Kuliah di Mana Michael Bambang Hartono? Konglomerat yang Sukses Bangun Djarum dan BCA
Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari berbagai sumber, perjalanan karier Bambang Hartono dimulai dari bangku kuliah di FEB Undip, Semarang. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia melanjutkan bisnis keluarga dengan mengelola PT Djarum usai wafatnya sang ayah pada 1963. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebakaran pabrik, ia berhasil membawa perusahaan tersebut tumbuh menjadi salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.
Baca juga: Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya adalah keberanian mengambil alih Bank Central Asia pasca Krisis moneter Asia 1998. Di bawah kendali Grup Djarum melalui FarIndo Investments, BCA bertransformasi dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar dan paling bernilai di Tanah Air. Strategi yang diterapkan Bambang bersama saudaranya berfokus pada efisiensi teknologi dan pelayanan nasabah, yang kini menjadi standar industri perbankan nasional.
Di luar dunia bisnis, Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet bridge kebanggaan Indonesia. Ia bahkan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 dan berhasil meraih medali perunggu. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu atlet tertua yang mampu meraih medali di kompetisi internasional, sekaligus menunjukkan semangat juang yang tak lekang oleh usia.
Selain itu, Bambang juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan jauh dari kesan glamor. Jiwa nasionalismenya tercermin dari kontribusinya di dunia olahraga dan pendidikan. Dalam peringatan 60 tahun FEB Undip, ia pernah menyampaikan orasi ilmiah tentang pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi industri 4.0.
Baca juga: Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya adalah keberanian mengambil alih Bank Central Asia pasca Krisis moneter Asia 1998. Di bawah kendali Grup Djarum melalui FarIndo Investments, BCA bertransformasi dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar dan paling bernilai di Tanah Air. Strategi yang diterapkan Bambang bersama saudaranya berfokus pada efisiensi teknologi dan pelayanan nasabah, yang kini menjadi standar industri perbankan nasional.
Di luar dunia bisnis, Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet bridge kebanggaan Indonesia. Ia bahkan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 dan berhasil meraih medali perunggu. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu atlet tertua yang mampu meraih medali di kompetisi internasional, sekaligus menunjukkan semangat juang yang tak lekang oleh usia.
Selain itu, Bambang juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan jauh dari kesan glamor. Jiwa nasionalismenya tercermin dari kontribusinya di dunia olahraga dan pendidikan. Dalam peringatan 60 tahun FEB Undip, ia pernah menyampaikan orasi ilmiah tentang pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi industri 4.0.
(nnz)
Lihat Juga :