Kelas Malam Buka Peluang Pekerja Tingkatkan Pendidikan di Tengah Kesibukan
Senin, 16 Maret 2026 - 19:22 WIB
loading...
Keterbatasan waktu terkadang menjadi kendala utama bagi para pekerja yang ingin melanjutkan studi. Foto/Matana University.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kebutuhan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan menjadi semakin penting. Namun, keterbatasan waktu kerap menjadi kendala bagi para pekerja yang ingin melanjutkan studi. Untuk menjawab tantangan tersebut, program kuliah kelas malam hadir sebagai solusi pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan para profesional masa kini.
Program kelas malam dirancang khusus bagi karyawan, profesional muda, dan masyarakat produktif yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Sistem perkuliahan disusun menyesuaikan ritme kerja, dengan jadwal belajar pada malam hari serta dukungan metode pembelajaran hybrid yang memadukan pertemuan daring dan tatap muka.
Baca juga: Penerimaan Taruna Akpol 2026 Resmi Dibuka, Ini Tata Cara Pendaftarannya
Selain fleksibel dari sisi waktu, akses pembiayaan pendidikan juga menjadi perhatian penting dalam program ini. Skema biaya kuliah dirancang lebih terjangkau dengan pilihan pembayaran yang dapat dilakukan secara bertahap sebelum periode daftar ulang. Berbagai bentuk keringanan juga tersedia, seperti potongan biaya pendidikan dan beasiswa uang kuliah tunggal (UKT) hingga 50 persen selama masa studi.
Rektor Matana University, Franky Jamin, menyatakan bahwa kehadiran kelas malam merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami melihat banyak profesional dan karyawan memiliki potensi besar, tetapi terkendala waktu dan fleksibilitas. Program kelas malam dirancang agar mereka tetap dapat meningkatkan kompetensi akademik dan profesional tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Kurikulum disusun secara aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Program ini menyediakan berbagai pilihan program studi pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang dapat disesuaikan dengan minat dan latar belakang profesional mahasiswa. Pada jenjang sarjana tersedia program studi seperti Akuntansi, Manajemen, Pariwisata, Informatika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Arsitektur. Sementara pada jenjang magister tersedia program Magister Manajemen yang berfokus pada penguatan kepemimpinan dan strategi bisnis.
Kurikulum yang diterapkan dirancang dengan pendekatan aplikatif dan kontekstual. Proses pembelajaran didukung oleh dosen akademisi serta praktisi industri, serta dilengkapi dengan pelatihan kompetensi dan sertifikasi bertaraf internasional guna meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Menurut Franky Jamin, kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci penting dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan.
“Kami yakin lulusan kelas malam memiliki kualitas dan kompetensi yang bahkan lebih unggul, karena mereka dibekali pengalaman kerja sekaligus penguatan akademik. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan di dunia profesional dan dunia usaha,” tambahnya.
Program kelas malam dirancang khusus bagi karyawan, profesional muda, dan masyarakat produktif yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Sistem perkuliahan disusun menyesuaikan ritme kerja, dengan jadwal belajar pada malam hari serta dukungan metode pembelajaran hybrid yang memadukan pertemuan daring dan tatap muka.
Baca juga: Penerimaan Taruna Akpol 2026 Resmi Dibuka, Ini Tata Cara Pendaftarannya
Selain fleksibel dari sisi waktu, akses pembiayaan pendidikan juga menjadi perhatian penting dalam program ini. Skema biaya kuliah dirancang lebih terjangkau dengan pilihan pembayaran yang dapat dilakukan secara bertahap sebelum periode daftar ulang. Berbagai bentuk keringanan juga tersedia, seperti potongan biaya pendidikan dan beasiswa uang kuliah tunggal (UKT) hingga 50 persen selama masa studi.
Rektor Matana University, Franky Jamin, menyatakan bahwa kehadiran kelas malam merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami melihat banyak profesional dan karyawan memiliki potensi besar, tetapi terkendala waktu dan fleksibilitas. Program kelas malam dirancang agar mereka tetap dapat meningkatkan kompetensi akademik dan profesional tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Kurikulum disusun secara aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Program ini menyediakan berbagai pilihan program studi pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang dapat disesuaikan dengan minat dan latar belakang profesional mahasiswa. Pada jenjang sarjana tersedia program studi seperti Akuntansi, Manajemen, Pariwisata, Informatika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Arsitektur. Sementara pada jenjang magister tersedia program Magister Manajemen yang berfokus pada penguatan kepemimpinan dan strategi bisnis.
Kurikulum yang diterapkan dirancang dengan pendekatan aplikatif dan kontekstual. Proses pembelajaran didukung oleh dosen akademisi serta praktisi industri, serta dilengkapi dengan pelatihan kompetensi dan sertifikasi bertaraf internasional guna meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Menurut Franky Jamin, kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci penting dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan.
“Kami yakin lulusan kelas malam memiliki kualitas dan kompetensi yang bahkan lebih unggul, karena mereka dibekali pengalaman kerja sekaligus penguatan akademik. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan di dunia profesional dan dunia usaha,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :