sangat banyak, sekitar 1.800 orang lebih. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagi kita untuk berbagi sekaligus membangun masyarakat yang inklusif," ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan masyarakat inklusif harus menghapus sekat antara penyandang disabilitas dan masyarakat lainnya sehingga semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain meluncurkan program sosial, Kemendikdasmen juga menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan inklusif di Indonesia mulai tahun 2026. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah sejumlah unit Sekolah Luar Biasa (SLB) di beberapa provinsi, termasuk di wilayah Jawa Tengah.
Namun demikian, Mendikdasmen menjelaskan bahwa jumlah pasti SLB yang akan dibangun masih dalam proses kajian dan kurasi pemerintah.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu pelatihan yang akan dikembangkan adalah pijat refleksi serta berbagai pelatihan keterampilan lainnya untuk mendukung kemandirian mereka.
Menurut Abdul Mu’ti, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Kami meyakini bahwa semua anak Indonesia memiliki potensi memiliki kemampuan untuk menjadi anak-anak Indonesia yang hebat apabila mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas," kata Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meresmikan komunitas PijatMu serta program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang merupakan hasil kerja sama dengan Muhammadiyah dan sejumlah mitra.
"Ini merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan juga dengan mitra-mitra, dengan BPKH, dengan BSI dan juga beberapa lembaga yang lainnya," jelas Abdul Mu'ti.
(nnz)
Lihat Juga :