Bedah Buku Kedahsyatan Bahasa, Bahas Peran Bahasa dan Perempuan
Kamis, 02 April 2026 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Penyelenggaraan bedah buku Kedahsyatan Bahasa juga sejalan dengan pesan utama Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan, yaitu bahwa perempuan yang berpendidikan akan lebih berdaya dalam menentukan arah hidupnya. Pendidikan memperkuat martabat, daya pikir, daya kritis, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan. Melalui forum ini, agenda perempuan, bahasa, sastra, dan literasi dipertemukan dalam satu ruang diskusi publik yang memperkaya ekosistem pendidikan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini perlu diisi dengan aktivitas yang bernilai edukatif dan berdampak. Bedah buku menjadi salah satu bentuk konkret penguatan literasi yang menghidupkan kembali makna Kartini sebagai pelopor hak belajar, kemerdekaan berpikir, dan peningkatan harkat perempuan melalui pendidikan.
Dr. Atikah Solihah menjelaskan bahwa buku Kedahsyatan Bahasa setebal 240 halaman yang ditulisnya memiliki tiga perspektif. Pertama, perspektif ruang yang digeluti oleh para ahli bahasa. Kedua, perspektif fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi. Ketiga, perspektif fungsi representatif bahasa dalam kehidupan.
Ketika menyinggung fungsi bahasa, Atikah menyebut adanya peluang kerja yang diungkapkan Badan Pusat Statistik, yakni sebanyak 1.509 kesempatan kerja. “Seharusnya bahasa bisa menjelaskan setiap peluang kerja. Artinya sebanyak 1.509 kesempatan itu dapat dijelaskan dari sisi bahasa,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (2/4/2026).
Buku Kedahsyatan Bahasa yang diterbitkan CV Pustaka Press Indonesia pada 2026 ini dibagi dalam 15 bab. Atikah menyatakan, buku tersebut berupaya menampilkan keadaan dan keberadaan bahasa dalam berbagai perspektif. Pembahasannya didesain secara luas namun ringan agar mudah dipahami pembaca. “Dengan cara ini, tujuan penulis untuk mengetengahkan bahasa sebagai entitas penting dalam berbagai bidang kehidupan dapat tercapai,” ujarnya.
Pembedah buku, Ivan Lanin, mengulas secara keseluruhan isi buku ini dalam uraian yang singkat namun tajam. Ia menyarankan pembaca menikmati buku karya Atikah dengan memilih bab-bab yang dianggap menarik, tidak harus mengikuti urutan seperti susunan dalam buku.
Kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini perlu diisi dengan aktivitas yang bernilai edukatif dan berdampak. Bedah buku menjadi salah satu bentuk konkret penguatan literasi yang menghidupkan kembali makna Kartini sebagai pelopor hak belajar, kemerdekaan berpikir, dan peningkatan harkat perempuan melalui pendidikan.
Tiga Perspektif
Dr. Atikah Solihah menjelaskan bahwa buku Kedahsyatan Bahasa setebal 240 halaman yang ditulisnya memiliki tiga perspektif. Pertama, perspektif ruang yang digeluti oleh para ahli bahasa. Kedua, perspektif fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi. Ketiga, perspektif fungsi representatif bahasa dalam kehidupan.
Ketika menyinggung fungsi bahasa, Atikah menyebut adanya peluang kerja yang diungkapkan Badan Pusat Statistik, yakni sebanyak 1.509 kesempatan kerja. “Seharusnya bahasa bisa menjelaskan setiap peluang kerja. Artinya sebanyak 1.509 kesempatan itu dapat dijelaskan dari sisi bahasa,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (2/4/2026).
Buku Kedahsyatan Bahasa yang diterbitkan CV Pustaka Press Indonesia pada 2026 ini dibagi dalam 15 bab. Atikah menyatakan, buku tersebut berupaya menampilkan keadaan dan keberadaan bahasa dalam berbagai perspektif. Pembahasannya didesain secara luas namun ringan agar mudah dipahami pembaca. “Dengan cara ini, tujuan penulis untuk mengetengahkan bahasa sebagai entitas penting dalam berbagai bidang kehidupan dapat tercapai,” ujarnya.
Pembedah buku, Ivan Lanin, mengulas secara keseluruhan isi buku ini dalam uraian yang singkat namun tajam. Ia menyarankan pembaca menikmati buku karya Atikah dengan memilih bab-bab yang dianggap menarik, tidak harus mengikuti urutan seperti susunan dalam buku.
Lihat Juga :