Cerita Zair, Mahasiswa UMM Jalani Ramadan di Portugal: Puasa 12 Jam di Tengah Minoritas Muslim
Kamis, 19 Maret 2026 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Zair juga merasakan tingginya toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitarnya. Ia mengungkapkan bahwa teman-teman kampusnya sangat menghormati ibadah yang dijalankannya, bahkan memahami batasan-batasan yang ia pegang sebagai seorang Muslim.
“Teman-teman di kelas sangat menghargai. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan memahami bahwa saya tidak mengonsumsi babi atau alkohol. Saat mengajak berkumpul, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya.
Mahasiswa asal Kalimantan ini juga mengaku mendapatkan pengalaman baru, yakni memasak sendiri selama Ramadan. Hal tersebut ia lakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tetap halal. Ia bahkan membawa bumbu khas Indonesia dari tanah air. Namun, dalam kondisi tertentu, ia juga berbuka puasa di luar, salah satunya di restoran Turki favoritnya yang menyediakan menu halal seperti kebab serta takjil gratis bagi Muslim.
Bagi Zair, menjalani Ramadan di luar negeri menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang arti toleransi dan menghargai perbedaan. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain yang mengikuti program serupa agar tetap menikmati setiap proses yang dijalani.
“Teman-teman di kelas sangat menghargai. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan memahami bahwa saya tidak mengonsumsi babi atau alkohol. Saat mengajak berkumpul, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya.
Mahasiswa asal Kalimantan ini juga mengaku mendapatkan pengalaman baru, yakni memasak sendiri selama Ramadan. Hal tersebut ia lakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tetap halal. Ia bahkan membawa bumbu khas Indonesia dari tanah air. Namun, dalam kondisi tertentu, ia juga berbuka puasa di luar, salah satunya di restoran Turki favoritnya yang menyediakan menu halal seperti kebab serta takjil gratis bagi Muslim.
Bagi Zair, menjalani Ramadan di luar negeri menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang arti toleransi dan menghargai perbedaan. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain yang mengikuti program serupa agar tetap menikmati setiap proses yang dijalani.
(nnz)
Lihat Juga :