Kisah Rosa Alba, Iseng Ikut OSA Malah Diterima FK Unair Jalur Golden Ticket 2026
Senin, 30 Maret 2026 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Rosa, memilih Unair bukan keputusan yang mudah setelah melakukan riset mendalam. Namun ia menyadari bahwa peluang di Unair jauh lebih terbuka bagi siswa dengan portofolio prestasi yang kuat. Informasi dari kakak tingkatnya yang sukses masuk Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR melalui jalur serupa menjadi kunci utama strateginya. Ia mengikuti seluruh tahapan, mulai dari OSA hingga hadir langsung di Airlangga Education Expo (AEE).
Rosa menjelaskan bahwa peran alumni dan informasi internal sangat membantunya dalam menyusun berkas. “Mbaknya bilang, ‘Kamu coba Unair aja, Unair tuh menghargai semua sertif, di situ mbaknya juga udah ngasih step-step apa aja yang harus saya lakuin, kayak kamu harus eligible satu, kemudian kamu harus ikut OSA,” jelasnya.
Rosa juga menyertakan surat rekomendasi sekolah untuk mengakomodasi banyak sertifikat prestasinya menuju Golden Tiket 2026. Keputusan “gambling” ini membuahkan hasil, menjadikannya alumni pertama dari sekolahnya yang berani dan berhasil menembus ketatnya persaingan di FK Unair.
Setelah perjuangan panjang yang diiringi doa dan rasa cemas, momen mengharukan datang melalui sebuah telepon dari pihak PPMB Unair di sore hari. Rosa yang sempat merasa hopeless karena tidak kunjung mendapat kabar, langsung berangkat dari Solo menuju Surabaya menggunakan mobil segera setelah menerima undangan pengukuhan. Keberhasilan ini tidak hanya melegakannya, tetapi juga keluarga besar yang turut mengantarnya saat pelaksanaan ujian OSA tahun lalu.
Kini, Rosa mulai merencanakan masa jedanya sebelum resmi menjadi mahasiswa dengan meningkatkan berbagai keterampilan. “Saya tuh orangnya overthinking, jadi harus well planned gitu loh. Saya pengen update-update skill kayak mungkin ikut test TOEFL atau IELTS sama nyari info-info beasiswa,” tuturnya mengenai rencana ke depan.
Rosa menjelaskan bahwa peran alumni dan informasi internal sangat membantunya dalam menyusun berkas. “Mbaknya bilang, ‘Kamu coba Unair aja, Unair tuh menghargai semua sertif, di situ mbaknya juga udah ngasih step-step apa aja yang harus saya lakuin, kayak kamu harus eligible satu, kemudian kamu harus ikut OSA,” jelasnya.
Rosa juga menyertakan surat rekomendasi sekolah untuk mengakomodasi banyak sertifikat prestasinya menuju Golden Tiket 2026. Keputusan “gambling” ini membuahkan hasil, menjadikannya alumni pertama dari sekolahnya yang berani dan berhasil menembus ketatnya persaingan di FK Unair.
Setelah perjuangan panjang yang diiringi doa dan rasa cemas, momen mengharukan datang melalui sebuah telepon dari pihak PPMB Unair di sore hari. Rosa yang sempat merasa hopeless karena tidak kunjung mendapat kabar, langsung berangkat dari Solo menuju Surabaya menggunakan mobil segera setelah menerima undangan pengukuhan. Keberhasilan ini tidak hanya melegakannya, tetapi juga keluarga besar yang turut mengantarnya saat pelaksanaan ujian OSA tahun lalu.
Kini, Rosa mulai merencanakan masa jedanya sebelum resmi menjadi mahasiswa dengan meningkatkan berbagai keterampilan. “Saya tuh orangnya overthinking, jadi harus well planned gitu loh. Saya pengen update-update skill kayak mungkin ikut test TOEFL atau IELTS sama nyari info-info beasiswa,” tuturnya mengenai rencana ke depan.
(nnz)
Lihat Juga :